Qualcomm Siapkan Dua Varian Snapdragon 8 Elite Gen 6 2nm, Siap Tantang Apple Secara Langsung!

Dexop.com – Industri chipset global tampaknya akan memasuki babak baru pada akhir 2026. Qualcomm, sang raksasa semikonduktor asal San Diego, dilaporkan tengah menyiapkan gebrakan besar melalui Snapdragon 8 Elite Gen 6, chipset 2nm pertama milik mereka. Namun kejutan itu tidak berhenti di situ—Qualcomm dikabarkan akan merilis dua varian sekaligus, yaitu versi standar dan versi Pro, sebuah strategi yang mengingatkan pada pendekatan Apple dalam membedakan seri A20 dan A20 Pro.
Langkah ini menandai perubahan strategi besar Qualcomm, sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan chipset flagship menjelang era smartphone 2027.
Qualcomm Pindah ke 2nm N2P: Menghindari Rebutan Wafer dan Mengejar Performa Tambahan
Salah satu dinamika paling menarik dari Snapdragon 8 Elite Gen 6 adalah keputusan Qualcomm untuk menggunakan proses 2nm N2P buatan TSMC. Versi N2P ini merupakan penyempurnaan dari teknologi 2nm generasi pertama (N2) dan menawarkan peningkatan performa sekitar 5{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}, serta efisiensi daya lebih baik dalam beberapa skenario.
Namun alasan pemilihan N2P bukan hanya soal performa—ini juga soal logistik industri.
TSMC dilaporkan kewalahan memenuhi permintaan wafer N2 karena:
- Apple telah mem-booking sebagian besar kapasitas produksi.
- MediaTek dan Qualcomm tidak kebagian jatah yang cukup.
- Smartphone premium 2026–2027 diprediksi menggunakan produksi N2 besar-besaran.
Karena itu Qualcomm mengambil langkah cerdas: beralih ke N2P yang lebih longgar kapasitasnya, namun tetap menawarkan efisiensi tinggi.
Dan inilah keputusan yang membuat Snapdragon 8 Elite Gen 6 berpotensi sangat kompetitif menghadapi Apple A20 & A20 Pro.
Strategi Dua Varian: Snapdragon 8 Elite Gen 6 vs Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro
Qualcomm tampaknya tidak ingin ketinggalan tren. Jika Apple punya A20 dan A20 Pro, Qualcomm akan membalasnya dengan:
- Snapdragon 8 Elite Gen 6 (versi standar)
- Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro (versi premium maksimal)
Perbedaan antara keduanya akan cukup signifikan.
Varian Pro dikabarkan akan membawa:
- Dukungan LPDDR6 (RAM generasi terbaru)
- Penyimpanan UFS 5.0
- GPU dengan lebih banyak core
- Bandwidth memori lebih besar
- Peningkatan SLC, L2, dan L3 cache
- Clock speed CPU lebih tinggi
- Jumlah EU (Execution Units) dan ALU (Arithmetic Logic Units) lebih besar
Dengan kata lain, varian Pro adalah monster performa yang dibuat untuk:
- smartphone flagship ultra-premium,
- model edisi khusus gaming,
- dan pesaing langsung iPhone 18 Pro Max serta iPhone Fold yang dirilis Apple.
Perangkat yang memakai varian Pro dipastikan tidak akan murah—bahkan analis memprediksi harga flagship 2026–2027 akan semakin tinggi karena biaya produksi chipset 2nm yang melonjak.
Revolusi Konfigurasi CPU: Dari 2+6 ke 2+3+3
Ini bagian paling menarik: Qualcomm dikabarkan akan mengubah sepenuhnya cara mereka menyusun cluster CPU.
Jika Snapdragon 8 Elite menggunakan format “2 + 6”, maka generasi baru ini akan memakai:
Cluster CPU 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6
- 2 Core Performa Super Tinggi
- 3 Core Performa Sedang
- 3 Core Efisiensi Super Hemat
Mengapa Qualcomm melakukan ini?
1. Efisiensi Daya Lebih Stabil
Menjalankan 6 core efisiensi di frekuensi tinggi ternyata tidak selalu hemat daya. Dengan memecah cluster menjadi dua segmen efisiensi berbeda, Qualcomm bisa:
- mengatur power management lebih cerdas,
- memberikan “core lambat” untuk tugas ringan,
- menyimpan energi untuk tugas berat.
