Dexop.com – Pasar smartphone flagship 2025 kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada Vivo X200 Ultra, perangkat terbaru dari Vivo yang baru saja mengukir prestasi membanggakan di ajang uji kamera bergengsi DXOMARK. Dengan skor total 167 poin, Vivo X200 Ultra sukses menempatkan dirinya di posisi kedua peringkat global, hanya terpaut tipis dari Oppo Find X8 Ultra yang berada di puncak.
Skor ini bukan sekadar angka. Ia mencerminkan lompatan besar Vivo dalam teknologi fotografi mobile, sekaligus menjadi sinyal bahwa brand ini siap menantang dominasi raksasa kamera smartphone lain seperti Apple, Samsung, dan Huawei. Tak hanya mengandalkan spesifikasi kertas, Vivo X200 Ultra membuktikan keunggulannya di lapangan, baik untuk foto maupun video, siang maupun malam.
Prestasi DXOMARK: Dekat ke Puncak, Jauh Tinggalkan Rival
Dalam pengujian DXOMARK, Vivo X200 Ultra mengantongi 173 poin untuk fotografi dan 156 poin untuk video. Perolehan ini menempatkannya di atas banyak nama besar di industri, termasuk seri iPhone 16 Pro Max, Samsung Galaxy S25 Ultra, dan Xiaomi 15 Ultra.
Jika dibandingkan dengan flagship sebelumnya, peningkatan ini tergolong signifikan. Vivo tidak hanya memperbaiki kualitas sensor, tetapi juga mengoptimalkan pemrosesan gambar lewat algoritma AI generasi baru.
DXOMARK menyoroti beberapa aspek unggulan Vivo X200 Ultra:
- Kualitas foto potret yang mendekati DSLR
- Zoom periskop 200MP dengan detail luar biasa
- Kamera ultra-wide yang tajam tanpa distorsi signifikan
- Performa low-light yang konsisten di semua lensa
Keunggulan ini menjadi bukti bahwa Vivo telah memposisikan X200 Ultra sebagai perangkat yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan fotografer profesional maupun pengguna harian yang menginginkan hasil maksimal.
Lensa Utama 35mm: Rahasia Foto Potret Memukau
Salah satu kunci kesuksesan Vivo X200 Ultra ada pada lensa utama setara 35mm. DXOMARK menilai focal length ini memberikan perspektif natural sekaligus menghasilkan pemisahan subjek dan latar belakang yang halus.
Dalam mode potret, wajah subjek terlihat jelas dengan kontras tepat dan warna kulit alami. Efek bokeh yang dihasilkan pun tidak terasa buatan—mengalir natural layaknya hasil jepretan lensa kamera mirrorless atau DSLR. Bahkan, dalam kondisi latar belakang yang rumit, seperti rambut yang terurai atau ranting pohon, segmentasi subjek tetap presisi.
Vivo tampaknya benar-benar memanfaatkan kekuatan AI Portrait Engine generasi baru untuk memperbaiki deteksi tepi dan mengeliminasi artefak yang sering muncul pada kompetitor. Hasilnya, mode potret di X200 Ultra menjadi salah satu yang terbaik di pasaran saat ini.
Zoom Periskop 200MP: Jernih hingga 10x Perbesaran
Jika Anda termasuk tipe pengguna yang gemar memotret objek jarak jauh, fitur zoom periskop 200MP pada Vivo X200 Ultra akan terasa seperti keajaiban teknologi.
Dalam kondisi pencahayaan optimal, zoom optik hingga 10x tetap mempertahankan ketajaman dan detail, tanpa efek “pencucian” warna yang kerap terjadi di smartphone lain.
Menariknya, performa zoom tetap terjaga di kondisi cahaya rendah. Memang, detail mulai berkurang setelah 5x perbesaran dalam situasi minim cahaya, namun kualitas keseluruhan tetap bisa diandalkan. DXOMARK juga mencatat bahwa kamera telephoto periskop ini menghasilkan video yang stabil dengan warna hidup, meski noise lebih terasa di area gelap.
Kamera Ultra-Wide: Luas Tanpa Distorsi
Tidak banyak kamera ultra-wide di smartphone yang mampu mempertahankan kualitas gambar merata dari tengah hingga sudut frame. Vivo X200 Ultra termasuk salah satu pengecualian.
Lensa ultra-wide-nya mampu menghasilkan foto dengan distorsi minimal, ketajaman konsisten, dan warna akurat. Bahkan pada kondisi cahaya redup, performa lensa ultra-wide ini masih cukup impresif, walau detail sedikit menurun dibanding lensa utama.
Video 4K 120fps: Stabil dan Natural
Beralih ke sektor video, Vivo X200 Ultra mengandalkan lensa utama dengan kemampuan rekam 4K pada 120fps, lengkap dengan teknologi Hybrid Stabilization yang menggabungkan OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS (Electronic Image Stabilization).
Dalam pengujian DXOMARK, transisi fokus dan eksposur berjalan mulus tanpa perubahan mendadak yang mengganggu. Warna tetap hidup dan natural, baik di dalam ruangan maupun luar ruangan.
Stabilisasi saat perekaman handheld juga terbilang mumpuni. Meski masih ada sedikit guncangan residual ketika berjalan, hal ini tidak mengurangi kualitas keseluruhan. Bahkan video dari lensa telephoto dan ultra-wide tetap berkualitas, terutama saat pengambilan di kondisi cahaya terang.
Performa Low-Light: Tantangan yang Berhasil Ditaklukkan
Salah satu tantangan terbesar dalam fotografi mobile adalah menjaga kualitas gambar di kondisi cahaya rendah. Vivo X200 Ultra membuktikan diri sebagai salah satu perangkat yang mampu menghadapi tantangan ini.
Lensa utama menghasilkan foto minim noise dengan detail yang terjaga, bahkan pada ISO tinggi. Mode malamnya pun tidak terlalu agresif dalam mencerahkan gambar, sehingga tetap mempertahankan suasana alami.
Strategi Vivo: Fokus pada Fotografi Kelas Profesional
Dengan keberhasilan Vivo X200 Ultra di DXOMARK, Vivo semakin mempertegas posisinya sebagai brand yang berfokus pada fotografi premium. Strategi ini mirip dengan pendekatan Huawei di masa jayanya, namun dengan sentuhan yang lebih modern dan adaptif pada tren AI fotografi.
Menurut analis industri, keberhasilan ini juga akan memengaruhi tren pasar. Konsumen mulai mencari smartphone bukan hanya berdasarkan performa prosesor, tetapi juga kapabilitas kamera. Dengan demikian, Vivo punya peluang untuk merebut pangsa pasar dari Samsung dan Apple, terutama di segmen kreator konten.












