Berita

Snapdragon 8 Elite 2 Ungguli Exynos 2600 di Geekbench, Ini Bukti Kekuatan Flagship 2026

Dexop.com – Persaingan chipset flagship dunia kembali memanas. Bocoran hasil benchmark Snapdragon 8 Elite 2 di Geekbench 6.4 memunculkan gelombang antusiasme sekaligus spekulasi di kalangan pecinta gadget, analis pasar, dan pelaku industri teknologi. Chipset terbaru besutan Qualcomm ini tak hanya berhasil mengungguli Exynos 2600 milik Samsung, tetapi juga mencatatkan kinerja yang memukau meski belum berjalan di kecepatan puncaknya.

Temuan ini mengindikasikan bahwa tahun 2026 bisa menjadi momen penting bagi Qualcomm untuk memperkuat dominasi di segmen smartphone premium. Namun, pertanyaannya—mampukah Snapdragon 8 Elite 2 mempertahankan keunggulan tersebut hingga perangkat-perangkat flagship generasi berikutnya dirilis secara resmi?

Latar Belakang: Adu Kekuatan di Panggung Chipset Flagship

Dunia smartphone kelas atas selalu diwarnai rivalitas sengit antara raksasa teknologi. Qualcomm, Samsung, MediaTek, dan Apple menjadi empat pemain utama yang silih berganti memamerkan inovasi.

  • Qualcomm dengan lini Snapdragon selalu menjadi tulang punggung bagi sebagian besar flagship Android.
  • Samsung lewat seri Exynos mencoba mengamankan pangsa pasar internal dan meminimalkan ketergantungan pada pihak ketiga.
  • MediaTek yang dahulu dipandang sebelah mata, kini masuk arena premium lewat seri Dimensity.
  • Apple dengan lini Bionic menjadi tolok ukur efisiensi daya dan kinerja di ekosistem iOS.

Dalam lima tahun terakhir, persaingan Snapdragon dan Exynos menjadi sorotan. Samsung sempat unggul di sisi integrasi modem 5G dan optimasi untuk perangkatnya sendiri. Namun, Qualcomm biasanya unggul di stabilitas performa, dukungan game, dan kompatibilitas luas dengan aplikasi pihak ketiga.

Bocoran Geekbench: Bukti Awal Keunggulan Snapdragon 8 Elite 2

Berdasarkan data Geekbench 6.4, Snapdragon 8 Elite 2 diuji pada perangkat dengan kode SM-S947U yang diyakini sebagai prototipe Samsung Galaxy S26 Edge. Skornya mencengangkan:

  • Single-core: 3.393 poin
  • Multi-core: 11.515 poin

Jika dibandingkan:

  • Snapdragon 8 Elite (gen 1): 3.125 / 9.932
  • Exynos 2600: 2.155 / 7.788

Artinya, Snapdragon 8 Elite 2 unggul sekitar 9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} di single-core dan 15,9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} di multi-core dibanding generasi sebelumnya. Selisihnya dengan Exynos 2600 bahkan lebih lebar—sekitar 57{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} di single-core dan 47{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} di multi-core.

Mengapa Belum Maksimal?

Walau hasilnya impresif, kinerja ini belum menggambarkan kemampuan penuh Snapdragon 8 Elite 2. Clock core utamanya baru mencapai 4.0GHz dari batas maksimum 4.74GHz. Kondisi ini umum pada perangkat pra-rilis yang masih menjalani pengujian stabilitas.

Firmware final biasanya mengoptimalkan:

  • Thermal management agar clock tinggi bisa dipertahankan lebih lama
  • Voltage tuning untuk menekan konsumsi daya
  • Scheduler CPU untuk pembagian beban kerja yang lebih efisien

Spesifikasi Teknis Snapdragon 8 Elite 2

Berdasarkan bocoran industri, Snapdragon 8 Elite 2 hadir dengan konfigurasi CPU 6+2:

  • 6 core efisiensi di 3.63GHz
  • 2 core performa tinggi, salah satunya ultra-high performance core di atas 4.7GHz

Fitur unggulannya meliputi:

  1. Scalable Matrix Extensions (SME) – Meningkatkan kecepatan perhitungan AI/ML secara signifikan.
  2. GPU Adreno Gen 9 – Mendukung ray tracing generasi kedua di mobile gaming.
  3. Proses fabrikasi 3nm TSMC – Memberikan efisiensi daya lebih tinggi dibanding node 4nm.
  4. AI Engine v6 – Optimalisasi pemrosesan gambar, suara, dan natural language processing di perangkat.

