Berita

Roblox Tak Lagi Dicap Berbahaya, Komdigi Ubah Sikap Usai Pertemuan dengan AS?

Dexop.com – Sikap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terhadap Roblox kini berubah signifikan. Dari semula bersikap keras dan menganggap game populer ini berbahaya bagi anak-anak, pemerintah Indonesia kini terlihat lebih melunak. Pertanyaan pun muncul, apakah perubahan sikap ini karena adanya tekanan dari Amerika Serikat atau karena dialog konstruktif yang melibatkan pihak Roblox secara langsung?

Pertemuan antara Menteri Komdigi Meutya Hafid dengan perwakilan Roblox pada Agustus 2025 lalu tampaknya menjadi titik balik yang mengubah arah kebijakan. Dalam pertemuan tersebut, Roblox menegaskan kesiapannya untuk mematuhi regulasi Indonesia, termasuk bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk meninjau ulang klasifikasi gim mereka serta melakukan penyesuaian jika memang diperlukan. Meutya menyambut baik komitmen ini, menyebutnya sebagai bukti bahwa dialog yang sehat dapat menghasilkan solusi nyata untuk melindungi anak-anak tanpa harus mengorbankan perkembangan industri kreatif digital di Indonesia.

Komdigi menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar pengguna, melainkan harus mampu memposisikan diri sebagai pusat pertumbuhan talenta digital. Langkah Roblox yang bersedia mematuhi aturan lokal dinilai sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, sekaligus produktif.

Padahal, pada pertemuan sebelumnya tanggal 14 Agustus 2025, Komdigi sempat melayangkan permintaan tegas kepada Roblox Asia Pacific agar memperbaiki sistem mereka sesuai dengan peraturan perlindungan anak di Indonesia. Meutya kala itu menekankan pentingnya pembatasan komunikasi antar pengguna anak, penyaringan ketat terhadap konten buatan pengguna, serta kejelasan fitur parental control.

Kekhawatiran orang tua dan pendidik terkait paparan konten yang tidak pantas di Roblox sempat memuncak, bahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sempat mengimbau siswa untuk tidak bermain Roblox meski tidak ada larangan resmi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang anak-anak bermain, namun mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua serta seleksi jenis permainan yang layak untuk anak-anak.

Roblox sendiri memiliki basis pengguna yang sangat besar. Data resmi perusahaan mencatat jumlah pengguna aktif harian mencapai 85,3 juta pada Februari 2025. Di Amerika Serikat, bahkan separuh anak-anak di bawah usia 16 tahun memainkan Roblox setiap bulan, menjadikannya salah satu platform gim paling populer di dunia. Popularitas inilah yang membuat pemerintah Indonesia ingin memastikan bahwa keamanan pengguna, khususnya anak-anak, tetap menjadi prioritas utama tanpa mematikan potensi ekonomi digital yang dihadirkan Roblox.

Kini, dengan adanya komitmen dari Roblox untuk mematuhi aturan lokal dan mendukung pengembangan ekosistem gim di Indonesia, pemerintah berharap ada keseimbangan antara perlindungan anak dan perkembangan industri digital. Komdigi menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendorong talenta kreatif lokal agar bisa berkembang di tingkat global.

Perubahan sikap Komdigi terhadap Roblox menunjukkan bahwa dialog internasional yang konstruktif mampu menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat sekaligus membuka peluang bagi industri digital untuk tumbuh. Apakah perubahan ini semata karena tekanan Amerika atau memang hasil negosiasi strategis yang saling menguntungkan? Jawabannya mungkin terletak pada keinginan Indonesia untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain utama dalam ekonomi digital global yang semakin kompetitif.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button