Program TESA Telkom Turun ke Cianjur, Tanam 150 Pohon Endemik demi Selamatkan Hutan

Dexop.com – Komitmen Telkom Indonesia terhadap pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui Program TESA Telkom. Melalui inisiatif Telkom Employee Social Activity (TESA), perusahaan pelat merah ini menggelar aksi reboisasi di Desa Tegallega, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebagai langkah konkret mendukung pemulihan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program TESA Telkom dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Reboisasi tidak hanya dimaknai sebagai penanaman pohon, tetapi juga sebagai investasi ekologis jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Kerusakan hutan di kawasan TNGGP masih menjadi persoalan serius. Berdasarkan laporan Mongabay pada 2017, aktivitas perburuan cacing sonari telah menyebabkan kerusakan hutan hingga sekitar 20 hektare, termasuk di zona inti yang seharusnya steril dari aktivitas manusia. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kawasan konservasi tetap membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak.
Melalui Program TESA Telkom, sebanyak 150 bibit pohon endemik ditanam di area rehabilitasi. Jenis pohon yang dipilih meliputi Kisireum, Puspa, dan Huru, tiga spesies khas hutan Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam menjaga struktur tanah, keseimbangan air, serta keberlangsungan keanekaragaman hayati. Pemilihan tanaman endemik dilakukan agar proses rehabilitasi selaras dengan karakter ekologis alami TNGGP.
Kegiatan ini melibatkan 65 peserta yang terdiri dari karyawan Telkom, Tenaga Kerja Pendukung (TKP), perwakilan Dinas Kehutanan, serta warga Desa Tegallega. Kolaborasi multipihak tersebut menegaskan bahwa pelestarian hutan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat lokal.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menekankan bahwa Program TESA Telkom dirancang untuk menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan simbolik. Menurutnya, hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, sehingga upaya pemulihannya harus dilakukan secara konsisten.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi mengembalikan fungsi ekologis hutan sebagai penopang kehidupan. Kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat. Karyawan menjadi motor penggerak agar setiap inisiatif sosial dan lingkungan benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” ujar Hery.
Sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Program TESA Telkom juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Aksi reboisasi ini berkontribusi langsung pada SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 15 mengenai perlindungan ekosistem daratan.
Melalui keterlibatan aktif karyawan dan masyarakat, Program TESA Telkom diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya yang dilakukan hari ini diyakini akan memberikan dampak ekologis dan sosial yang lebih luas, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, Telkom menegaskan bahwa transformasi digital dan kepedulian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, melalui Program TESA Telkom, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.