2. Mendorong Clock Speed Tinggi di Core Utama
Dengan lebih sedikit core yang aktif berat di waktu bersamaan, core performa dapat:
- berjalan di frekuensi lebih tinggi,
- tanpa membakar daya berlebihan,
- atau overheating.
3. Performa Multi-core Lebih Stabil
Tren ini mirip dengan strategi yang dilakukan Apple dan MediaTek pada seri paling premium.
Benchmark Bocor: Snapdragon 8 Elite Gen 6 Bisa Kejar Apple dengan Konsumsi Daya Lebih Rendah
Sebelumnya, analisis Geekbench 6 menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 5 harus mengonsumsi 61{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} lebih banyak daya daripada A19 Pro untuk mengungguli skor multi-core Apple. Ini bukan situasi yang sustainable.
Pada generasi baru:
- proses 2nm N2P akan menurunkan konsumsi daya,
- konfigurasi 2+3+3 akan menstabilkan efisiensi,
- cache yang lebih besar akan meningkatkan performa,
- dan GPU yang ditingkatkan bisa menekan throttling.
Dengan semua kombinasi itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 akhirnya punya peluang mengejar Apple tanpa boros daya—sesuatu yang sudah lama dikejar Qualcomm.
Ekosistem 2027 Akan Sangat Berbeda: Flagship Akan Jadi Superkomputer Mini
Kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 6 akan sangat mempengaruhi lanskap smartphone 2027. Dengan dua varian chipset 2nm, pasar akan terlihat seperti ini:
1. Ultra-premium
Ponsel ini akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, dengan teknologi paling canggih termasuk RAM LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0. Kemungkinan besar digunakan oleh:
- Samsung Galaxy S29 Ultra (atau seri khususnya),
- Xiaomi Ultra,
- Vivo X200 Ultra,
- OPPO Find X8 Ultra,
- ASUS ROG Phone 11 Ultimate.
2. Flagship Premium
Kategori ini akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar, dengan performa tetap tinggi tetapi biaya produksi lebih rendah.
Kategori ini sangat penting karena akan menjadi flagship “normal” yang masih terjangkau bagi konsumen umum.
Dampak Ekonomi: Harga Flagship 2026–2027 Diprediksi Melonjak
Produksi chipset 2nm jauh lebih mahal dibanding 4nm atau 3nm. Ditambah biaya integrasi fitur baru seperti:
- RAM LPDDR6,
- UFS 5.0,
- modul GPU besar,
- arsitektur cache yang kompleks,
- modul AI generasi baru,
- dan biaya wafer 2nm yang sangat tinggi.
Akibatnya, analis memprediksi:
Harga flagship 2026–2027 akan naik 10{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}–20{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} dari rata-rata generasi sebelumnya.
Ini berarti smartphone Rp 18 juta–Rp 25 juta bisa menjadi harga standar untuk seri tertinggi.
Qualcomm vs Apple vs MediaTek: Pertempuran Chipset Premium 2027 Akan Pecah
Ketiga raksasa ini akan saling sikut:
Apple
- A20 & A20 Pro
- N2
- Performa puncak di iPhone 18 series
- Efisiensi terbaik
Qualcomm
- Snapdragon 8 Elite Gen 6 & Gen 6 Pro
- N2P
- Fleksibilitas untuk Android premium
- GPU besar
- Fokus multi-core & AI
MediaTek
- Dimensity generasi “X” 2nm
- Fokus efisiensi
- Harga lebih murah
Dan ini akan jadi persaingan chipset paling sengit dalam sejarah smartphone.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Akan Mengubah Peta Industri
Dengan teknologi 2nm, arsitektur 2+3+3, dan dua varian yang mirip strategi Apple, Qualcomm siap memasuki babak baru kompetisi chipset premium.
Inti kekuatan Snapdragon 8 Elite Gen 6:
- proses 2nm N2P yang lebih efisien,
- dua varian chipset untuk segmen berbeda,
- dukungan teknologi generasi baru seperti LPDDR6 & UFS 5.0,
- efisiensi daya lebih baik,
- GPU dan cache yang jauh lebih besar,
- peluang besar menyalip Apple di multi-core,
- dan kesiapan menghadapi era smartphone super-premium.
Tahun 2027 akan menjadi momen ketika chipset 2nm bukan lagi prototipe, tetapi standar utama. Dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 akan menjadi salah satu pemain terkuat di era tersebut.




