Aplikasi

YouTube Shorts Kini Lebih Menguntungkan, Pendapatan Lampaui Video Panjang — Kreator Mulai Beralih?

×

YouTube Shorts Kini Lebih Menguntungkan, Pendapatan Lampaui Video Panjang — Kreator Mulai Beralih?

Sebarkan artikel ini
YouTube Shorts Kini Lebih Menguntungkan, Pendapatan Lampaui Video Panjang — Kreator Mulai Beralih?

Dexop.com – YouTube Shorts resmi memasuki fase baru: bukan lagi fitur pelengkap, bukan sekadar tandingan TikTok, tapi kini berubah menjadi mesin uang utama YouTube. Untuk pertama kalinya sejak fitur video pendek itu diluncurkan pada 2020 lalu, YouTube mengonfirmasi bahwa Shorts menghasilkan pendapatan lebih tinggi per jam tonton dibanding video panjang tradisional.

Pengumuman ini datang langsung dari petinggi Alphabet dalam laporan pendapatan kuartal III-2025. Dan seperti yang sudah bisa ditebak, kabar ini mengguncang industri kreator global: jika sebelumnya kreator fokus membuat video 8–12 menit demi RPM lebih tinggi, kini strategi itu dipertanyakan.

Sementara itu, algoritma YouTube pun semakin agresif mendorong konsumsi YouTube Shorts, membuat ekosistem periklanan berubah haluan, dan membuka babak baru monetisasi video pendek yang semakin kompetitif—bahkan bagi TikTok.

Artikel lengkap berikut membahas lanskap terbaru, data resmi Alphabet, efek ke ekosistem kreator, hingga bagaimana perubahan perilaku penonton remaja mempengaruhi peta industri. Semua dikemas dalam gaya detikinet: cepat, padat, dan tetap nakal kalau perlu.

Shorts Resmi Lebih Cuan daripada Video Panjang

Pengakuan monumental ini datang dari Sundar Pichai, CEO Google, saat memaparkan laporan pendapatan Alphabet Q3-2025.

“Di Amerika Serikat, Shorts kini menghasilkan pendapatan per jam tonton yang lebih besar dari in-stream tradisional di YouTube,” ujar Pichai.

Singkat, tapi fatal. Terutama bagi kreator yang selama ini hidup dari video panjang. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa model monetisasi YouTube Shorts yang selama setahun terakhir dipertanyakan—akhirnya membayar.

YouTube memang tidak membeberkan angka persis RPM untuk Shorts. Tetapi sinyalnya jelas: iklan video pendek sudah menyalip model iklan pra-tayang video panjang.

Itu artinya:

  • Advertiser semakin betah menempatkan anggaran ke Shorts

  • Konsumsi konten pendek tumbuh lebih cepat daripada video panjang

  • Algoritma rekomendasi YouTube semakin memprioritaskan konten vertikal

Dengan kata lain, Shorts bukan pelengkap — tapi gacoan baru YouTube.

Kunci Sukses Shorts: Rekomendasi Makin Galak + Gemini AI

Kesuksesan ini tidak terjadi tiba-tiba. Menurut Phillip Schindler, Chief Business Officer Google, rahasia terbesar ada pada algoritma rekomendasi YouTube yang kini ditenagai model AI Gemini.

Schindler menyebut dua hal:

  1. Waktu tonton Shorts tumbuh signifikan, jauh lebih cepat daripada tahun-tahun sebelumnya.

  2. Sistem rekomendasinya makin tajam dalam membaca kebiasaan pengguna sehingga konten lebih mudah ditemukan.

“Sistem rekomendasi kami mendorong pertumbuhan waktu tonton yang kuat di area monetisasi utama kami, seperti Shorts dan Living Room,” kata Schindler.

Integrasi Gemini AI membuat YouTube semakin pintar mengenali pola perilaku, ketertarikan, lokasi, hingga preferensi waktu konsumsi. Hasilnya adalah feed YouTube Shorts yang terasa semakin personal dan adiktif.

Jadi, kalau scrolling Shorts sekarang terasa seperti “ah ini video gue banget,” itu bukan kebetulan. Itu AI bekerja keras.

Mengapa Remaja Jadi Kunci Monetisasi? Data Survei Mengungkap Banyak Hal

Pergantian strategi monetisasi YouTube juga didukung fakta menarik dari perilaku penonton muda di Amerika Serikat.

