Dexop.com – Sandisk menorehkan pencapaian besar di ranah penyimpanan enterprise. Perusahaan mengumumkan bahwa Sandisk SN861 NVMe SSD telah menerima sertifikasi OCP Inspired™ dari Open Compute Project (OCP) — menjadikannya salah satu SSD PCIe Gen 5 pertama yang memenuhi standar Datacenter NVMe SSD Specification untuk infrastruktur pusat data berbasis Artificial Intelligence (AI).
Langkah ini menandai era baru bagi perangkat penyimpanan enterprise: bukan sekadar cepat, tapi juga efisien, terbuka, dan berkelanjutan, sesuai filosofi OCP.
Tonggak Penting di Era AI dan Machine Learning
Sertifikasi OCP Inspired™ yang diterima Sandisk SN861 NVMe SSD datang di waktu yang tepat. Industri global sedang beralih ke infrastruktur AI-native, di mana beban kerja seperti model training, prompt interface, dan inference engine memerlukan penyimpanan berperforma ekstrem dan latensi nyaris nol.
Khurram Ismail, Chief Product Officer Sandisk, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan hanya pengakuan, tapi validasi terhadap kesiapan SN861 untuk ekosistem AI.
“SSD enterprise kami dirancang khusus untuk menghadapi tantangan penyimpanan era AI. Sertifikasi OCP membuktikan bahwa SN861 dapat diandalkan untuk workload AI yang kritikal,” ujar Ismail dalam keterangan resmi.
Open Compute Project sendiri dikenal sebagai komunitas global yang didirikan oleh Facebook (kini Meta) bersama Microsoft, Intel, dan Rackspace — bertujuan membuka desain perangkat keras pusat data agar efisien, hemat daya, dan berorientasi keberlanjutan.
Sandisk SN861 NVMe SSD: Dirancang untuk Workload AI
Sandisk SN861 NVMe SSD bukan sekadar SSD biasa. Perangkat ini dibangun dari arsitektur PCIe Gen 5 NVMe yang menawarkan kecepatan baca/tulis jauh di atas standar industri enterprise.
Beberapa fitur unggulannya meliputi:
-
Kapasitas hingga 16TB, cocok untuk skala data center AI.
-
Latensi sangat rendah (<100 µs), memastikan respons instan untuk AI inference.
-
Performa konsisten pada beban kerja berkelanjutan seperti data streaming, fine-tuning, dan multi-tenant AI serving.
-
Optimasi untuk multi-queue IO yang mempercepat parallel tasking di beban kerja ML besar.
Sandisk menyebutkan bahwa SN861 telah dioptimalkan untuk seluruh siklus hidup data AI — mulai dari pengumpulan, pelatihan, penyimpanan hasil, hingga inferensi.
Riset dan Validasi OCP: Standar Emas Infrastruktur AI
Sertifikasi OCP Inspired™ menandakan bahwa Sandisk SN861 NVMe SSD telah memenuhi pilar fundamental yang ditetapkan oleh Open Compute Project:
-
Efisiensi energi,
-
Kinerja tinggi dan stabil,
-
Desain terbuka,
-
Skalabilitas lintas infrastruktur, dan
-
Keberlanjutan jangka panjang.
Steve Helvie, VP of Emerging Markets OCP, menyebut produk ini sebagai tolok ukur baru SSD enterprise.
“Sandisk SN861 NVMe SSD menghadirkan efisiensi dan kinerja luar biasa di semua pilar utama OCP. Produk ini mewakili masa depan penyimpanan AI di pusat data modern,” ujarnya.
Efisiensi Daya dan TCO Rendah: Faktor Penentu di Era Cloud AI
Selain performa, efisiensi daya menjadi alasan utama di balik sertifikasi OCP ini.
Sandisk SN861 NVMe SSD memiliki rasio IOPS/Watt tertinggi di kelasnya, artinya ia menghasilkan performa lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih rendah.
Keunggulan ini berdampak langsung terhadap Total Cost of Ownership (TCO). Dalam konteks pusat data AI yang bisa menampung ribuan SSD, penghematan energi sekecil apa pun dapat menghemat jutaan dolar per tahun.
Selain itu, desain SN861 yang mendukung form factor U.2 dan E1.S memberikan fleksibilitas tinggi bagi operator data center untuk menyesuaikan infrastruktur sesuai kebutuhan densitas rack dan aliran udara pendinginan.
Komponen Enterprise-Grade untuk Stabilitas Maksimal
Sandisk memastikan bahwa SN861 NVMe SSD dibangun menggunakan NAND flash generasi terbaru dan controller Sandisk custom yang dirancang untuk stabilitas 24/7.
Beberapa fitur internal yang menonjol:
-
End-to-end data path protection, mencegah error selama proses baca/tulis.
-
Power loss protection (PLP), memastikan data aman saat pemadaman mendadak.
