Dexop.com – Xiaomi akhiri dukungan HyperOS 2 secara resmi dan kini sepenuhnya memusatkan pengembangan sistem operasi miliknya pada HyperOS 3, yang akan dibangun di atas Android 16. Langkah ini menandai transisi penting dalam strategi software Xiaomi, sekaligus mengisyaratkan percepatan roadmap teknologi mereka untuk tahun-tahun mendatang.
Keputusan ini diumumkan melalui forum internal Feedback Xiaomi dan telah dikonfirmasi oleh tim pengembang perusahaan. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pembaruan fitur atau peningkatan besar untuk HyperOS 2, karena semua perangkat yang memenuhi syarat telah menerima pembaruan terakhirnya.
Kini, perhatian penuh tim Xiaomi tertuju pada HyperOS 3, sistem operasi generasi baru yang dijanjikan membawa pembaruan signifikan dalam hal kelancaran antarmuka, efisiensi daya, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam.
Xiaomi Akhiri Dukungan HyperOS 2: Alasan dan Dampaknya
Langkah Xiaomi mengakhiri dukungan HyperOS 2 sesungguhnya bukan kejutan. Perusahaan asal Tiongkok ini memiliki siklus pembaruan sistem operasi yang cukup terstruktur dan disiplin. Setelah menggulirkan update HyperOS 2 ke seluruh perangkat eligible, mereka memutuskan untuk menghentikan pengembangan lebih lanjut demi efisiensi sumber daya.
Beberapa faktor utama yang melatarbelakangi keputusan Xiaomi akhiri dukungan HyperOS 2 antara lain:
- Efisiensi pengembangan: Mengelola dua basis sistem operasi sekaligus bukan hal mudah, terutama saat mengarah ke rilis besar seperti Android 16.
- Fokus peningkatan UX/UI: Xiaomi menilai bahwa pengembangan sistem perlu fokus pada peningkatan pengalaman pengguna (user experience), yang hanya bisa dicapai bila konsentrasi difokuskan pada satu versi utama.
- Persiapan peluncuran HyperOS 3 yang masif: Dengan basis Android 16 dan fitur AI generatif, Xiaomi ingin membuat lompatan besar seperti yang dilakukan Apple dengan iOS 18 dan Samsung dengan One UI 7.
Fokus ke HyperOS 3: Janji Peningkatan Besar-besaran
Dengan seluruh sumber daya kini dialihkan ke HyperOS 3, Xiaomi menjanjikan peningkatan menyeluruh di hampir semua aspek:
- Kelancaran animasi dan transisi UI
- Responsivitas sistem yang lebih instan
- Desain visual yang lebih modern dan intuitif
- Efisiensi daya yang lebih optimal
- Integrasi AI untuk fitur-fitur cerdas
Beberapa bocoran pengembangan menyebutkan bahwa HyperOS 3 akan mengadopsi AI secara mendalam, dari pengenalan wajah pintar hingga pengaturan notifikasi otomatis berbasis kebiasaan pengguna. Ini juga akan mencakup peningkatan sistem rekomendasi dalam galeri foto, pengaturan baterai adaptif, serta asisten virtual yang lebih proaktif.
Selain itu, antarmuka HyperOS 3 juga dirumorkan akan membawa desain lebih clean dan konsisten, mengikuti tren minimalis dengan warna-warna lembut dan ikonografi baru.
Nama Baru: HyperOS 26, Ikuti Kalender Tahunan?
Menariknya, Xiaomi disebut-sebut akan menyematkan penamaan baru: HyperOS 26, yang merujuk pada tahun peluncurannya—2026. Ini akan menyamakan strategi penamaan dengan banyak vendor seperti Samsung yang memakai “One UI 6” untuk Android 14 dan Apple dengan iOS 17 untuk 2023.
Strategi ini akan membantu konsumen memahami generasi sistem operasi secara lebih intuitif. Bila benar, maka HyperOS 26 akan menjadi HyperOS 3 versi publik yang disesuaikan untuk peluncuran massal tahun depan.
9 Perangkat Xiaomi Akan Kehilangan Dukungan Keamanan pada September 2025
Dalam pergeseran fokus ini, Xiaomi juga mengumumkan bahwa sembilan perangkatnya akan menerima pembaruan keamanan terakhir pada September 2025. Setelah itu, tidak akan ada lagi dukungan resmi, termasuk patch keamanan maupun pembaruan sistem.
Berikut adalah daftar perangkat yang dimaksud:
- Redmi A1 dan A1+
- Poco C50
- Xiaomi 11T dan 11T Pro
- Mi 11 Lite 5G NE
- Mi 11 LE
- Poco M5
- Redmi 11 Prime 4G
Kebanyakan dari perangkat ini telah mendapatkan dukungan pembaruan selama tiga hingga empat tahun, sesuai dengan kebijakan lifecycle software Xiaomi. Beberapa seperti Xiaomi 11T Pro merupakan flagship lawas yang sudah mendapatkan lebih dari dua pembaruan OS mayor.