Survei Pecise TV tahun 2025 menunjukkan:

  • 51{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} remaja laki-laki AS membeli produk setelah melihat iklan di YouTube Shorts

  • Bandingkan dengan TikTok yang hanya 44{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}

  • Untuk remaja perempuan, angkanya 43{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} lewat Shorts

  • TikTok sedikit di bawah, yaitu 41{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}

Tidak cukup sampai di situ:

  • 18{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} remaja meminta orang tuanya membeli produk yang mereka lihat di Shorts

  • 66{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} remaja rutin menonton YouTube Shorts

  • 18{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} dari mereka menonton lebih dari 1,5 jam per hari

Ini jelas menjelaskan kenapa Shorts makin laris di mata pengiklan.

Remaja adalah pasar paling mudah dipengaruhi, paling impulsif, dan paling rajin belanja lewat rekomendasi visual. Jadi ketika data menunjukkan efektivitas iklan Shorts melebihi TikTok, otomatis brand-brand langsung memindahkan anggaran.

Dan YouTube hanya butuh satu hal: memantapkan monetisasi YouTube Shorts sebagai kanal penjualan.

Mission accomplished.

AI Video Generator Veo 3 Ikut Mempercepat Ekosistem Shorts

Satu hal lain yang mempercepat pertumbuhan ini adalah hadirnya Veo 3, generator video AI terbaru di ekosistem YouTube. Fitur ini membuat kreator bisa memproduksi video pendek berkualitas tinggi tanpa proses produksi rumit.

Implikasinya besar:

  • Kreator pemula bisa langsung “tampil keren”

  • Proses pembuatan konten jadi cepat

  • Kuantitas video meningkat

  • Eksperimen format jadi lebih mudah

  • Feed Shorts makin ramai dan variatif

Dengan Veo 3, YouTube seperti ingin berkata: “bikin lebih banyak, lebih cepat, dan biar algoritma mengurus sisanya.”

Kombinasi YouTube Shorts + Veo 3 + Gemini adalah formula agresif yang mendorong pertumbuhan monetisasi dalam skala besar.

Kontribusi YouTube ke Pendapatan Alphabet: Angka yang Bikin Geleng Kepala

Alphabet mencatat pendapatan US$100 miliar (Rp 1.668 triliun) pada kuartal Juli–September 2025. Angka ini merupakan rekor sepanjang sejarah perusahaan.

Dari jumlah itu:

  • YouTube Ads berkontribusi US$10,3 miliar (Rp 171 triliun)
    ↳ Tumbuh 15{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} dibanding Q3-2024

  • YouTube Subscription (Music, Premium, TV) menyumbang US$12,9 miliar (Rp 215 triliun)
    ↳ Tumbuh 21{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} YoY

Google mengonfirmasi bahwa pelanggan berbayar kini lebih banyak menghasilkan pendapatan daripada pengguna gratisan. Namun, YouTube tetap mempertahankan model hybrid: gratis + iklan dan berbayar + tanpa iklan.

Pada titik ini, YouTube sudah seperti:

  • platform nonton

  • platform musik

  • platform TV berlangganan

  • platform kreator

  • platform iklan

  • platform streaming

  • platform video pendek

Bayangkan, satu platform mengisi tujuh ekosistem sekaligus.

Tidak heran pendapatan mereka terus naik.

Fitur Collab dan Dorongan Kreator untuk Menjelajah Era Shorts

Supaya ekosistem kreator tetap hidup, YouTube memperkuat fitur Collab, fitur remix ala TikTok yang memungkinkan kreator membuat duet atau reaksi terhadap video lain.

Strategi ini jelas:

  • permudah kreator memproduksi konten

  • permudah konten viral menyebar lebih cepat

  • permudah tren berkembang

  • permudah pengguna tetap bertahan di ekosistem Shorts

Fitur Collab ini juga menjadi sinyal bahwa YouTube benar-benar ingin menggarap dunia video pendek secara serius, bukan sekadar “ya sudah ada.”

YouTube Pertahankan Predikat Platform Nomor 1 Berdasarkan Waktu Tonton

Data Nielsen selama dua tahun terakhir menunjukkan satu hal:

👉 YouTube masih platform nomor satu di Amerika Serikat berdasarkan total waktu tonton video.

