Software

XOC BIOS 2.000W untuk ASUS RTX 5090D Muncul: Inovasi Gila atau Risiko Nyata?

×

XOC BIOS 2.000W untuk ASUS RTX 5090D Muncul: Inovasi Gila atau Risiko Nyata?

Sebarkan artikel ini
XOC BIOS 2.000W untuk ASUS RTX 5090D Muncul: Inovasi Gila atau Risiko Nyata?

Dexop.com — Dunia overclocking kembali dihebohkan dengan kemunculan BIOS ekstrem untuk kartu grafis flagship terbaru, ASUS ROG Astral RTX 5090D. Terpantau dalam database TechPowerUp, BIOS bertipe XOC (Extreme OverClocking) ini memungkinkan batas daya kartu mencapai angka 2.001 watt, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan batas TDP standar 575 watt.

BIOS ini bukan main-main. Ia didesain untuk melampaui batas performa normal dan mengangkat potensi RTX 5090D ke level yang tidak bisa dijangkau oleh pengguna biasa. Tapi pertanyaannya: untuk siapa sebenarnya BIOS ini dibuat?

Mengenal BIOS XOC dan Apa yang Membuatnya “Berbahaya”

BIOS XOC adalah firmware khusus yang dirancang untuk membuka semua batasan daya dan voltase kartu grafis. Dalam konteks RTX 5090D, BIOS ini menghapus kendala TDP standar dan memungkinkan pengguna memompa daya hingga 2.001 watt—jumlah energi yang setara dengan pengering rambut industri atau satu unit pemanas ruangan.

Langkah ini tentu tidak dilakukan sembarangan. BIOS XOC hanya digunakan dalam dunia overclocking ekstrem, di mana pencapaian rekor dunia performa GPU menjadi tujuannya.

Namun, apa dampaknya bagi pengguna umum?

Risiko Besar, Imbalan Besar (Jika Berhasil)

Memasang BIOS XOC bukan hanya sekadar update firmware. Ini adalah tindakan yang:

  • Menghapus garansi secara permanen.
  • Berpotensi merusak komponen GPU dan bahkan sistem PSU.
  • Membutuhkan sistem pendingin custom watercooling, atau dalam banyak kasus, liquid nitrogen (LN2).
  • Hanya bisa dimanfaatkan oleh pengguna dengan pengetahuan teknis tingkat tinggi.

Tanpa sistem daya dan pendingin yang memadai, menggunakan BIOS ini ibarat “membakar uang” secara harfiah.

Perbandingan: TDP Standar vs XOC BIOS

Parameter RTX 5090D (Default) RTX 5090D (BIOS XOC)
TDP (Thermal Design Power) 575 Watt 2.001 Watt
Konektor Daya 12V-2×6 (standard) 12V-2×6 fuse custom / PSU modifikasi
Pendingin Triple Fan / Hybrid Watercooling / LN2
Garansi Aktif Hangus (void)
Pengguna Gamer / Pro User Overclocker ekstrem

Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa BIOS XOC bukan dibuat untuk pengguna biasa. Bahkan untuk content creator profesional pun, mode ini dianggap terlalu ekstrem dan tidak relevan dengan kebutuhan harian mereka.

ASUS ROG Astral RTX 5090D: Si Monster Baru di Dunia GPU

ASUS ROG Astral RTX 5090D sendiri adalah salah satu GPU NVIDIA RTX 50 Series yang paling ambisius. Ditenagai arsitektur Blackwell, RTX 5090D membawa:

  • Jumlah core CUDA tertinggi di kelas konsumen
  • Memori GDDR7 berkecepatan tinggi
  • Sistem pendingin custom vapor chamber + fan axial
  • Konektivitas dengan kabel 12V-2×6 terbaru
  • TDP default yang sudah sangat tinggi: 575W

Dengan spesifikasi tersebut, bahkan tanpa BIOS XOC, RTX 5090D sudah dianggap monster oleh komunitas teknologi. Maka, kehadiran BIOS XOC seolah membawa kartu ini ke dimensi baru.

Fitur Tambahan: Mode Undervolt untuk Eksperimen Efisiensi

Menariknya, BIOS XOC ini tidak hanya soal “gas pol” performa. Ia juga membuka kemungkinan eksperimen sebaliknya: undervolt ekstrem. Dalam mode ini, TDP bisa diturunkan hingga 400W atau sekitar 80{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dari default, untuk:

  • Meningkatkan efisiensi daya
  • Menurunkan suhu kerja GPU
  • Menciptakan sistem silent cooling

Bagi para penggemar efisiensi ekstrem dan tuning voltase, fitur ini menjadi bonus tak terduga yang membuka peluang eksperimen unik—dari sisi hemat energi, bukan hanya performa brutal.

Komunitas Overclocking: Ajang Pamer Keahlian dan Eksperimen Teknologi

BIOS semacam ini biasanya digunakan oleh komunitas overclocker profesional di ajang kompetisi global seperti HWBOT, Galax OC World Cup, atau event internal ASUS ROG.

Para overclocker ini umumnya:

  • Menggunakan liquid nitrogen (LN2) untuk menurunkan suhu hingga di bawah -100°C
  • Memodifikasi sistem kelistrikan dan konektor secara manual
  • Menargetkan pencapaian frekuensi clock tertinggi atau skor benchmark tertinggi di dunia

Bagi mereka, BIOS XOC adalah alat tempur, bukan fitur tambahan.

Peringatan untuk Pengguna Umum: Jangan Coba-Coba Jika Tak Siap

Bagi Anda para gamer, editor video, atau pengguna PC biasa: hindari BIOS ini kecuali Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan.

Memasang BIOS XOC bisa menyebabkan:

  • GPU gagal booting
  • Overcurrent hingga merusak motherboard
  • Sistem mati total (dead GPU)
  • Resiko kebakaran jika power delivery tidak memadai

ASUS dan produsen lainnya tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan akibat penggunaan BIOS tak resmi seperti ini.

Opini: Inovasi Gila atau Sekadar Gimik?

Dalam dunia teknologi, batas antara inovasi dan gimik sering kali tipis. Kehadiran BIOS XOC 2.000W ini memunculkan debat:

  • Apakah ini bentuk pushing the limit dalam teknologi GPU?
  • Atau sekadar pamer kekuatan ekstrem tanpa relevansi praktis?

Sebagian melihat ini sebagai pencapaian teknik luar biasa, menunjukkan potensi sejati RTX 5090D. Namun bagi lainnya, ini adalah sinyal kegilaan industri yang mendorong daya hingga titik tak rasional—di saat dunia justru menuntut efisiensi energi dan keberlanjutan.

Teknologi Canggih, Tapi Tidak Untuk Semua

Kehadiran BIOS XOC 2.001W untuk ASUS ROG Astral RTX 5090D menandai babak baru dalam dunia overclocking. Ini adalah teknologi yang luar biasa, namun juga penuh risiko.

Bagi overclocker dan kolektor GPU high-end, ini adalah alat eksperimental yang menggoda. Tapi bagi pengguna harian, ini bukan sesuatu yang bisa (atau harus) dicoba.

Ingat: teknologi ekstrem membutuhkan tanggung jawab ekstrem pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *