Dexop.com – Tahun 2025 menjadi bab penting bagi industri telekomunikasi nasional. Berbagai peristiwa strategis—mulai dari perubahan kepemimpinan di perusahaan pelat merah, konsolidasi besar antaroperator, terobosan layanan internet terjangkau, hingga respons cepat terhadap bencana—membentuk arah baru sektor ini. Kaleidoskop Telekomunikasi Indonesia 2025 menampilkan dinamika transformasi digital yang kian matang, di tengah tuntutan efisiensi, keamanan, dan pemerataan akses.
Sejarah Baru di Telkom: Dirut Perempuan Pertama
Pada Mei 2025, PT Telkom Indonesia Tbk menetapkan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Penunjukan ini menandai sejarah baru: untuk pertama kalinya pucuk pimpinan Telkom dipegang oleh perempuan. Pergantian kepemimpinan dari Ririek Adriansyah—yang memimpin dua periode sejak 2019—juga diiringi penyesuaian jajaran komisaris dan direksi.
Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari konsolidasi strategi untuk melanjutkan transformasi digital, memperkuat kolaborasi global, dan menajamkan fokus pada layanan berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Konsolidasi Pasar: Merger XL Axiata–Smartfren
Gelombang konsolidasi mencapai puncaknya pada Maret 2025 dengan rampungnya merger PT XL Axiata, PT Smartfren Telecom, dan PT Smart Telecom. Entitas baru, XLSmart, membentuk struktur pengurus melalui RUPS Luar Biasa dan menunjuk Sanjay Gordhan A Vaghasia sebagai Direktur Perseroan.
Merger ini diharapkan menciptakan skala ekonomi yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi investasi jaringan—termasuk 5G—serta memperbaiki kualitas layanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Konsolidasi juga memberi ruang bagi operator untuk berinovasi tanpa mengorbankan keberlanjutan finansial.
Terobosan Akses: Internet Rakyat 5G Unlimited
Di sisi layanan, 2025 mencatat terobosan penting lewat Internet Rakyat yang menawarkan paket 5G Unlimited Rp100.000 per bulan. Layanan ini memanfaatkan 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open RAN pada frekuensi 1,4 GHz, dengan klaim kecepatan hingga 100 Mbps dan kuota tanpa batas.
Promo gratis sewa modem dan bebas biaya bulan pertama menjadi pemantik adopsi. Inisiatif ini dipandang strategis untuk memperluas penetrasi broadband berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang selama ini terhambat biaya.
Transformasi Digital: Registrasi SIM Berbasis Biometrik
Transformasi kebijakan juga menguat pada 2025 melalui rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerapkan registrasi kartu SIM dan eSIM berbasis pengenalan wajah. Dukungan operator dan ATSI mempercepat uji coba layanan, dengan tujuan meningkatkan keamanan, menekan penyalahgunaan kartu prabayar, dan menyederhanakan proses registrasi.
Langkah ini menegaskan pergeseran ke tata kelola digital yang lebih aman dan terintegrasi, sejalan dengan meningkatnya risiko siber dan kebutuhan perlindungan data.
Ujian Ketangguhan: Bencana dan Pemulihan Jaringan
Kaleidoskop Telekomunikasi Indonesia 2025 juga merekam ujian ketangguhan infrastruktur akibat bencana. Banjir dan longsor di Sumatra Barat memicu gangguan layanan di sejumlah wilayah. Data Komdigi menunjukkan sekitar 16 site terdampak—dipicu padamnya listrik, gangguan transmisi, dan kerusakan perangkat.
Respons kolaboratif menjadi kunci. Satelit Satria-1 dikerahkan untuk komunikasi darurat, Starlink menyediakan akses internet gratis, dan operator bergerak cepat memulihkan jaringan serta menyalurkan paket data dan bantuan kemanusiaan. Upaya lintas pihak ini menegaskan peran strategis telekomunikasi dalam penanganan krisis.
Catatan Akhir Tahun
Rangkaian peristiwa sepanjang 2025 menunjukkan industri telekomunikasi Indonesia bergerak ke fase baru: lebih terkonsolidasi, inovatif, dan adaptif. Dari kepemimpinan yang bertransformasi, penguatan struktur pasar, perluasan akses internet terjangkau, hingga ketahanan menghadapi bencana, sektor ini memainkan peran vital bagi ekonomi dan kehidupan sosial.
Sebagai penutup Kaleidoskop Telekomunikasi Indonesia 2025, langkah-langkah strategis tahun ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekosistem digital nasional—menjawab tantangan masa depan dengan konektivitas yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.












