Berita

Logitech Diretas Clop: 1,8 TB Data Bocor, Zero-Day Oracle Jadi Biang Kerok

Dexop.com Insiden keamanan siber kembali mengguncang industri teknologi global. Kali ini, perusahaan periferal ternama asal Swiss—Logitech—mengonfirmasi bahwa mereka menjadi korban pelanggaran data setelah serangan dari kelompok pemerasan terkenal, Clop, berhasil menembus sistem mereka. Kabar “Logitech Diretas Clop” langsung memicu perhatian publik dan komunitas keamanan, mengingat reputasi Clop yang dikenal gemar mengeksploitasi celah zero-day untuk mencuri data dalam skala besar.

Logitech, yang produknya digunakan ratusan juta orang di seluruh dunia mulai dari mouse, keyboard, webcam, hingga perangkat gaming, menyampaikan laporan resmi melalui dokumen Form 8-K SEC—sebuah langkah transparansi yang menunjukkan bahwa insiden ini bukanlah isu kecil. Dalam laporan tersebut, mereka mengungkapkan bahwa ada aktivitas eksfiltrasi data yang berhasil dilakukan oleh pihak tak dikenal.

Namun ada satu hal yang disampaikan perusahaan dengan tegas:
operasi bisnis, produk, dan manufaktur Logitech tidak terpengaruh.
Walaupun begitu, data yang dicuri tetap mencakup pelanggan, vendor, karyawan, hingga mitra—dan itu saja sudah cukup untuk membuat industri keamanan digital waspada.

Bagaimana Insiden Ini Terjadi?

Dalam pernyataan resminya, Logitech menjelaskan bahwa pelanggaran terjadi akibat kerentanan zero-day pihak ketiga. Setelah perbaikan tersedia, patch langsung diterapkan.

Meski Logitech tidak menyebutkan nama vendor, banyak analis keamanan menyimpulkan bahwa insiden “Logitech Diretas Clop” ini sangat mungkin terkait dengan zero-day Oracle E-Business Suite, yang sebelumnya dieksploitasi oleh kelompok Clop dalam gelombang serangan global pada Juli 2025.

Indikasi ini menguat setelah:

  • Clop memasukkan Logitech ke “daftar korban” di situs kebocoran mereka
  • Clop mengaku telah mencuri hampir 1,8 TB data
  • Laporan dari Mandiant & Google menunjukkan kampanye pemerasan baru yang memanfaatkan zero-day Oracle

Dalam kampanye tersebut, perusahaan-perusahaan menerima email ancaman yang menyebutkan bahwa data mereka dicuri dari Oracle EBS dan akan dibocorkan jika tebusan tidak dibayar.

Tak lama kemudian, Oracle mengonfirmasi bahwa celah tersebut adalah CVE-2025-61882, sebuah zero-day kritis yang memungkinkan pencurian data secara langsung. Patch darurat pun dirilis.

Apa yang Dicuri? Logitech Mulai Membuka Detailnya

Walaupun Logitech menyebut insiden ini tidak memengaruhi produk dan manufaktur, mereka tidak menutupi fakta bahwa ada data yang berhasil dicuri:

Data yang mungkin dicuri:

  • informasi terbatas milik karyawan
  • data pelanggan
  • data vendor/pemasok
  • dokumen internal tertentu

Data yang tidak dicuri:

  • nomor identitas nasional
  • informasi kartu kredit/debit

Dua kategori terakhir aman karena tidak disimpan di sistem yang disusupi, sehingga Clop tidak mendapat akses ke data sangat sensitif.

Namun meski demikian, pencurian data pelanggan dan karyawan tetap berpotensi berbahaya, terutama jika melibatkan:

  • email internal
  • dokumen NDA
  • informasi kontak
  • arsip komunikasi
  • data vendor kontraktual

Jenis data seperti ini bisa digunakan untuk phishing, rekayasa sosial, hingga serangan lanjutan.

Clop: Kelompok Pemerasan dengan Rekam Jejak Gelap

Ketika headline “Logitech Diretas Clop” muncul, komunitas keamanan siber sebenarnya tidak kaget. Mengapa? Karena ini bukan pertama kalinya Clop melakukan operasi besar memanfaatkan zero-day.

Kelompok ini punya sejarah panjang eksploitasi zero-day pada layanan enterprise:

Riwayat besar serangan Clop:

  • 2020 → Eksploitasi Accellion FTA (hampir 100 organisasi terdampak)
  • 2021 → Menyasar SolarWinds Serv-U
  • 2022 → Serangan GoAnywhere MFT (100+ perusahaan terkena)
  • 2023 → Serangan MOVEit Transfer (2.773 organisasi, 94 juta data bocor)
  • 2024 → Dua zero-day Cleo meledak (CVE-2024-50623 & CVE-2024-55956)
  • 2025 → Zero-day Oracle EBS dan kini Logitech masuk daftar korban

Pola serangannya jelas dan konsisten:

  1. Temukan celah zero-day pada platform enterprise besar
  2. Eksploitasi cepat sebelum patch tersedia
  3. Curilah data sebesar-besarnya
  4. Kirimkan ancaman tebusan
  5. Bocorkan data jika tebusan tak dibayar

Efisien, terorganisir, dan berbahaya.

Gelombang Serangan Oracle E-Business Suite 2025

Dalam insiden terkait Oracle, Mandiant dan Google menemukan skenario baru:

  1. Peretas mencuri data menggunakan celah zero-day
  2. Perusahaan menerima email ancaman yang sangat persuasif
  3. Dalam email, pelaku mengaku sebagai Clop
  4. Pelaku mengancam akan mempublikasikan data
  5. Perusahaan “diperingatkan” bahwa tidak ada negosiasi

Setelah itu, Oracle merilis pembaruan darurat, mengamankan celah CVE-2025-61882.

