Mulai 2026, Google akan Hentikan Steam untuk Chromebook

Dexop.com – Dunia teknologi dikejutkan oleh kabar bahwa Steam untuk Chromebook akan resmi dihentikan pada 1 Januari 2026. Keputusan ini mengakhiri perjalanan tiga tahun program beta yang awalnya digadang-gadang sebagai terobosan gaming di perangkat berbasis ChromeOS.
Langkah ini pertama kali terkuak dari laporan 9to5Google yang mencoba memasang Steam di Chromebook keluaran terbaru. Alih-alih sukses, mereka mendapati pesan resmi penghentian program beta dengan pernyataan bahwa setelah tanggal tersebut, semua game yang diinstal tidak akan lagi dapat dimainkan.
1. Kronologi Panjang Steam untuk Chromebook
Upaya membawa Steam untuk Chromebook bukanlah proses singkat. Google dan Valve sempat menebar optimisme bahwa platform ini akan membuka peluang baru bagi gamer dengan perangkat ringan.
Timeline Perjalanan Steam di ChromeOS:
-
2020 – Rumor awal muncul. Google dikabarkan bekerja sama dengan Valve untuk menghadirkan Steam di ChromeOS.
-
Maret 2022 – Peluncuran versi alpha di ajang Game Developers Conference (GDC). Hanya segelintir Chromebook dengan prosesor Intel Core i5 atau i7 generasi 11 ke atas yang bisa mencobanya.
-
November 2022 – Rilis versi beta, memperluas dukungan ke perangkat Acer, ASUS, dan Lenovo.
-
2023 – Respons pasar hangat tapi terbatas. Pengguna banyak melaporkan masalah performa dan kompatibilitas game.
-
2024 – Tidak ada pembaruan signifikan, membuat komunitas mempertanyakan komitmen Google dan Valve.
-
Agustus 2025 – Notifikasi penghentian program ditemukan oleh penguji di perangkat Chromebook baru.
-
1 Januari 2026 – Tanggal resmi penghentian dukungan.
2. Mengapa Steam untuk Chromebook Gagal?
a. Masalah Hardware
Mayoritas Chromebook menggunakan CPU hemat daya dan GPU terintegrasi yang tak cocok untuk menjalankan game berat. Game AAA modern seperti Cyberpunk 2077 atau Elden Ring nyaris tak mungkin dimainkan dengan lancar.
b. Segmentasi Pasar yang Salah
Chromebook populer di sektor pendidikan dan perkantoran, bukan di kalangan gamer hardcore. Artinya, target audiens Steam di Chromebook sejak awal sudah sempit.
c. Kompetisi dari Cloud Gaming
Layanan seperti NVIDIA GeForce Now, Xbox Cloud Gaming, dan Amazon Luna menawarkan pengalaman gaming yang jauh lebih stabil di perangkat rendah spesifikasi.
d. Minimnya Pembaruan
Sejak rilis beta pada 2022, hanya ada sedikit update besar. Masalah bug, driver grafis, dan kompatibilitas game belum diatasi secara memadai.
3. Perbandingan Chromebook vs Perangkat Gaming Lain
| Perangkat | Kekuatan Utama | Kelemahan Utama |
|---|---|---|
| Chromebook + Steam | Ringan, murah, OS cepat | Performa grafis rendah, dukungan game terbatas |
| PC Windows Gaming | Kompatibilitas game tinggi | Mahal, boros daya |
| Steam Deck | Portabilitas, optimasi Proton | Masa pakai baterai terbatas |
| Cloud Gaming di Chromebook | Tanpa kebutuhan hardware tinggi | Bergantung pada koneksi internet cepat |
4. Dampak Penghentian Steam untuk Chromebook
Bagi pengguna beta, dampaknya jelas:
-
Game yang diinstal lewat Steam di ChromeOS tidak bisa dimainkan lagi.
-
Tidak ada opsi untuk melanjutkan beta secara offline.
-
Pengguna harus beralih ke cloud gaming atau platform lain untuk bermain game PC.
5. Alternatif Gaming di Chromebook Pasca Steam
-
NVIDIA GeForce Now: Streaming game PC dari server berperforma tinggi.
-
Xbox Cloud Gaming: Akses ke pustaka Game Pass.
-
Google Play Games: Game Android yang kompatibel di layar besar.
-
Steam Link: Streaming dari PC gaming lokal.
6. Suara dari Komunitas dan Pakar
Di forum r/ChromeOS, komentar warganet beragam:
-
“Saya akan merindukan Steam di Chromebook. Meski performanya buruk, rasanya keren bisa install game PC di laptop murah.”
-
“Sejak awal ini terasa seperti eksperimen yang tidak akan berhasil.”
Pakar teknologi dari TechRadar mengatakan:
“Kegagalan Steam untuk Chromebook adalah bukti bahwa perangkat lunak hebat tidak cukup jika tidak didukung oleh perangkat keras yang memadai.”
7. Masa Depan Gaming di ChromeOS
Google memberi sinyal bahwa mereka akan fokus pada integrasi cloud gaming. Prediksi ini masuk akal mengingat:
-
Cloud gaming menghilangkan hambatan hardware.
-
Chromebook unggul di konektivitas internet.
-
Pasar cloud gaming global diperkirakan tumbuh 45{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dalam 5 tahun ke depan.
8. Peluang dan Tantangan ke Depan
-
Peluang: Kerja sama dengan NVIDIA atau Microsoft untuk integrasi layanan streaming langsung di ChromeOS.
-
Tantangan: Meningkatkan infrastruktur internet di negara-negara berkembang agar cloud gaming bisa diakses dengan lancar.
9. Kesimpulan
Penghentian Steam untuk Chromebook adalah akhir dari sebuah eksperimen teknologi yang penuh harapan namun terbatas realisasinya. Meski demikian, ini bukan akhir dari potensi gaming di ChromeOS—hanya arah strateginya yang berubah, dari native gaming ke cloud gaming.