-
Advanced thermal throttling, menjaga performa tetap stabil di suhu ekstrem.
-
Dynamic over-provisioning, untuk memperpanjang umur NAND di bawah beban berat.
Semua ini menjadikan Sandisk SN861 NVMe SSD sebagai solusi yang siap untuk lingkungan hyperscale AI, seperti training model LLM atau workload cloud generatif yang memerlukan performa kontinu.
Open Compute Project: Standar Terbuka untuk Dunia Data Center
Untuk memahami pentingnya sertifikasi ini, kita perlu mengenal Open Compute Project (OCP).
Didirikan pada 2011 oleh Facebook, OCP kini menjadi organisasi global dengan anggota lebih dari 250 perusahaan, termasuk Google, Intel, AMD, dan Dell.
Filosofinya sederhana: membuka desain perangkat keras data center agar efisien dan berkelanjutan.
Produk yang mendapatkan label OCP Inspired™ berarti:
-
Mengikuti spesifikasi terbuka,
-
Telah lulus pengujian interoperabilitas,
-
Dan siap digunakan pada infrastruktur skala global.
Dengan masuknya Sandisk SN861 NVMe SSD ke dalam OCP Marketplace, Sandisk kini sejajar dengan para raksasa penyimpanan lain yang membangun fondasi untuk ekosistem AI dan cloud terbuka.
AI Workload: Tantangan Baru Bagi SSD Enterprise
Workload AI dan machine learning memiliki karakteristik unik dibanding beban kerja tradisional:
-
I/O acak intensif saat model melakukan training.
-
Transfer data besar secara paralel untuk inference multi-batch.
-
Latensi ultra-rendah untuk hasil prediksi real-time.
Di sinilah Sandisk SN861 NVMe SSD unggul. Dengan bandwidth PCIe Gen 5 hingga 14 GB/s dan IOPS yang stabil bahkan di beban berat, SSD ini memastikan pipeline AI tidak terhambat oleh bottleneck penyimpanan.
“AI hanya secepat data yang bisa diaksesnya,” tulis laporan OCP.
“Sandisk SN861 NVMe SSD menjawab titik lemah itu dengan kecepatan, efisiensi, dan daya tahan.”
Komparasi dengan SSD Enterprise Lain
Dalam pengujian internal Sandisk yang dirilis di situs OCP Marketplace, SN861 NVMe SSD mencatatkan:
-
Sequential read hingga 14,5 GB/s,
-
Random read IOPS mencapai 2,8 juta,
-
Dan write endurance 3 DWPD selama 5 tahun.
Sebagai perbandingan:
-
Samsung PM1743 (PCIe 5.0): 2,5 juta IOPS, 2 DWPD.
-
Micron 9400 PRO (PCIe 4.0): 1,6 juta IOPS.
Dengan hasil itu, SN861 menempatkan diri sebagai salah satu SSD enterprise paling efisien dan tangguh di generasi PCIe 5.0.
Keberlanjutan dan Dampak Energi Global
Selain performa, Sandisk juga menyoroti aspek keberlanjutan energi.
SN861 dikembangkan dengan fokus pada:
-
Pengurangan emisi CO₂ per terabyte,
-
Efisiensi daya hingga 25{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} lebih baik dibanding generasi sebelumnya,
-
Dan penggunaan material daur ulang pada housing logamnya.
Langkah ini sejalan dengan inisiatif Net Zero Data Center yang tengah digaungkan oleh OCP dan berbagai pemain besar seperti Meta dan Google Cloud.
Implikasi untuk Infrastruktur AI di Indonesia dan Asia
Bagi wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kehadiran Sandisk SN861 NVMe SSD membuka peluang besar bagi perusahaan cloud, fintech, dan riset AI lokal.
Dengan semakin banyak startup mengadopsi model generatif dan machine learning lokal, solusi penyimpanan hemat energi dan berperforma tinggi akan menjadi tulang punggung transformasi digital regional.
Pusat data besar seperti Google Cloud Jakarta, AWS Batam, dan BDx Indonesia bahkan sudah mulai melakukan evaluasi terhadap solusi PCIe Gen 5 untuk peningkatan performa AI-native workloads di tahun 2026.
Kesimpulan: Era Baru SSD Enterprise untuk AI
Sertifikasi OCP Inspired™ untuk Sandisk SN861 NVMe SSD bukan hanya sekadar prestasi teknis — tetapi sinyal bahwa dunia sedang bergerak menuju standarisasi terbuka untuk AI infrastructure.
Dengan kombinasi kecepatan tinggi, efisiensi daya, dan ketahanan enterprise, Sandisk SN861 NVMe SSD siap menjadi tulang punggung data center modern di era AI generatif.
Seperti disampaikan Khurram Ismail:
“Kami tidak hanya menjual SSD, kami membangun fondasi untuk masa depan AI.”