Beberapa organisasi lain yang terdampak termasuk:

  • Harvard University
  • Envoy Air
  • The Washington Post

Dan kini, Logitech bergabung dalam daftar korban tersebut.

Respons Logitech: Apa yang Sudah Dilakukan Perusahaan?

Logitech menanggapi insiden ini dengan cepat. Setelah deteksi awal, perusahaan:

1. Mengaktifkan respons insiden

Mereka segera mengisolasi sistem yang terdampak dan memulai penyelidikan.

2. Menggandeng perusahaan keamanan siber terkemuka

Nama perusahaan tidak disebutkan, tetapi analis menduga perusahaan kelas atas seperti Mandiant atau CrowdStrike terlibat.

3. Melaporkan insiden ke SEC (Form 8-K)

Langkah ini menunjukkan bahwa Logitech tidak menutupi insiden—transparansi menjadi prioritas.

4. Menutup celah zero-day sesegera mungkin

Begitu vendor merilis patch, Logitech langsung menerapkannya.

5. Menilai dampak terhadap data pelanggan

Logitech memastikan data finansial seperti kartu kredit aman.

Namun, pelanggan dan karyawan tetap disarankan:

  • berhati-hati terhadap email mencurigakan
  • waspada terhadap phishing yang mengatasnamakan Logitech
  • mengaktifkan 2FA di seluruh akun terkait

Karena data kontak biasanya menjadi target rekayasa sosial.

Kenapa Serangan Ini Serius, Meski Operasi Logitech Tidak Terdampak?

Ada beberapa alasan kenapa insiden Logitech Diretas Clop tetap harus dipandang sebagai isu serius:

1. Data eksfiltrasi berskala besar

Clop mengklaim mencuri 1,8 terabyte data. Itu jumlah yang tidak kecil.

2. Data internal bisa memicu serangan lanjutan

Email, kontrak vendor, hingga catatan internal bisa digunakan untuk spear phishing yang jauh lebih berbahaya.

3. Logitech adalah perusahaan global

Reputasi dan kredibilitas mereka berperan penting di industri perangkat keras.

4. Ancaman pemerasan Clop tidak bisa diremehkan

Jika tebusan tidak dibayar, data akan dirilis bertahap.

5. Serangan zero-day Oracle bersifat sistemik

Artinya ratusan hingga ribuan organisasi lain dapat terdampak.

Dengan kata lain, meski bisnis Logitech tetap berjalan, serangannya tetap mengguncang dunia keamanan siber.

Industri Teknologi Mulai Kembali “Tegang”

Insiden ini memberi sinyal bahwa perusahaan teknologi global—baik perangkat keras, perangkat lunak, maupun platform enterprise—kini menghadapi ancaman baru: ekosistem zero-day yang semakin aktif dieksploitasi geng pemerasan.

Kejahatan siber telah berkembang dari:

  • sekadar malware rumahan
  • menjadi ransomware masif
  • hingga kini operasi pencurian data skala korporat menggunakan zero-day high-value

Geng seperti Clop beroperasi layaknya perusahaan kriminal:

  • memiliki divisi teknis
  • memiliki operator negotiator
  • memiliki tim publikasi di dark web
  • memiliki jadwal rilis data korban

Semakin canggih, semakin mahal biayanya bagi organisasi di seluruh dunia.

Tidak Ada Perusahaan yang Benar-Benar Kebal

Insiden ini menjadi pengingat keras:
bahkan perusahaan global sekelas Logitech pun tidak kebal serangan siber.

Perusahaan teknologi lain mulai meninjau ulang:

  • pengelolaan patch
  • keamanan zero-day
  • manajemen vendor pihak ketiga
  • audit sistem enterprise
  • enkripsi data sensitif

Karena dalam banyak kasus, serangan tidak terjadi pada sistem utama perusahaan, tetapi pada vendor pihak ketiga yang memiliki akses ke data internal.

Langkah Berikutnya: Apa yang Harus Ditunggu dari Logitech?

Ke depan, beberapa hal dinantikan publik:

1. Update resmi mengenai data spesifik yang bocor

Detail lebih granular sangat ditunggu oleh pelanggan dan karyawan.

2. Kebijakan mitigasi bagi korban

Biasanya berupa:

  • pemantauan kredit,
  • kompensasi keamanan digital,
  • atau pemberian peringatan lanjutan.

3. Laporan investigasi final

Ini akan menjelaskan bagaimana serangan berlangsung secara teknis.

4. Langkah peningkatan keamanan

Terutama setelah insiden sebesar ini.

Hingga kini, Logitech belum mengungkapkan apakah mereka menerima ancaman tebusan langsung dari Clop.

Alarm Keras untuk Industri Teknologi

Kasus Logitech Diretas Clop bukan hanya berita tentang satu perusahaan yang diretas. Ini adalah alarm keras bagi seluruh industri teknologi global. Eksploitasi zero-day pihak ketiga semakin sering digunakan sebagai jalur masuk, dan organisasi besar harus memperkuat semua lapisan keamanan—termasuk vendor eksternal.

Dengan portofolio produk Logitech yang luas dan basis pelanggan global, insiden ini menunjukkan bahwa tidak ada perusahaan yang benar-benar aman. Keamanan siber harus menjadi prioritas utama, bukan opsi tambahan.

Serangan Clop menjadi pengingat bahwa dalam dunia digital, pertahanan harus bergerak secepat penyerang—bahkan lebih cepat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button