OnePlus 15 Gaming Jadi Primadona Baru? Lawan Serius Galaxy S25 Ultra untuk Tahun 2026

Dexop.com – Persaingan smartphone flagship tahun 2026 semakin panas. Dua raksasa Android — OnePlus dan Samsung — kini bersiap merilis perangkat yang mengincar dua tipe pengguna yang berbeda: gamer dan pengguna profesional.
Dan dalam pertarungan itu, nama OnePlus 15 Gaming semakin mencuri perhatian.
Di satu sisi, OnePlus menyiapkan ponsel dengan performa brutal, pendinginan besar, dan pengisian daya super cepat.
Di sisi lain, Samsung membawa Galaxy S25 Ultra sebagai perangkat produktivitas kelas berat dengan ekosistem stylus yang matang.
Keduanya sama-sama flagship, tapi orientasinya berbeda.
Satu ditujukan untuk kecepatan dan respons.
Satu lagi untuk multitasking dan workflow profesional.
OnePlus 15 Gaming: Flagship yang Dibangun Khusus untuk Para Gamer
Sejak awal, OnePlus memang punya DNA “cepat, responsif, dan minim bloatware”.
Namun di seri OnePlus 15, fokus itu dibawa ke tingkat yang lebih agresif.
OnePlus 15 diprediksi akan mengusung Snapdragon 8 Gen 4, chipset generasi terbaru yang dirancang untuk performa ekstrem.
Dan bagi gamer, inilah kabar paling menarik:
-
clock speed tinggi,
-
peningkatan ray tracing mobile,
-
efisiensi daya yang lebih baik,
-
serta AI on-device yang mendukung grafis adaptif dan prediktif.
Jika benar demikian, OnePlus 15 Gaming akan menjadi salah satu ponsel terbaik untuk bermain game AAA mobile seperti:
-
Genshin Impact,
-
Wuthering Waves,
-
Call of Duty: Warzone Mobile,
-
Honkai Star Rail.
Tapi OnePlus tidak berhenti di chipset saja.
Vapor Chamber Raksasa
OnePlus disebut menggunakan VC cooling yang ukurannya jauh lebih besar dari generasi sebelumnya.
Tujuannya sederhana:
Menjaga performa tetap stabil meski dimainkan selama 3–4 jam nonstop.
Sebab gamer tahu: performa Snapdragon sebesar apa pun tidak akan berguna jika suhu naik dan ponsel mengalami throttling.
Layar Fluid AMOLED: Senjata Andalan OnePlus 15 Gaming
Sektor layar menjadi salah satu alasan kenapa OnePlus 15 Gaming siap menjadi primadona.
Dikabarkan membawa:
-
Panel Fluid AMOLED generasi baru
-
Refresh rate 120Hz
-
Touch sampling hingga 360Hz
-
Response time lebih rendah
Untuk gamer FPS atau MOBA, sampling 360Hz adalah kenikmatan tersendiri.
Akurasi gerakan terasa lebih halus, kontrol lebih responsif, dan delay lebih kecil.
Tidak berlebihan jika banyak analis menyebut OnePlus 15 sebagai “gaming phone berkedok flagship umum”.
Mode Gaming Khusus: Minim Gangguan, Maksimal Performa
OnePlus menyiapkan mode gaming baru yang lebih adaptif.
Beberapa bocoran fitur yang akan muncul:
-
Gaming Focus Mode
Menutup semua notifikasi yang tidak relevan agar layar benar-benar bersih. -
AI Resource Optimization
Sistem otomatis memberi prioritas CPU/GPU pada game dan menutup aplikasi latar belakang yang tidak penting. -
Adaptive Performance Booster
Menyesuaikan kebutuhan daya per game, bukan sistem.
Tujuan akhirnya jelas:
Game berjalan mulus tanpa gangguan apa pun.
Baterai 5.500 mAh + Fast Charging 150W
OnePlus tahu bahwa gamer mobile butuh dua hal:
-
Baterai besar
-
Pengisian cepat
Karena itu perangkat ini dibekali:
-
5500 mAh kapasitas besar
-
150W SuperVOOC ultra fast charging
Dengan pengisian 150W, ponsel bisa:
-
0–50{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} hanya dalam 10 menit
-
0–100{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} sekitar 25–30 menit
Ini berarti gamer bisa bermain beberapa jam, isi ulang beberapa menit, lalu lanjut bermain.
Untuk pengguna yang sering bepergian atau main game rank di sela aktivitas, fitur ini priceless.
Galaxy S25 Ultra: Flagship Produktivitas yang Jadi Tandingan OnePlus 15
Di sisi lain, Samsung membawa orientasi yang berbeda.
Galaxy S25 Ultra dirancang sebagai perangkat “all-in-one” untuk pekerjaan profesional.
Jika OnePlus 15 adalah ponsel untuk gamer,
Galaxy S25 Ultra adalah ponsel untuk pekerja kreatif dan multitasker profesional.
