Dexop.com – Vivo resmi mengumumkan pengembangan Vivo Vision, headset mixed reality (MR) terbarunya yang diproyeksikan menjadi pesaing langsung Apple Vision Pro di pasar global. Perangkat ini membawa pendekatan berbeda, menekankan kenyamanan, desain elegan, dan pengalaman pengguna yang imersif, sambil memanfaatkan ekosistem smartphone flagship Vivo.
Pengumuman ini datang dari Han Boxiao, Product Manager Vivo, yang membagikan kesannya setelah mencoba Vivo Vision di zona MR khusus milik perusahaan. Menurutnya, headset ini memberikan sensasi ringan seperti memakai AirPods Max, desain minimalis dengan finishing setara flagship, serta pengalaman visual memukau ketika memutar foto panorama dari Vivo X200 Ultra.
Kenapa Vivo Masuk ke Pasar MR?
Pasar MR (mixed reality) sedang memasuki fase pertumbuhan signifikan. Dengan prediksi pengiriman 25 juta perangkat VR/MR pada 2026 di Tiongkok saja, potensi keuntungan bagi produsen besar seperti Vivo sangat besar.
Vivo melihat peluang ini sebagai:
- Diversifikasi produk – Tidak hanya mengandalkan smartphone, tetapi juga perangkat wearable dan MR.
- Integrasi ekosistem – Menghubungkan perangkat MR dengan ponsel flagship seperti Vivo X300.
- Persaingan merek besar – Menantang Apple, Samsung, dan Meta di sektor MR premium.
Desain & Kenyamanan: Dua Nilai Jual Utama
Han Boxiao menekankan bahwa Vivo Vision adalah salah satu headset MR paling ringan di kelasnya.
- Bobot: Ringan seperti AirPods Max, sehingga nyaman dipakai berjam-jam.
- Material: Menggunakan finishing level flagship yang memadukan estetika dan durabilitas.
- Desain: Minimalis, tanpa elemen desain yang berlebihan, membuatnya terlihat premium di segala situasi.
Bagi pengguna, faktor ini krusial, karena banyak headset MR premium memiliki bobot dan desain yang membuat pemakaian lama terasa melelahkan.
Pengalaman Visual Vivo Vision
Salah satu demonstrasi yang dibagikan Han adalah melihat foto panorama dari Vivo X200 Ultra di Vivo Vision. Hasilnya: pengalaman yang imersif, realistis, dan penuh detail, membuat pengguna merasa berada langsung di lokasi foto.
Hal ini mengisyaratkan:
- Resolusi tinggi untuk visual tajam.
- Bidang pandang luas untuk sensasi imersi maksimal.
- Integrasi kamera ponsel flagship sebagai bagian ekosistem MR.
Bocoran Fitur Vivo Vision
Meskipun spesifikasi teknis Vivo Vision belum diungkap secara resmi, tipster Digital Chat Station menyebut perangkat ini:
- Mengusung konsep seperti Apple Vision Pro, tetapi dengan sentuhan khas Vivo.
- Memiliki edisi khusus bernama Explorer Edition.
- Kemungkinan mendukung input gestur tangan, pelacakan mata, dan tampilan passthrough berkualitas tinggi.
Peluncuran Dekat, Bisa Barengan Vivo X300
Rumor menyebut Vivo Vision akan debut pada September atau Oktober 2024, berbarengan dengan peluncuran seri Vivo X300.
Keuntungan peluncuran bersamaan:
- Menawarkan paket bundling headset MR + ponsel flagship.
- Menunjukkan integrasi fitur lintas perangkat.
- Mengoptimalkan pemasaran dengan satu kampanye besar.
Pasar MR: Kompetisi Ketat
Selain Apple Vision Pro, pasar MR sedang memanas:
- Samsung telah memamerkan layar VR ultra-terang 20.000 nits.
- Meta terus memperbarui lini Quest dengan harga lebih terjangkau.
- HTC juga merilis headset AR pertama untuk menantang Meta Quest.
Masuknya Vivo dengan Vivo Vision memperluas persaingan dan memberi alternatif bagi pengguna yang ingin produk premium namun terintegrasi dengan smartphone mereka.
Perbandingan Vivo Vision vs Kompetitor
| Perangkat | Fokus Utama | Keunggulan | Potensi Kelemahan |
|---|---|---|---|
| Vivo Vision | MR premium dengan integrasi smartphone | Desain ringan, ekosistem Vivo | Spesifikasi belum terungkap |
| Apple Vision Pro | MR high-end | Teknologi canggih, integrasi iOS | Harga sangat tinggi |
| Samsung MR (prototype) | VR/MR dengan layar ultra-terang | Brightness 20.000 nits | Belum ada rencana rilis publik |
| Meta Quest 3 | MR terjangkau | Harga kompetitif, ekosistem game | Build quality kurang premium |
Strategi Vivo di Pasar MR
Vivo tampaknya akan fokus pada:
- Pengalaman pengguna yang nyaman – bobot ringan, desain ergonomis.
- Integrasi software dan hardware – memaksimalkan kamera dan prosesor smartphone Vivo.
- Harga lebih kompetitif dibanding Apple Vision Pro – untuk menarik pengguna high-end di Asia.
Prediksi Harga & Target Konsumen
Harga Vivo Vision kemungkinan berada di kisaran USD 1.000–1.500 (Rp16–24 juta), di bawah Apple Vision Pro yang dibanderol USD 3.499.
Target konsumennya meliputi:
- Pengguna Vivo flagship.
- Profesional kreatif (desainer, arsitek, editor video).
- Gamer MR yang mencari pengalaman premium.
Kesimpulan
Vivo Vision berpotensi menjadi salah satu produk MR paling menarik di pasar Asia pada 2024–2025. Dengan fokus pada desain ringan, kenyamanan, dan integrasi ekosistem, Vivo dapat menarik pengguna yang ingin merasakan teknologi MR premium tanpa membayar harga setinggi Apple Vision Pro.
Jika spesifikasi dan harga sesuai ekspektasi, Vivo Vision bisa menjadi salah satu kuda hitam di industri MR global.