Pengguna perangkat ini akan tetap bisa menggunakannya seperti biasa, namun tanpa jaminan keamanan dan fitur baru dari Xiaomi.
Apa Artinya bagi Pengguna Saat Ini?
Bagi pengguna perangkat Xiaomi yang sudah mendapatkan HyperOS 2, maka tidak perlu khawatir secara langsung. Sistem akan tetap berjalan, namun tidak akan ada fitur baru atau peningkatan UI lebih lanjut. Hanya perbaikan minor dan patch keamanan (jika masih dalam periode dukungan) yang mungkin diluncurkan.
Namun, bagi pengguna yang menginginkan fitur terbaru dan pengalaman Android modern yang optimal, maka bersiaplah untuk upgrade ke perangkat yang akan mendukung HyperOS 3.
Kabar baiknya, Xiaomi memastikan bahwa HyperOS 3 akan dirilis untuk sejumlah perangkat eksisting, khususnya yang dirilis sejak pertengahan 2023 ke atas. Salah satu kandidat kuat adalah Redmi Note 13 series, yang disebut-sebut menjadi penerima awal HyperOS 3.
Daftar Perangkat yang Diperkirakan Mendapatkan HyperOS 3
Meski Xiaomi belum merilis daftar resmi, berikut adalah prediksi perangkat yang kemungkinan besar akan mendapatkan pembaruan ke HyperOS 3 / HyperOS 26:
- Xiaomi 14 dan 14 Pro
- Redmi Note 13, 13 Pro, 13 Pro+
- Poco F5 dan F5 Pro
- Xiaomi Pad 6 series
- Redmi K70 series
- Poco X6 dan X6 Pro
- Xiaomi Mix Fold 3
Perangkat yang diluncurkan pada akhir 2024 hingga awal 2025 juga kemungkinan akan langsung menggunakan HyperOS 3 sejak awal peluncurannya.
Strategi Xiaomi: Lebih Cepat, Lebih Fokus
Dengan keputusan bahwa Xiaomi akhiri dukungan HyperOS 2, perusahaan ini tampaknya ingin meniru pendekatan perusahaan besar seperti Apple dan Samsung yang fokus pada satu sistem versi utama dan menghindari fragmentasi internal.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Xiaomi berusaha mengejar ketertinggalan dalam konsistensi antarmuka pengguna, stabilitas sistem, dan jaminan pembaruan panjang—hal-hal yang selama ini menjadi sorotan di ekosistem Android.
Mengingat Xiaomi kini menjadi brand Android nomor 3 global setelah Samsung dan Apple, keputusan ini bisa menjadi peningkatan kredibilitas di mata pengguna yang semakin cerdas dan menuntut dukungan software jangka panjang.
Transisi Menuju Android 16: Peluang dan Tantangan
Dengan HyperOS 3 berbasis Android 16, Xiaomi berada di jalur transformasi besar. Android 16 dirumorkan akan membawa banyak peningkatan privasi, notifikasi cerdas, dan dukungan AI di tingkat sistem.
Ini memberikan peluang besar bagi Xiaomi untuk menanamkan inovasi yang lebih dalam ke sistem operasi miliknya. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan stabilitas sistem dan kompatibilitas antarmuka mereka dengan core Android yang baru, apalagi Xiaomi punya antarmuka kustomisasi yang sangat kompleks.
Saran untuk Pengguna: Apakah Perlu Upgrade?
Bila Anda masih menggunakan perangkat Xiaomi dengan HyperOS 2 dan merasa performa masih memuaskan, tidak ada urgensi untuk melakukan upgrade segera. Namun jika Anda:
- Ingin dukungan AI canggih yang akan hadir di HyperOS 3
- Sering menggunakan fitur-fitur sistem terbaru
- Ingin jaminan patch keamanan lebih lama
- Atau sudah merasa perangkat Anda mulai melambat
Maka mempertimbangkan upgrade ke perangkat baru Xiaomi yang akan menerima HyperOS 3 bisa jadi pilihan bijak.
Penutup: Xiaomi Siap Bersaing di Era Android 16
Keputusan Xiaomi akhiri dukungan HyperOS 2 adalah bagian dari strategi besar untuk memantapkan posisi di pasar Android global. Dengan seluruh fokus kini dialihkan ke HyperOS 3 berbasis Android 16, Xiaomi ingin memastikan bahwa perangkatnya tidak hanya unggul dalam spesifikasi, tetapi juga dalam pengalaman software.
Dengan pendekatan ini, Xiaomi berupaya menyelaraskan kualitas hardware dengan dukungan software yang konsisten dan masa pakai perangkat yang lebih panjang. Ini akan menjadi nilai jual utama di tengah persaingan brand-brand Android lain yang juga mulai serius dalam urusan pembaruan sistem.
Pengguna hanya perlu menunggu waktu, hingga HyperOS 3 diluncurkan resmi, kemungkinan besar menjelang kuartal pertama 2026. Apakah ini akan menjadi langkah sukses? Semua tergantung pada seberapa baik Xiaomi memenuhi janjinya kali ini.












