Gadget

Penjualan Ray-Ban Meta Meledak 200 Persen! Apple Masih Diam, Meta Kian Tak Terbendung di Pasar Kacamata Pintar AI

×

Penjualan Ray-Ban Meta Meledak 200 Persen! Apple Masih Diam, Meta Kian Tak Terbendung di Pasar Kacamata Pintar AI

Sebarkan artikel ini
Penjualan Ray-Ban Meta Meledak 200{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}! Apple Masih Diam, Meta Kian Tak Terbendung di Pasar Kacamata Pintar AI

Dexop.com – Pasar kacamata pintar berbasis AI kini benar-benar mulai memanas. Penjualan Ray-Ban Meta dilaporkan melonjak drastis lebih dari 200 persen pada paruh pertama tahun 2025, membuat Meta kian mantap di puncak dominasi pasar wearable AI. Sementara itu, Apple—yang biasanya menjadi pionir teknologi baru—masih belum memberikan sinyal kuat untuk masuk ke sektor ini.

Dari data yang dirilis EssilorLuxottica, perusahaan yang menjadi mitra produksi kacamata pintar Ray-Ban Meta, pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan tingginya minat publik, tetapi juga memberikan sumbangan besar terhadap pendapatan perusahaan. Pada kuartal kedua 2025, pendapatan mereka meningkat sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun lalu—dan mayoritas pertumbuhan itu datang dari lini produk kacamata pintar hasil kerja sama dengan Meta.

Lonjakan Penjualan Ray-Ban Meta: Apa yang Membuatnya Begitu Diminati?

Banyak analis industri menyebut lonjakan penjualan Ray-Ban Meta sebagai momen penting dalam sejarah wearable AI. Setelah lebih dari satu dekade eksperimen dengan kacamata pintar yang gagal menarik pasar massal, Meta tampaknya telah menemukan formulasi yang tepat. Bukan hanya soal teknologi, tetapi juga integrasi antara desain fashion dan fungsionalitas AI.

Kacamata Ray-Ban Meta bukan hanya perangkat pintar yang bisa digunakan untuk mengambil foto atau mendengarkan musik. Kini, perangkat ini sudah mampu:

  • Menerjemahkan bahasa secara real-time,
  • Memberikan informasi berdasarkan objek yang terlihat oleh kamera,
  • Terintegrasi dengan asisten AI generatif Meta,
  • Menggunakan perintah suara untuk berbagai fungsi digital secara hands-free.

Dengan kata lain, penjualan Ray-Ban Meta melonjak bukan semata-mata karena tren, melainkan karena produk ini benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pernyataan CEO EssilorLuxottica: “Kami Yakin Oakley Meta Akan Menyamai Ray-Ban Meta”

Dalam wawancara terbaru, Francesco Milleri, CEO EssilorLuxottica, mengatakan bahwa perusahaan sangat optimistis terhadap masa depan segmen ini. Menurutnya, produk lanjutan seperti Oakley Meta (yang diumumkan pada Juni 2025) berpotensi besar menyamai, bahkan mungkin melampaui penjualan Ray-Ban Meta.

“Kami mengharapkan pertumbuhan yang sangat cepat untuk Oakley Meta,” ujar Milleri. “Kami percaya bahwa kolaborasi kami dengan Meta belum mencapai puncaknya—justru ini baru permulaan.”

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa EssilorLuxottica tidak hanya melihat wearable AI sebagai proyek eksperimental, tetapi sebagai lini bisnis serius yang akan menjadi penopang masa depan perusahaan.

Fitur Baru Ray-Ban Meta: Bukan Sekadar Gaya, Tapi Teknologi Masa Depan

Salah satu alasan utama lonjakan penjualan Ray-Ban Meta adalah adanya pembaruan fitur besar pada awal tahun 2025. Beberapa fitur utama yang membuatnya semakin diminati antara lain:

  • Real-time Translator: Fitur ini memungkinkan pengguna berbicara dengan siapa pun dalam bahasa berbeda, dengan terjemahan yang langsung muncul di telinga melalui audio terintegrasi.
  • Object Recognition AI: Kamera pada kacamata dapat mengenali objek dan memberi informasi dalam hitungan detik. Misalnya, saat menatap bangunan, pengguna bisa mendapatkan informasi sejarahnya.
  • Social Media Ready: Dengan perintah suara sederhana, pengguna bisa mengambil gambar, membuat video pendek, dan langsung mengunggahnya ke Instagram atau Facebook.

Fitur-fitur ini membuat Ray-Ban Meta bukan hanya perangkat gaya hidup, tetapi juga alat produktivitas dan konektivitas digital.

Di Mana Apple? Diam Seribu Bahasa di Tengah Ledakan Wearable AI

Di tengah booming penjualan Ray-Ban Meta, perhatian publik juga tertuju kepada Apple. Raksasa Cupertino ini dikenal sebagai pionir dalam banyak teknologi, tetapi hingga kini belum menunjukkan rencana konkret untuk merilis kacamata pintar berbasis AI.