Apa saja yang dibawa Samsung?
S-Pen Masih Jadi “Senjata Rahasia” Samsung
Bisa dibilang tidak ada pesaing di Android yang menawarkan stylus sebaik S-Pen.
Samsung kini menyiapkan peningkatan:
-
Latensi lebih rendah
-
Recognisi tulisan tangan lebih akurat
-
Integrasi OneNote, Notes, Clip Studio, dan Canva
-
Mode presentasi via DeX
Bagi kreator digital, pekerja kantor, mahasiswa, hingga profesional di bidang desain, S-Pen adalah fitur yang tidak bisa ditemukan di OnePlus.
DeX & Link to Windows = Produktivitas Sejati
Samsung mengambil pendekatan yang sama seperti Apple:
ekosistem yang rapi.
Dengan DeX, Galaxy S25 Ultra dapat berubah menjadi desktop mini:
-
layarnya menjadi monitor,
-
ponsel menjadi CPU,
-
aplikasi Android terlihat seperti aplikasi desktop.
Dikombinasikan dengan Link to Windows, perangkat ini bisa:
-
mengirim file instan,
-
sinkron chat,
-
mirror aplikasi ke PC,
-
menjadi workflow produktivitas.
OnePlus 15 Gaming jelas tidak menyasar segmen ini.
Kamera 200MP: Fokus Kreativitas, Bukan Gaming
S25 Ultra bukan sekadar flagship kerja — kamera juga menjadi salah satu fokus utama.
Diprediksi membawa:
-
Sensor utama 200MP
-
Zoom telefoto ganda
-
Perekaman 8K
-
AI photography generasi baru
-
Vision Booster display 2500 nits
Ini menjadikan S25 Ultra sebagai perangkat serbaguna:
-
fotografi profesional,
-
pembuatan konten,
-
streaming mobile,
-
editing langsung di HP.
Bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi, fitur-fitur ini sangat berharga.
Dua Vendor, Dua Segmentasi: Gaming vs Produktivitas
Persaingan antara OnePlus 15 Gaming dan Samsung Galaxy S25 Ultra menunjukkan satu hal:
Pasar flagship premium kini semakin tersegmentasi sesuai gaya hidup pengguna.
OnePlus 15 Gaming cocok untuk:
-
gamer kompetitif,
-
content creator gaming,
-
pengguna yang suka kecepatan,
-
pengguna yang ingin pengalaman clean & smooth (OxygenOS),
-
pengguna yang butuh charging super cepat.
Samsung S25 Ultra cocok untuk:
-
pekerja profesional,
-
multitasker berat,
-
kreator digital,
-
pengguna yang mengandalkan S-Pen,
-
pengguna yang butuh ekosistem lengkap.
Dua dunia yang berbeda — tapi sama-sama kuat.
Harga: OnePlus Tetap Lebih “Value”, Samsung Lebih Premium
Jika mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya:
-
OnePlus 15 Gaming kemungkinan akan lebih murah ± Rp 3–6 juta dari Samsung S25 Ultra.
-
Samsung S25 Ultra memiliki masa dukungan software yang lebih panjang.
Ini membuat pilihan semakin personal:
Apakah prioritas pengguna adalah kekuatan gaming atau ekosistem produktivitas?
Prediksi: Siapa yang Akan Unggul di 2026?
Jika melihat tren pasar:
-
Gamer mobile semakin banyak
-
Esports mobile berkembang pesat
-
Flagship gaming makin diminati
-
Konten kreator juga makin bertambah
-
Produktivitas mobile semakin penting
Artinya?
Keduanya punya peluang menang di segmennya masing-masing.
Tetapi untuk pasar anak muda dan power user yang mendominasi Asia — termasuk Indonesia — OnePlus 15 Gaming punya daya tarik besar berkat:
-
performa tinggi,
-
layar responsif,
-
pendinginan besar,
-
baterai besar,
-
charging super cepat,
-
harga lebih masuk akal.
Sementara S25 Ultra akan tetap menjadi pilihan profesional yang membutuhkan “ponsel-laptop” di satu perangkat.
Pilih OnePlus 15 Gaming atau Galaxy S25 Ultra?
Jawabannya sederhana:
Pilih OnePlus 15 Gaming jika:
✔ Kamu gamer berat
✔ Suka ponsel cepat dan smooth
✔ Prioritas: performa, refresh rate, pendinginan, charging
✔ Tidak butuh stylus atau ekosistem kerja profesional
Pilih Samsung Galaxy S25 Ultra jika:
✔ Kamu butuh multitasking profesional
✔ Sering memakai stylus untuk menulis/desain
✔ Prioritas: workflow kerja, kamera, DeX, ekosistem
✔ Butuh dukungan software jangka panjang
Pada akhirnya, keduanya tidak saling tumpang tindih — justru melengkapi kebutuhan pasar flagship 2026 dengan pendekatan spesialisasi yang semakin matang.