Ini mencakup:

  • YouTube Shorts

  • Video panjang

  • YouTube Live

  • Konten musik

  • YouTube TV di ruang keluarga

YouTube bukan sekadar menang di smartphone—mereka menang di ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, dan bahkan dashboard mobil.

Pendeknya, dari layar vertikal sampai layar 75 inci, YouTube menguasai semuanya.

Pengaruh XL Axiata dan Operator Asia ke Pertumbuhan Shorts

Di beberapa pasar Asia, termasuk Indonesia, YouTube mendapatkan dorongan kecil tapi konsisten dari operator seluler.

Contohnya adalah XL Axiata yang memberikan akses YouTube Shorts gratis 1 jam per hari dalam beberapa paket data.

Sekilas terlihat biasa, tapi efeknya signifikan:

  • pengguna makin sering buka YouTube Shorts

  • waktu tonton naik

  • konsumsi konten pendek meningkat

  • peluang iklan bertambah

  • kreator makin aktif produksi konten

  • pengiklan makin percaya diri berinvestasi

Artinya, pertumbuhan YouTube Shorts tidak hanya terjadi secara organik—ada faktor eksternal yang ikut mendorong.

Kenapa Shorts Semakin Melaju? Perubahan Perilaku Manusia

Ada alasan mendasar kenapa YouTube Shorts mengalahkan video panjang:

1. Waktu perhatian manusia makin pendek

Banyak riset menunjukkan attention span pengguna digital semakin cepat bosan.

2. Konsumsi video pendek lebih mudah dicerna

Tidak butuh 10 menit fokus. Cukup 20–40 detik.

3. Lebih cocok untuk mobile-first market

Mayoritas penonton global menggunakan smartphone.

4. Lebih mudah di-share

Shorts bisa viral dalam hitungan jam.

5. Algoritma semakin pintar

Satu like saja bisa mengubah seluruh feed.

6. Konten pendek lebih murah diproduksi

Tidak perlu kamera mahal, tidak perlu editing rumit.

7. Monetisasi makin kuat

Ketika RPM Shorts naik, kreator ikut berbondong-bondong pindah.

Kesamaan semua faktor ini membuat ekosistem YouTube Shorts tampak seperti “perfect storm”—sebuah badai sempurna yang menggeser budaya konsumsi video global.

Apa Artinya untuk Kreator?

Dalam jangka pendek:

✅ lebih mudah viral
✅ lebih mudah dapat views
✅ lebih mudah memproduksi konten
✅ potensi brand deals meningkat
✅ algoritma memperlakukan kreator lebih adil

Namun, dalam jangka panjang:

⚠️ kompetisi makin brutal
⚠️ konten makin seragam
⚠️ ekspektasi produksi makin tinggi
⚠️ kreator harus kreatif agar tidak tenggelam

Meski begitu, dengan monetisasi YouTube Shorts yang kini lebih tinggi per jam tonton, banyak kreator mulai mempertimbangkan pergeseran dari video panjang ke video pendek—atau minimal hybrid.

Kesimpulan: Era Keemasan YouTube Shorts Baru Saja Dimulai

Perubahan besar yang sedang terjadi ini bukan sekadar tren sesaat. Data, perilaku pengguna, AI, hingga strategi internal Alphabet menunjukkan bahwa:

✅ Shorts akan menjadi mesin pendapatan utama YouTube
✅ Video panjang tetap relevan, tetapi bukan satu-satunya tumpuan
✅ Kreator harus adaptif terhadap era konten pendek
✅ Pengiklan semakin yakin untuk menghabiskan anggaran ke Shorts
✅ AI seperti Gemini & Veo 3 akan mempercepat produksi konten

Dengan kata lain, YouTube Shorts telah menjelma menjadi tulang punggung baru ekosistem YouTube. Dari fitur pelengkap, kini ia berdiri sejajar—bahkan mengungguli—video panjang yang selama 15 tahun menjadi fondasi platform ini.

Jika laju pertumbuhan Shorts tetap seperti sekarang, bukan tidak mungkin dalam dua tahun ke depan pendapatan Shorts akan menjadi kontributor terbesar YouTube secara global.

Dan ketika itu terjadi, lanskap kreator dunia akan memasuki babak baru.

Babak era video ultra-pendek.

Yang artinya hanya satu:
Siapa yang beradaptasi, dialah yang bertahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *