Berita

Lintasarta Laskar AI Luluskan 400 Talenta Digital Siap Kerja, Cetak Generasi AI Unggul Indonesia

×

Lintasarta Laskar AI Luluskan 400 Talenta Digital Siap Kerja, Cetak Generasi AI Unggul Indonesia

Sebarkan artikel ini
Lintasarta Laskar AI Luluskan 400 Talenta Digital Siap Kerja, Cetak Generasi AI Unggul Indonesia

Dexop.com – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Lintasarta, sebagai AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), resmi mengumumkan kelulusan lebih dari 400 AI Engineer melalui program beasiswa Lintasarta Laskar AI. Para lulusan ini siap diserap ke dunia kerja, baik di Lintasarta sendiri, mitra strategis, maupun industri teknologi nasional yang terus berkembang.

Program ini merupakan bagian dari gerakan AI Merdeka yang digagas Lintasarta bersama Dicoding dan NVIDIA, dengan misi mencetak talenta digital unggul di bidang kecerdasan artifisial (AI).

“Melalui Lintasarta Laskar AI, kami tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menjembatani talenta terbaik Indonesia menuju peluang kerja nyata di sektor digital,” ujar Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta.

Antusiasme Pendaftar dan Seleksi Ketat

Sejak dibuka pada November 2024, program Lintasarta Laskar AI berhasil menarik lebih dari 13 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia.

  • 657 peserta lolos seleksi tahap akhir.

  • Peserta terdiri dari 547 mahasiswa aktif & fresh graduate dari 197 kampus, serta 110 profesional & dosen dari 70 institusi pendidikan.

  • Setelah pelatihan intensif sejak Februari 2025, akhirnya lebih dari 400 peserta dinyatakan lulus sebagai AI Engineer siap kerja.

Fakta ini menegaskan Lintasarta Laskar AI sebagai salah satu program pembibitan talenta AI terbesar di Indonesia.

Kurikulum Berbasis Industri

Salah satu keunggulan Lintasarta Laskar AI adalah kurikulumnya yang berbasis industri dan menerapkan metode project-based learning.

Peserta dibekali keterampilan:

  • Pemrograman Python dan C++ untuk AI.

  • Pengolahan data skala besar (Big Data Processing).

  • Machine Learning & Deep Learning.

  • Natural Language Processing (NLP).

  • Computer Vision.

Selama program, setiap peserta diwajibkan menyelesaikan Capstone Project selama 250 jam. Hasilnya:

  • Lebih dari 100 portofolio proyek AI berhasil dipublikasikan.

  • 13 proyek diakui oleh universitas asal peserta sebagai pengganti skripsi.

Metode ini memastikan lulusan Lintasarta Laskar AI tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang siap dipakai di industri.

Kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Lintasarta menegaskan bahwa Lintasarta Laskar AI tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) PBB:

  1. SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
    Memberikan akses pelatihan AI secara merata di seluruh Indonesia, termasuk mahasiswa di daerah 3T.

  2. SDG 5 – Kesetaraan Gender
    28{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} lulusan adalah perempuan, jauh di atas rata-rata partisipasi perempuan di bidang STEM di Indonesia (12{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}).

  3. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
    Program ini membuka peluang kerja baru, mencetak generasi AI Engineer siap pakai untuk berbagai sektor.

“Kolaborasi ini mempersiapkan peserta menjadi talenta siap pakai yang mendorong inovasi di berbagai sektor,” ujar Narenda Wicaksono, CEO Dicoding.

Kolaborasi Strategis dengan NVIDIA

Program Lintasarta Laskar AI juga mendapat dukungan teknologi dari NVIDIA, khususnya dalam penyediaan infrastruktur GPU Merdeka. Dengan dukungan ini, peserta bisa mengakses komputasi AI kelas dunia selama pelatihan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa ekosistem AI Indonesia mulai terhubung dengan standar global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain baru dalam teknologi AI.

Dampak bagi Industri Nasional

Dengan meluluskan 400 lebih AI Engineer, Lintasarta Laskar AI memberikan dampak signifikan bagi berbagai sektor:

  • Telekomunikasi: AI untuk optimasi jaringan dan layanan pelanggan.

  • Keuangan & Perbankan: AI untuk deteksi fraud dan personalisasi layanan.

  • Manufaktur: AI untuk predictive maintenance dan otomasi industri.

  • Kesehatan: AI untuk diagnosa cepat berbasis data medis.

  • Pemerintahan: AI untuk e-government, keamanan siber, hingga smart city.

Keberhasilan program ini memperkuat peran Lintasarta sebagai AI Factory nasional di bawah naungan IOH.

Masa Depan: Indonesia AI Center of Excellence

Ke depan, Lintasarta berkomitmen melanjutkan program ini melalui gerakan AI Merdeka dan pembangunan Indonesia AI Center of Excellence. Tujuannya:

  • Menjadikan Indonesia sebagai hub talenta AI di Asia Tenggara.

  • Mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja digital asing.

  • Memperkuat daya saing bangsa dalam ekonomi berbasis AI.

Analisis: Mengapa Lintasarta Laskar AI Penting?

  1. Mengisi Kesenjangan Talenta Digital
    World Bank memperkirakan Indonesia butuh 9 juta talenta digital pada 2030. Program ini menjadi langkah nyata menjawab kebutuhan tersebut.

  2. Mendorong Ekonomi AI
    Dengan valuasi global industri AI yang diproyeksikan menembus USD 1 triliun pada 2030, keberadaan talenta lokal akan menentukan posisi Indonesia dalam peta global.

  3. Meningkatkan Reputasi Nasional
    Kehadiran Lintasarta Laskar AI menjadikan Indonesia bukan hanya pengguna AI, tetapi juga produsen solusi AI.

Kesimpulan

Program Lintasarta Laskar AI berhasil meluluskan 400 lebih AI Engineer siap kerja, sebuah pencapaian besar bagi transformasi digital nasional. Dengan kurikulum berbasis industri, kolaborasi bersama Dicoding dan NVIDIA, serta kontribusi pada SDGs, program ini menjadi model ideal pengembangan talenta digital Indonesia.

Dengan langkah strategis ini, Lintasarta tidak hanya mendukung misi Indosat Ooredoo Hutchison, tetapi juga menjadikan Indonesia semakin siap menjadi pemain utama dalam era kecerdasan buatan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *