Dexop.com – Xiaomi kembali mengejutkan publik—kali ini bukan lewat ponsel, tablet, atau ekosistem AIoT, melainkan perangkat komunikasi klasik yang dihidupkan kembali dengan sentuhan modern: Walkie-Talkie Digital Xiaomi.
Di tengah tren teknologi serba daring, kehadiran Walkie-Talkie Digital Xiaomi terasa seperti napas baru bagi industri komunikasi nirkabel.
Perangkat ini dirancang untuk beroperasi tanpa sinyal seluler maupun koneksi internet, tetapi tetap menyajikan suara jernih hingga jarak 5 kilometer di area terbuka.
Dengan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access) dan baterai tahan lama, Xiaomi berupaya menggabungkan ketahanan perangkat klasik dengan efisiensi dan kepraktisan modern.
Kembalinya Era Komunikasi Tanpa Sinyal
Selama beberapa tahun terakhir, komunikasi real-time bergantung pada jaringan data. Namun Walkie-Talkie Digital Xiaomi membawa pendekatan berbeda—solusi yang tetap relevan di lokasi tanpa jaringan.
Bayangkan sedang mendaki gunung, bekerja di proyek tambang, atau berada di lokasi bencana di mana jaringan seluler hilang total.
Dalam situasi seperti itu, Walkie-Talkie Digital Xiaomi menjadi penyelamat.
Tidak perlu sinyal 4G atau Wi-Fi; cukup nyalakan, pilih kanal, tekan tombol “push-to-talk”, dan suara langsung tersambung.
Teknologi ini bukan hal baru, tapi Xiaomi membungkusnya dengan inovasi masa kini—mulai dari layar berwarna, koneksi Bluetooth, hingga desain ergonomis yang tangguh.
Desain Klasik dengan Sentuhan Modern
Sekilas, Walkie-Talkie Digital Xiaomi memang mengingatkan pada radio komunikasi klasik model “candy-bar”, namun tampilannya jauh lebih ringkas dan bersih.
Di bagian depan terdapat layar LED berwarna 1,57 inci dengan resolusi 320 × 200 piksel, cukup besar untuk menampilkan kontak, saluran komunikasi, status sinyal, dan notifikasi.
Antena kecil di bagian atas menjaga profil desain tetap minimalis tanpa mengorbankan jangkauan.
Bodi utamanya terbuat dari material polikarbonat tebal dengan sertifikasi IP54, membuatnya tahan debu dan percikan air.
Kombinasi antara bentuk klasik dan fitur digital inilah yang membuat perangkat ini cocok untuk beragam kebutuhan:
-
Outdoor enthusiast (pendaki, camper, off-roader),
-
Pekerja lapangan (logistik, keamanan, operator gudang),
-
hingga komunitas hobi radio yang mencari perangkat praktis dengan fitur modern.
Baterai 2.500 mAh: Tahan 100 Jam Siaga
Daya tahan menjadi faktor penting bagi perangkat komunikasi lapangan.
Xiaomi menanamkan baterai 2.500 mAh yang mampu bertahan hingga 100 jam dalam mode stand-by dan 14 jam untuk penggunaan aktif.
Durasi ini menempatkannya di posisi unggul dibanding walkie-talkie konvensional di kelas harga serupa.
Proses pengisian dilakukan lewat port USB-C standar sehingga bisa diisi menggunakan power bank atau adaptor ponsel biasa—detail kecil tapi krusial bagi pengguna di lapangan.
Teknologi FDMA: Suara Lebih Jernih dan Stabil
Kunci utama performa Walkie-Talkie Digital Xiaomi ada pada teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access).
Alih-alih berebut frekuensi seperti model analog, FDMA membagi pita frekuensi menjadi kanal independen sehingga gangguan antar-pengguna dapat diminimalkan.
Dalam kondisi ideal di area terbuka, perangkat ini mencapai jangkauan hingga 5 kilometer.
Sementara di lingkungan tertutup seperti gedung atau pabrik, jangkauannya sekitar 10 ribu meter persegi—cukup luas untuk koordinasi antar-tim.
Kualitas audionya tetap stabil berkat sistem Digital Noise Reduction yang meredam gangguan dari angin atau kebisingan sekitar.
Pengguna cukup menekan satu tombol untuk berbicara—konsep push-to-talk yang menjadi ciri khas walkie-talkie klasik, kini dipadukan dengan efisiensi digital.
Fitur Modern: Dari Kontak Digital hingga Pelacakan Lokasi
Meskipun sederhana, Xiaomi tidak melupakan kebutuhan modern.
Walkie-Talkie Digital Xiaomi memungkinkan pengguna:
-
menambahkan dan menyimpan kontak digital,
-
membuat saluran pribadi,
-
serta melacak posisi rekan komunikasi melalui sistem pemetaan internal.
Fitur ini sangat berguna untuk tim besar seperti keamanan acara, panitia konser, atau regu pencarian dan penyelamatan.
Selain itu, terdapat Bluetooth 5.0 yang memungkinkan koneksi ke headset nirkabel, mikrofon eksternal, atau bahkan ponsel Xiaomi tertentu untuk transfer data konfigurasi.
Dibuat untuk Ketahanan Lapangan
Dengan sertifikasi IP54, Walkie-Talkie Digital Xiaomi tahan terhadap debu halus dan cipratan air dari segala arah.
Artinya, perangkat ini masih aman digunakan saat hujan ringan, di pantai, atau di area berdebu seperti gudang dan proyek konstruksi.
Bobotnya ringan, hanya sekitar 160 gram, membuatnya nyaman digantung di sabuk atau diselipkan ke tas tanpa terasa membebani.
Xiaomi juga menyediakan klip sabuk dan strap pergelangan tangan sebagai aksesori standar.
Kompatibilitas dan Ekosistem Xiaomi
Perangkat ini bukan produk tunggal yang berdiri sendiri.
Sebaliknya, ia dirancang sebagai bagian dari ekosistem Mi IoT.
Pengguna bisa menghubungkannya dengan Mi Home App untuk memperbarui firmware, menyesuaikan kanal komunikasi, atau mengatur mode privasi.
Ada pula opsi untuk menyinkronkan dengan Mi Power App agar level baterai bisa dipantau dari ponsel.
Kehadiran fitur digital ini menjadikan Walkie-Talkie Digital Xiaomi bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan bagian dari ekosistem pintar yang lebih luas—sejalan dengan filosofi Xiaomi Smart Life.
Harga Terjangkau, Nilai Tinggi
Di pasar China, Walkie-Talkie Digital Xiaomi dibanderol 349 yuan atau sekitar Rp 800 ribu.
Dengan harga tersebut, pengguna mendapatkan kombinasi langka: daya tahan, fitur digital, dan kualitas suara premium.
Sebagai perbandingan, perangkat sejenis dari brand lain biasanya dijual di atas Rp 1 juta dengan fitur serupa.
Sayangnya, Xiaomi belum mengonfirmasi apakah produk ini akan dirilis secara global, termasuk ke Indonesia.
Namun, mengingat minat tinggi masyarakat terhadap produk outdoor Xiaomi seperti Mi Portable Air Pump dan Mi Flashlight, peluang kehadirannya di pasar lokal cukup besar.
Relevansi di Era Komunikasi Modern
Kehadiran Walkie-Talkie Digital Xiaomi menyoroti sisi lain dari perkembangan teknologi komunikasi global.
Di saat dunia sibuk mengejar koneksi 5G dan satelit, Xiaomi justru menawarkan solusi sederhana—komunikasi independen dari jaringan apa pun.
Dalam konteks Indonesia, perangkat seperti ini berpotensi besar digunakan di sektor industri, logistik, hingga manajemen bencana.
Koordinasi cepat tanpa tergantung sinyal seluler bisa menjadi faktor vital dalam operasi lapangan.
Selain itu, pendekatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses komunikasi di wilayah terpencil di mana jaringan seluler belum stabil.
Diversifikasi Strategi Xiaomi
Langkah Xiaomi meluncurkan produk non-smartphone seperti ini menunjukkan strategi diversifikasi yang cerdas.
Perusahaan ini telah berkembang dari sekadar produsen ponsel menjadi raksasa AIoT global, dengan portofolio mencakup skuter listrik, kamera aksi, tablet, hingga laptop.
Dengan meluncurkan Walkie-Talkie Digital Xiaomi, mereka memperluas ekosistem ke arah komunikasi profesional dan outdoor.
Strategi ini juga menjadi bagian dari ambisi jangka panjang Xiaomi untuk membangun jaringan perangkat mandiri yang saling terhubung tanpa ketergantungan penuh pada internet.
Tantangan dan Peluang
Tentu, masih ada tantangan.
Pasar walkie-talkie modern tidak sebesar pasar smartphone, tetapi memiliki basis pengguna loyal.
Komunitas outdoor, operator keamanan, dan pekerja profesional membutuhkan perangkat tangguh seperti ini.
Jika Xiaomi berhasil membawa Walkie-Talkie Digital Xiaomi ke pasar internasional dengan harga kompetitif, mereka berpotensi menguasai segmen niche ini dengan cepat—apalagi dengan reputasi “value for money” yang sudah kuat.
Inovasi Berbasis Praktik
Peluncuran perangkat ini juga menjadi pengingat bahwa tidak semua inovasi harus selalu bergantung pada internet.
Kadang, teknologi terbaik adalah yang paling bisa diandalkan di kondisi terburuk.
Di era di mana “smart” identik dengan konektivitas, Walkie-Talkie Digital Xiaomi hadir sebagai solusi cerdas yang tetap mandiri.
Dengan kombinasi teknologi FDMA, Bluetooth modern, dan baterai tahan lama, perangkat ini memadukan dua dunia: nostalgia dan kemajuan.
Kesimpulan: Klasik Bertemu Modern dalam Satu Perangkat
Melalui Walkie-Talkie Digital Xiaomi, perusahaan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu tentang layar OLED atau kecerdasan AI.
Kadang, inovasi sejati adalah menyederhanakan teknologi agar lebih relevan dan dapat diandalkan.
Perangkat ini menawarkan:
-
Komunikasi jarak jauh tanpa internet,
-
Kualitas suara jernih hingga 5 km,
-
Baterai tahan lama,
-
Desain tangguh IP54,
-
dan harga ramah kantong.
Dengan semua kelebihan itu, Walkie-Talkie Digital Xiaomi bisa menjadi perangkat wajib bagi para petualang, pekerja lapangan, dan siapa pun yang butuh komunikasi cepat tanpa repot sinyal.
Jika kelak dirilis di Indonesia, ia berpotensi menjadi produk outdoor paling dicari tahun 2025, sekaligus membuka babak baru dalam inovasi komunikasi digital.












