Akhirnya Bisa! Google Izinkan Ubah Alamat Gmail Tanpa Kehilangan Email Lama

Dexop.com – Google dikabarkan tengah menyiapkan fitur yang memungkinkan pengguna ubah alamat Gmail tanpa harus membuat akun baru. Fitur yang sudah lama dinantikan ini terungkap melalui halaman dukungan resmi Google yang muncul dalam bahasa Hindi dan kini disebut sedang digulirkan secara bertahap ke sejumlah pengguna.
Dengan kemampuan ubah alamat Gmail ini, pengguna dapat mengganti alamat email utama berakhiran @gmail.com ke alamat baru dengan domain Gmail yang sama. Yang paling menarik, alamat email lama tidak akan dihapus, melainkan otomatis berfungsi sebagai alias, sehingga seluruh email yang dikirim ke alamat lama tetap masuk ke akun yang sama.
Email Lama Tetap Aktif, Data Aman
Google memastikan proses ubah alamat Gmail tidak akan menyebabkan kehilangan data. Semua email lama, file Google Drive, riwayat login, langganan, hingga akun pihak ketiga yang terhubung akan tetap aman dan dapat diakses seperti biasa.
Alamat Gmail lama tetap aktif sebagai alias, yang berarti:
- Email ke alamat lama tetap diterima
- Alamat lama dan baru bisa dipakai untuk login
- Tidak perlu memperbarui email di layanan online yang sudah terdaftar
Pendekatan ini menjadi solusi besar bagi pengguna yang ingin mengganti alamat Gmail lama—misalnya karena alasan profesional—tanpa harus memulai ulang identitas digital mereka.
Ada Batasan Penggunaan
Meski fleksibel, fitur ubah alamat Gmail tidak bisa digunakan sesering mungkin. Berdasarkan informasi di halaman dukungan tersebut, Google menerapkan aturan berikut:
- Alamat Gmail hanya bisa diubah sekali setiap 12 bulan
- Maksimal tiga kali perubahan seumur hidup akun
- Fitur dirilis secara bertahap, sehingga belum tersedia untuk semua pengguna
Menariknya, seorang pengguna di platform X mengklaim opsi ini sudah muncul di pengaturan Akun Google miliknya, menandakan bahwa uji coba awal memang telah berjalan.
Mengapa Baru Sekarang Google Izinkan Ubah Alamat Gmail?
Selama bertahun-tahun, Google hanya mengizinkan penggantian alamat email untuk akun non-Gmail, seperti akun yang terhubung ke domain lain. Untuk akun Gmail murni, satu-satunya solusi adalah membuat akun baru dan mengatur penerusan email—proses yang merepotkan dan berisiko.
Alasannya cukup krusial. Alamat Gmail berfungsi sebagai identitas utama di ekosistem Google. Mengubahnya berpotensi memutus keterkaitan dengan:
- Riwayat pembelian Google Play
- Undangan Google Calendar
- Langganan dan login pihak ketiga
- Riwayat keamanan akun
Selain itu, ada risiko keamanan jika akun diretas. Fitur ubah alamat Gmail menunjukkan Google kemungkinan telah menemukan cara teknis dan sistem keamanan yang lebih matang untuk mengatasi masalah tersebut.
Jawaban atas Permintaan Lama Pengguna
Kemampuan ubah alamat Gmail merupakan salah satu permintaan paling sering disuarakan komunitas pengguna. Banyak orang membuat akun Gmail pertama mereka saat remaja, menggunakan nama panggilan atau kombinasi yang kini terasa kurang profesional.
Dengan fitur ini, pengguna dapat memperbarui alamat email tanpa kehilangan arsip email, riwayat aktivitas, dan koneksi ke berbagai layanan penting—sebuah kemudahan yang sangat berarti di era identitas digital.
Tetap Perlu Waspada Keamanan
Meski membawa kemudahan, Google tetap menekankan pentingnya keamanan akun. Fitur sensitif seperti ubah alamat Gmail berpotensi disalahgunakan jika akun tidak dilindungi dengan baik.
Pengguna disarankan untuk:
- Mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA)
- Rutin memeriksa aktivitas login
- Waspada terhadap email phishing
Langkah-langkah ini penting mengingat Gmail kini menjadi pusat berbagai aktivitas pribadi, profesional, hingga finansial.
Kapan Fitur Ini Tersedia Global?
Hingga kini, Google belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran global fitur ubah alamat Gmail. Namun, kemunculannya di halaman dukungan resmi menandakan peluncuran luas kemungkinan tinggal menunggu waktu.
Jika rollout berjalan lancar, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna mengelola identitas digital mereka—memberikan fleksibilitas baru tanpa harus mengorbankan keamanan maupun data lama.




