Baterai Vivo X300 dan X300 Pro Jadi Andalan, Siap Rilis September 2025

Dexop.com – Persaingan smartphone flagship semakin sengit. Kali ini Vivo siap menggebrak dengan menghadirkan seri terbaru, Vivo X300 dan Vivo X300 Pro, yang diprediksi akan menjadi salah satu ponsel paling ditunggu tahun ini. Yang paling menarik perhatian adalah baterai Vivo X300 dan X300 Pro yang disebut-sebut akan berkapasitas raksasa, bahkan menembus angka 7.000 mAh.
Dengan strategi ini, Vivo berupaya menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut smartphone dengan performa tinggi sekaligus daya tahan maksimal. Tak heran jika banyak analis menyebut, baterai Vivo X300 dan X300 Pro bisa menjadi “game changer” di industri smartphone flagship.
Evolusi Baterai di Seri Flagship Vivo
Untuk memahami pentingnya baterai Vivo X300 dan X300 Pro, kita perlu melihat evolusi sebelumnya.
- Vivo X200 → membawa baterai 5.800 mAh
- Vivo X200 Pro → kapasitas 6.000 mAh
- Vivo X300 → bocoran menyebut 6.500 mAh
- Vivo X300 Pro → rumor mencapai 7.000 mAh
Artinya, dalam kurun waktu hanya dua generasi, Vivo berhasil menaikkan kapasitas baterai flagship mereka hingga lebih dari 20{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Ini langkah besar, mengingat biasanya peningkatan kapasitas di flagship hanya berkisar 200–300 mAh saja.
Spesifikasi Awal: Baterai Jumbo Jadi Sorotan
Sertifikasi MIIT Tiongkok mengungkap bahwa:
- Vivo X300 (V2502A): baterai 6.375 mAh (rated) → dipasarkan 6.500 mAh (typical)
- Vivo X300 Pro (V2502DA): kemungkinan mencapai 7.000 mAh
Selain itu, sertifikasi juga menyingkap fitur lain seperti dukungan konektivitas satelit BeiDou untuk model Pro. Namun, tetap saja, sorotan utama ada pada baterai Vivo X300 dan X300 Pro yang jauh di atas rata-rata flagship lain.
Mengapa Baterai Besar Jadi Penting?
Di era saat ini, smartphone bukan hanya untuk komunikasi, tapi juga gaming, fotografi, streaming, hingga pekerjaan profesional. Kebutuhan daya semakin tinggi.
Jika biasanya flagship hanya mengandalkan baterai 4.500–5.000 mAh, maka baterai Vivo X300 dan X300 Pro bisa memberikan:
- Daya tahan 2 hari penuh untuk penggunaan normal.
- Screen-on-time (SOT) 12–14 jam, ideal untuk gamer dan content creator.
- Dukungan fast charging 120W (kabarnya) dan wireless charging 50W.
Dengan kombinasi ini, pengguna tak lagi harus membawa powerbank ke mana-mana.
Chipset Dimensity 9500: Hemat Daya + Performa Tinggi
Selain kapasitas besar, baterai Vivo X300 dan X300 Pro juga akan dioptimalkan oleh chipset baru MediaTek Dimensity 9500. Chip ini dibuat dengan fabrikasi 3nm, yang berarti lebih efisien dalam mengonsumsi daya.
- CPU Cortex-X5 hingga 4.2 GHz → performa tinggi, hemat energi.
- GPU generasi baru → gaming lebih lancar dengan daya lebih stabil.
- AI Engine generasi ke-7 → mengatur konsumsi daya berbasis AI sesuai pola penggunaan.
Hasilnya, baterai Vivo X300 dan X300 Pro bukan hanya besar secara kapasitas, tapi juga cerdas dalam pengelolaan energi.
Kamera Premium + Baterai Jumbo: Kombinasi Langka
Seri X dari Vivo selalu dikenal lewat kameranya, berkat kerja sama dengan Zeiss. Kini, baterai Vivo X300 dan X300 Pro melengkapi kekuatan tersebut.
Bayangkan skenario berikut:
- Fotografer bisa melakukan pemotretan outdoor seharian tanpa khawatir baterai habis.
- Vlogger bisa merekam video 4K hingga 8K dengan durasi panjang berkat baterai Vivo X300 dan X300 Pro.
- Traveler bisa mengandalkan ponsel ini di daerah terpencil berkat kapasitas jumbo plus dukungan satelit BeiDou.
Perbandingan dengan Kompetitor
Mari kita lihat bagaimana baterai Vivo X300 dan X300 Pro bersaing dengan flagship lain:
| Smartphone | Kapasitas Baterai | Chipset | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| Vivo X300 Pro | 7.000 mAh | MediaTek Dimensity 9500 | Satelit BeiDou + Kamera Zeiss |
| Vivo X300 | 6.500 mAh | MediaTek Dimensity 9500 | Android 16 |
| Samsung Galaxy S25 Ultra | 5.500 mAh | Snapdragon 8 Gen 4 | Kamera 200MP |
| Xiaomi 16 Pro Max | 7.200 mAh | Snapdragon 8 Gen 4 | Leica Optics |
| iPhone 17 Pro Max | 4.800 mAh | Apple A19 Bionic | iOS 19 |
Dari tabel ini terlihat jelas, baterai Vivo X300 dan X300 Pro menempatkan Vivo di jalur terdepan soal daya tahan. Bahkan melampaui Samsung dan Apple, dua pemain terbesar di segmen flagship.
Strategi Pasar: Vivo Menyasar Pengguna Heavy User
Dengan baterai Vivo X300 dan X300 Pro, Vivo jelas menyasar segmen heavy user:
- Mobile gamer → butuh baterai besar + performa stabil.
- Content creator → merekam dan mengedit video panjang.
- Traveler → sering bepergian, butuh daya tahan tanpa powerbank.
- Profesional → meeting online seharian tanpa harus sering ngecas.
Pasar Indonesia juga termasuk target besar. Mengingat tren lokal yang mengutamakan baterai besar dan kamera bagus, Vivo X300 berpotensi jadi best-seller di kelas flagship.
Dampak Industri: Apakah Flagship Lain Akan Ikut?
Jika sukses, baterai Vivo X300 dan X300 Pro bisa mengubah standar industri. Selama ini, kapasitas jumbo hanya ditemukan di ponsel kelas menengah seperti Infinix atau Tecno. Dengan Vivo membawanya ke level premium, kemungkinan besar Samsung, Apple, hingga Oppo akan ikut mengembangkan flagship dengan baterai lebih besar.
Jadwal Rilis dan Harga
- Rilis global: September – Oktober 2025
- Harga Vivo X300: Rp11–12 juta
- Harga Vivo X300 Pro: Rp15–17 juta
Dengan harga ini, baterai Vivo X300 dan X300 Pro bisa jadi daya tarik utama untuk menantang iPhone 17 dan Galaxy S25 Ultra.
Kesimpulan: Era Baru Flagship Baterai Jumbo
Kehadiran baterai Vivo X300 dan X300 Pro menandai era baru bagi smartphone flagship. Tidak lagi hanya mengandalkan kamera dan desain, kini daya tahan juga jadi senjata utama.
Dengan kombinasi baterai jumbo, chipset Dimensity 9500, Android 16, dan kamera Zeiss, Vivo berpotensi besar menjadi salah satu pemain dominan di pasar flagship 2025.
Bagi konsumen, terutama di Indonesia, baterai Vivo X300 dan X300 Pro bisa jadi jawaban atas keresahan klasik: “HP flagship bagus, tapi baterainya cepat habis.”




