Dexop.com – Meta rancang klaster AI terkuat di dunia—judul yang kini tengah menjadi perhatian utama di dunia teknologi. Raksasa media sosial yang kini bertransformasi sebagai perusahaan teknologi terdepan dalam bidang kecerdasan buatan, Meta Platforms Inc., tengah mempersiapkan gebrakan besar yang berpotensi mengubah peta persaingan AI global.
Proyek ini bukan main-main. Dinamai Prometheus, klaster AI tersebut diklaim akan menjadi sistem komputasi AI paling kuat dan paling cepat di dunia, bahkan melampaui Stargate milik OpenAI. Dijadwalkan beroperasi akhir tahun 2026, Prometheus diproyeksikan memiliki daya komputasi lebih dari 3,17 triliun TFLOPS, mengandalkan 500.000 GPU NVIDIA seri terbaru GB200/GB300.
Langkah Meta ini mempertegas ambisi mereka untuk mendominasi era kecerdasan buatan, bukan hanya di ranah sosial media, tapi di seluruh ekosistem teknologi masa depan.
Spesifikasi Prometheus: Klaster AI Raksasa Pesaing OpenAI
Ketika Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, mereka tidak main-main dalam hal spesifikasi teknis. Prometheus dirancang sebagai:
- Klaster AI dengan 500.000 unit GPU NVIDIA GB200 dan GB300
- Kapasitas komputasi mencapai 3,17 triliun TFLOPS
- Infrastruktur listrik pendukung sebesar 200 MW
- Jaringan interkoneksi data super cepat
- Dukungan pusat data dengan sistem pendingin mutakhir dan efisiensi energi tinggi
Perbandingan langsung dengan Stargate, proyek AI OpenAI senilai US$100 miliar, menunjukkan bahwa Prometheus bahkan melampaui dari sisi kecepatan dan efisiensi pengerjaan.
Kecepatan Implementasi Prometheus Unggul Telak
Meta bukan hanya unggul dalam desain teknis, tetapi juga dalam kecepatan pembangunan. Superkomputer Frontier, yang saat ini tercatat sebagai salah satu sistem tercepat di dunia, memakan waktu tiga tahun untuk dapat beroperasi penuh.
Sementara itu, Meta menargetkan bahwa Prometheus akan rampung dalam 12–15 bulan saja. Lompatan ini menunjukkan betapa pesatnya kemajuan dalam teknologi manufaktur pusat data dan sistem komputasi skala besar.
Dengan begitu, ketika Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, mereka juga memastikan proyek ini menjadi benchmark baru dalam efisiensi peluncuran dan kapabilitas sistem.
Tim “Avengers AI” dan Rencana Pembangunan Klaster Kedua: Hyperion
Meta tampaknya tidak berhenti hanya pada Prometheus. Dalam dokumen internal yang bocor ke publik, disebutkan bahwa perusahaan juga tengah mempersiapkan klaster kedua bernama Hyperion, dengan daya listrik mencapai 2GW—sepuluh kali lipat dari Prometheus.
Untuk mendukung dua klaster raksasa ini, Meta telah merekrut tim khusus yang dijuluki sebagai “Avengers AI”—gabungan dari ilmuwan komputer, arsitek sistem, insinyur jaringan, hingga spesialis keamanan dan etika AI dari berbagai perusahaan teknologi papan atas seperti Google DeepMind, Amazon, dan bahkan Apple.
Ini menandakan bahwa Meta rancang klaster AI terkuat di dunia tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal manusia terbaik di bidangnya.
Dampak Global: Meta Siap Geser Keseimbangan Kekuatan Teknologi
1. Dominasi Model AI Generatif
Dengan kekuatan Prometheus, Meta diyakini akan memimpin pengembangan model bahasa besar (LLM) generasi selanjutnya. Model ini diperkirakan akan:
- Mengalahkan kemampuan GPT-5 dari OpenAI
- Memungkinkan real-time translation dalam ratusan bahasa
- Memperkuat sistem AI multimodal yang menggabungkan teks, suara, gambar, dan video
Jika Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, maka dunia akan menyaksikan hadirnya sistem AI yang jauh lebih kuat dan lebih efisien daripada generasi sebelumnya.