Perbandingan Snapdragon 8 Elite 2 vs Exynos 2600

Fitur / Spesifikasi Snapdragon 8 Elite 2 Exynos 2600
Single-core Geekbench 6.4 3.393 2.155
Multi-core Geekbench 6.4 11.515 7.788
Proses Fabrikasi 3nm TSMC 3nm Samsung
GPU Adreno Gen 9 Xclipse Gen 3 (AMD)
AI Engine v6 + SME v5
Clock Core Utama 4.0–4.74GHz 3.2GHz
Fokus Optimasi Performa & AI Integrasi dengan Galaxy

Perbedaan paling menonjol ada di kecepatan CPU, efisiensi fabrikasi, dan dukungan instruksi AI. Meski Exynos 2600 membawa GPU hasil kolaborasi dengan AMD, keunggulan Snapdragon di optimasi game masih sulit ditandingi.

Sejarah Persaingan Snapdragon vs Exynos (2019–2025)

  • 2019–2020: Snapdragon 865/870 mengungguli Exynos 990 di efisiensi dan gaming.
  • 2021: Snapdragon 888 vs Exynos 2100 – selisih mulai menipis, tapi Snapdragon tetap unggul di suhu operasi.
  • 2022: Snapdragon 8 Gen 1 vs Exynos 2200 – debut GPU AMD Xclipse di Exynos, tapi masalah panas membuat Snapdragon unggul.
  • 2023: Snapdragon 8 Gen 2 vs Exynos 2300 – Qualcomm memimpin di semua aspek.
  • 2024: Snapdragon 8 Elite vs Exynos 2500 – gap mengecil, tapi Snapdragon tetap pilihan utama vendor global.
  • 2025: Bocoran 8 Elite 2 vs Exynos 2600 menunjukkan tren dominasi berlanjut.

Analisis Proses Fabrikasi: TSMC vs Samsung

Qualcomm memercayakan Snapdragon 8 Elite 2 pada proses 3nm TSMC yang dikenal stabil dan efisien. Sementara Samsung memproduksi Exynos 2600 dengan node 3nm miliknya sendiri.

Perbedaan utama:

  • TSMC 3nm: yield rate lebih tinggi, thermal leakage lebih rendah
  • Samsung 3nm: lebih cepat dalam inovasi node, tapi konsistensi yield masih menjadi tantangan

Keunggulan TSMC membantu Snapdragon 8 Elite 2 menjaga suhu lebih rendah saat load penuh.

Prediksi Kinerja di Game AAA Mobile

Dengan GPU Adreno Gen 9, Snapdragon 8 Elite 2 diperkirakan mampu:

  • Menjalankan game seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail pada 120fps stabil di resolusi tinggi
  • Mendukung ray tracing real-time pada judul-judul yang dioptimalkan
  • Memproses efek AI untuk adaptive graphics scaling tanpa lag signifikan

Opini Pakar

Analis industri mobile, Evan Blass, menyebut:

“Snapdragon 8 Elite 2 menunjukkan bahwa Qualcomm tidak hanya mengejar performa mentah, tapi juga berfokus pada efisiensi dan AI, dua aspek yang akan menjadi penentu dalam pengalaman pengguna smartphone flagship.”

Sementara AnandTech menilai:

“Perbedaan clock speed yang belum maksimal berarti hasil akhir bisa lebih tinggi dari bocoran saat ini.”

Dampak pada Vendor Smartphone

Vendor seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, Asus, dan OnePlus kemungkinan besar akan mengadopsi Snapdragon 8 Elite 2 untuk model flagship mereka. Alasannya:

  • Daya tarik marketing dengan skor benchmark tinggi
  • Dukungan ekosistem developer game dan aplikasi
  • Jaminan pembaruan driver GPU secara rutin

Prediksi Masa Depan Hingga 2028

Jika tren ini berlanjut:

  • 2026: Snapdragon 8 Elite 2 memimpin flagship Android
  • 2027: Qualcomm mulai mengintegrasikan NPU terpisah untuk AI on-device
  • 2028: Chipset mobile bisa menandingi performa laptop mid-range berkat efisiensi fabrikasi sub-2nm

Kesimpulan

Bocoran Geekbench telah memberi gambaran bahwa Snapdragon 8 Elite 2 adalah calon raja chipset Android 2026. Mengungguli Exynos 2600 bahkan sebelum mencapai performa penuh menunjukkan kekuatan desain dan optimasi Qualcomm.

Tantangan terbesar ada pada efisiensi daya dan pengendalian panas—dua faktor yang akan menentukan apakah dominasi ini bisa dipertahankan. Satu hal yang pasti, para penggemar teknologi sudah tak sabar menantikan debut resminya di Snapdragon Summit 23 September 2025.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button