Meski rumor mengenai Apple Vision Pro 2 terus beredar, produk tersebut lebih fokus ke dunia Extended Reality (XR) daripada wearable sehari-hari seperti Ray-Ban Meta. Beberapa sumber dalam menyebut CEO Apple, Tim Cook, memiliki ketertarikan terhadap pengembangan kacamata pintar AI, namun belum ada prototipe atau bocoran signifikan yang muncul ke permukaan.

Keterlambatan ini membuat Apple kehilangan momentum, terutama saat konsumen mulai membentuk ekspektasi baru terhadap perangkat wearable AI.

Kompetitor Lain: Huawei, TCL, dan Samsung Masih Tertinggal

Selain Apple, beberapa perusahaan teknologi lain seperti Huawei, TCL, dan Samsung juga mencoba memasuki pasar ini. Namun, tidak satu pun dari mereka berhasil mendekati kesuksesan Meta.

  • Huawei dan TCL memang sempat merilis kacamata pintar, tetapi tidak memiliki integrasi AI dan dukungan fitur yang cukup kuat.
  • Samsung, melalui proyek Project Moohan, lebih memilih fokus ke headset mixed reality dan belum menyentuh pasar kacamata pintar sehari-hari.
  • Amazon dengan Echo Frames lebih difokuskan untuk operasional internal dan masih terbatas distribusinya.

Dengan demikian, penjualan Ray-Ban Meta yang melejit menempatkan Meta di posisi yang sangat menguntungkan. Mereka saat ini hampir tanpa kompetitor berarti dalam pasar kacamata pintar berbasis AI.

Orion AI Glasses: Generasi Selanjutnya Sudah Di Depan Mata

Kebangkitan penjualan Ray-Ban Meta rupanya bukan puncak, melainkan awal dari strategi jangka panjang Meta di dunia wearable AI. Menurut sumber internal, Meta sedang mengembangkan Orion AI Glasses, kacamata pintar generasi baru yang dilengkapi layar transparan mini dan AI multimodal.

Varian Ray-Ban Meta dengan layar juga disebut-sebut akan diluncurkan akhir tahun 2025, menjawab keinginan konsumen untuk mendapatkan pengalaman AR ringan dalam bentuk yang stylish dan praktis.

Potensi Masa Depan: Dari Lifestyle ke Produktivitas

Kesuksesan penjualan Ray-Ban Meta membuka cakrawala baru soal bagaimana kita akan menggunakan perangkat digital di masa depan. Jika saat ini smartphone masih menjadi pusat ekosistem digital, maka lima tahun ke depan bisa jadi kacamata pintar akan menggantikannya secara perlahan.

Dengan fitur seperti:

  • Integrasi AI personal (seperti Meta AI atau ChatGPT),
  • Navigasi berbasis pandangan,
  • Translasi suara otomatis,
  • Kontrol perangkat rumah pintar hanya dengan melihat dan berbicara,

…kacamata pintar berpotensi menjadi asisten pribadi sejati yang menyatu dalam gaya hidup sehari-hari.

Data Pasar: Pasar Kacamata Pintar Diproyeksikan Tumbuh Eksponensial

Menurut laporan dari IDC dan Statista, pasar global untuk kacamata pintar diperkirakan akan tumbuh hingga USD 45 miliar pada tahun 2030. Lonjakan penjualan Ray-Ban Meta menjadi katalis utama dari tren ini.

Beberapa angka penting:

  • Ray-Ban Meta mencatat kenaikan penjualan 200 persen YoY (year-over-year).
  • Pertumbuhan pendapatan EssilorLuxottica naik 7,3 persen pada Q2 2025.
  • Permintaan preorder Oakley Meta meningkat 3x lipat sejak diumumkan pada Juni 2025.

Respons Konsumen: Bukan Hanya Gimmick, Tapi Solusi Nyata

Berbeda dengan gelombang kacamata pintar di dekade 2010-an (seperti Google Glass) yang gagal karena dianggap tidak praktis, Ray-Ban Meta dan penerusnya kini dilihat sebagai produk fungsional.

Testimoni pengguna di media sosial menyebut bahwa kacamata ini membantu:

  • Berkomunikasi saat traveling ke luar negeri,
  • Meningkatkan produktivitas kerja lapangan,
  • Merekam momen berharga secara spontan,
  • Menjaga privasi karena tidak perlu menyentuh smartphone terus-menerus.

Dimana Bisa Membeli Ray-Ban Meta?

Untuk pasar Indonesia, Ray-Ban Meta mulai tersedia di:

  • E-commerce resmi Meta (dengan pengiriman global),
  • Toko ritel optik seperti Optik Seis dan Lenskart,
  • Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee dengan garansi resmi.

Harga jual bervariasi, mulai dari Rp 5,5 juta hingga Rp 8 juta, tergantung model dan fitur.

Meta Melaju, Apple Masih Ragu

Dengan penjualan Ray-Ban Meta yang meningkat pesat, Meta bukan hanya mencetak sukses finansial, tapi juga memimpin arah baru dalam teknologi wearable AI. Di sisi lain, Apple yang biasanya menjadi penggerak revolusi justru terlihat tertinggal kali ini.

Namun satu hal yang pasti: perang wearable AI baru saja dimulai. Dan Meta sudah memimpin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *