Starlink Banting Harga Perangkat hingga 50{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, Targetkan Pengguna Baru di AS

Dexop.com – Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, kembali membuat gebrakan dengan memangkas harga perangkatnya hingga 50{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Langkah ini menjadi upaya agresif perusahaan untuk menarik lebih banyak pelanggan baru di tengah persaingan penyedia internet yang kian ketat.
Harga Turun Drastis, Berlaku Nasional
Kini, perangkat standar Starlink dibanderol $175 atau sekitar Rp2,8 juta, turun dari harga sebelumnya $349. Tak hanya itu, SpaceX juga memberikan diskon tambahan untuk biaya langganan bulanan bagi pelanggan baru.
Jika sebelumnya promo semacam ini hanya berlaku di wilayah dengan kepadatan pengguna rendah, kali ini penawaran tersedia secara nasional tanpa batasan wilayah. Meski begitu, perusahaan belum mengungkapkan hingga kapan promo ini berlangsung, namun biasanya periode diskon Starlink berjalan selama beberapa bulan.
Tetap Lebih Mahal dari Internet Kabel
Meski harga perangkat turun, biaya berlangganan Starlink masih $120 per bulan. Angka ini jauh di atas rata-rata tarif internet kabel atau fiber di AS yang berada di kisaran $78 per bulan.
Namun, untuk masyarakat di daerah terpencil yang sulit mendapatkan jaringan internet kabel atau fiber, Starlink tetap menjadi solusi yang menjanjikan. Layanan satelit ini mampu menjangkau lokasi-lokasi yang sebelumnya nyaris “blank spot” dari akses internet.
Kecepatan Meningkat, tapi Masih di Bawah Standar FCC
Data terbaru Ookla menunjukkan kecepatan unduh rata-rata Starlink mencapai 105 Mbps, dengan kecepatan unggah sekitar 15 Mbps. Capaian ini hampir dua kali lipat dari performa tahun 2022, namun masih di bawah standar broadband minimum yang ditetapkan Federal Communications Commission (FCC).
Studi dari Penn State University mengungkapkan bahwa satu satelit Starlink idealnya hanya dapat melayani sekitar 6,66 rumah per mil persegi sebelum kualitas koneksi menurun. Artinya, semakin padat pengguna di suatu area, semakin besar risiko penurunan kecepatan.
Starlink vs Internet Kabel/Fiber
Bagi pengguna yang memiliki akses internet kabel atau fiber, Starlink bukanlah opsi utama. Layanan satelit ini cenderung kalah dalam dua aspek penting: kecepatan dan biaya. Namun, untuk rumah di wilayah pedalaman, Starlink sering kali menjadi satu-satunya pilihan realistis.
Pemeriksaan ketersediaan layanan dapat dilakukan melalui peta broadband FCC. Dengan memasukkan alamat, pengguna dapat melihat daftar penyedia layanan, teknologi yang digunakan, serta estimasi kecepatan internet yang tersedia.
Strategi Jangka Panjang SpaceX
Penurunan harga ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang SpaceX untuk memperluas basis pelanggan Starlink. Perusahaan terus menambah jumlah satelit di orbit rendah Bumi untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi latensi.
Selain diskon harga, SpaceX juga melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan, termasuk paket fleksibel untuk pelancong dan layanan bisnis. Meski tantangan teknis seperti kepadatan pengguna dan keterbatasan bandwidth masih ada, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Starlink di pasar global internet satelit.