2. Ekspansi Meta dari Media Sosial ke Infrastruktur AI Global
Selama ini, Meta dikenal lewat platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Namun dengan Prometheus dan Hyperion, Meta mulai bergerak menjadi penyedia layanan komputasi awan AI, bersaing langsung dengan AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure.
Jika berhasil, maka Meta tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga tulang punggung AI dunia.
Polemik Energi: Apakah Gas Alam Pilihan yang Bijak?
Langkah Meta menggunakan gas alam sebagai sumber energi utama untuk Prometheus dan Hyperion menuai kritik dari aktivis lingkungan. Di tengah gencarnya kampanye net-zero carbon, keputusan untuk membangun pembangkit listrik gas alam 200MW dianggap mundur dari komitmen keberlanjutan.
Namun dari sisi bisnis, Meta beralasan bahwa:
- Stabilitas pasokan energi adalah prioritas utama
- Infrastruktur listrik publik tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan daya sistem AI mereka
- Gas alam masih lebih bersih dibandingkan batu bara
Ketika Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, mereka tampaknya memilih efisiensi dan kemandirian energi dibanding menunggu kesiapan grid hijau global.
Persaingan dengan OpenAI, Google DeepMind, dan NVIDIA
Keberadaan Prometheus menambah panas persaingan dengan para pemain utama:
- OpenAI: Meski kini memimpin lewat ChatGPT, mereka kini tertantang langsung oleh Meta dalam hal infrastruktur AI
- Google DeepMind: Terus mengembangkan Gemini, tapi infrastruktur mereka belum diumumkan secara publik
- NVIDIA: Menyediakan GPU untuk semua pihak, namun juga tengah membangun pusat data mereka sendiri
Dengan Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, posisi mereka kini naik kelas dari konsumen teknologi menjadi pemain utama dalam pembangunan infrastruktur AI global.
Implikasi Jangka Panjang: Akankah Meta Jadi AWS-nya Dunia AI?
Amazon berhasil membangun AWS dan kini mendominasi layanan cloud global. Meta berpeluang mengulang kesuksesan ini lewat Prometheus dan Hyperion.
Dalam skenario ini:
- Perusahaan teknologi lain akan menyewa daya komputasi dari Meta
- Model-model AI akan dilatih di infrastruktur Meta
- Meta akan menghasilkan pendapatan baru dari luar iklan dan sosial media
Jika Meta rancang klaster AI terkuat di dunia, maka dunia akan melihat Meta berevolusi menjadi raja infrastruktur AI, seperti AWS menjadi raja cloud.
Data dan Fakta Penting
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama Klaster | Prometheus |
| Kapasitas GPU | 500.000 unit NVIDIA GB200/GB300 |
| Total Daya Komputasi | 3,17 triliun TFLOPS |
| Energi Pendukung | Pembangkit Gas Alam 200MW |
| Estimasi Waktu Pengerjaan | 12–15 bulan (selesai akhir 2026) |
| Klaster Tambahan | Hyperion (2GW) |
| Tujuan Utama | Infrastruktur AI Terkuat di Dunia |
| Tim | Avengers AI (gabungan ilmuwan top dunia) |
Kesimpulan: Meta Bukan Lagi Hanya Perusahaan Sosial Media
Kabar bahwa Meta rancang klaster AI terkuat di dunia menegaskan satu hal penting: dunia teknologi telah memasuki era infrastruktur superkomputer untuk mendukung kecerdasan buatan. Di tengah perlombaan membangun model AI terbaik, Meta justru mengambil pendekatan berbeda—membangun fondasi superkomputer paling kuat lebih dahulu.
Dengan proyek Prometheus, Meta mengincar posisi sebagai penyedia infrastruktur AI global, yang memungkinkan mereka mengontrol tidak hanya aplikasi, tetapi juga sumber daya komputasinya.
Langkah ini bukan hanya soal kekuatan komputasi, tetapi juga tentang siapa yang akan memegang kendali dalam revolusi AI global.












