Dexop.com – vivo merilis Sustainability Report 2024 yang menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mendorong keberlanjutan global. Laporan tahunan ini menandai tonggak penting perjalanan 30 tahun vivo di industri teknologi, sekaligus mempertegas strategi perusahaan dalam menggabungkan inovasi, tanggung jawab lingkungan, dan keterlibatan sosial.
Dalam laporan tersebut, vivo Sustainability Report 2024 mencatat pencapaian monumental: perusahaan berhasil menghasilkan lebih dari 6.000 MWh energi bersih dan mendaur ulang 547 ton kemasan sepanjang tahun 2024. Pencapaian ini menegaskan posisi vivo sebagai salah satu perusahaan teknologi yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi strategis bisnis.
“Di usia tiga puluh, vivo menjadi versi yang lebih baik melalui semangat menciptakan nilai bagi pengguna dan membangun fondasi untuk kesuksesan jangka panjang,” ujar Shen Wei, Pendiri dan CEO vivo.
Energi Bersih dan Komitmen Lingkungan
Salah satu sorotan utama dari vivo Sustainability Report 2024 adalah capaian di bidang energi bersih. Melalui instalasi fotovoltaik internal, vivo berhasil menghasilkan 6.016,3 MWh listrik ramah lingkungan. Dampak positifnya, perusahaan mampu mengurangi 3.600 ton emisi CO₂, sebuah kontribusi signifikan terhadap upaya global melawan perubahan iklim.
Selain itu, vivo juga menerapkan program Green Symbiosis, yakni strategi produksi berkelanjutan yang mengedepankan material ramah lingkungan:
-
74,76 ton material berbasis hayati digunakan dalam proses produksi.
-
30{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} kaca daur ulang dimanfaatkan untuk perangkat baru.
-
Rantai pasok global perusahaan telah 100{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} patuh standar ESG.
Pengelolaan Daur Ulang dan Limbah
Dalam laporan tahunannya, vivo Sustainability Report 2024 menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga siklus hidupnya. Sepanjang tahun lalu, vivo mendaur ulang 547 ton kemasan, yang sebagian besar berasal dari perangkat lama dan kemasan distribusi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai dan berkontribusi pada ekonomi sirkular global.
Inovasi Digital dan Inklusi Sosial
Selain lingkungan, vivo Sustainability Report 2024 juga menyoroti kontribusi perusahaan dalam bidang inovasi sosial. Melalui inisiatif AI for All, vivo memperluas akses teknologi untuk kelompok masyarakat berkebutuhan khusus.
Beberapa proyek utama antara lain:
-
Smart Visual Assistance, sebuah proyek AI yang meraih penghargaan dari International Telecommunication Union (ITU).
-
vivo Sight, fitur aksesibilitas untuk pengguna tunanetra.
-
Sign Language Interpreter, teknologi AI yang membantu komunikasi bagi penyandang tuli.
Semua fitur ini, termasuk di pasar Indonesia, menjadi bagian dari strategi Blue AI vivo yang fokus pada transformasi digital inklusif.
Kontribusi Sosial dan Bantuan Kemanusiaan
Di Asia Tenggara, vivo juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan. vivo Sustainability Report 2024 mencatat beberapa aksi sosial, di antaranya:
-
Bantuan pasokan darurat untuk korban banjir besar di Thailand.
-
Dukungan logistik bagi masyarakat terdampak gempa di Myanmar.
Di sisi ketenagakerjaan, vivo mencatat lebih dari 223.000 jam pelatihan karyawan global sepanjang 2024. Inisiatif ini memastikan peningkatan kompetensi, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman. Bahkan, pabrik vivo di Indonesia meraih Provincial Zero-Accident Factory Award berkat standar keselamatan yang tinggi.
“Kami berkomitmen mendukung transformasi digital dan keberlanjutan di Indonesia,” ujar Gary Huang, CEO vivo Indonesia.
Relevansi dengan Pasar Indonesia
Bagi Indonesia, laporan ini memiliki arti strategis. Sebagai salah satu pasar terbesar vivo di Asia Tenggara, Indonesia menjadi panggung penting dalam implementasi program keberlanjutan perusahaan.
Beberapa langkah nyata yang tercatat dalam vivo Sustainability Report 2024 untuk pasar Indonesia:
-
Produksi dengan material ramah lingkungan di pabrik lokal.
-
Program edukasi keberlanjutan bagi komunitas pengguna vivo.
-
Dukungan pada UMKM digital melalui perangkat dengan aksesibilitas AI.
Perbandingan dengan Kompetitor
Dalam lanskap global, keberlanjutan menjadi faktor diferensiasi utama antara brand teknologi besar.
-
Samsung dan Apple gencar mengumumkan target net-zero emission sebelum 2030.
-
Asus beberapa tahun lalu mencatat ketangguhan serupa dengan fokus pada daur ulang material.
-
Kini, vivo Sustainability Report 2024 menegaskan bahwa perusahaan asal Tiongkok ini mampu bersaing di level yang sama, bahkan menawarkan inovasi unik di bidang inklusi AI.
Analisis: Masa Depan vivo dan Keberlanjutan
Dengan capaian 6.000 MWh energi bersih dan 547 ton daur ulang, vivo menunjukkan strategi jangka panjang yang bukan hanya soal angka, tetapi transformasi budaya perusahaan.
vivo Sustainability Report 2024 memperlihatkan arah masa depan industri:
-
Teknologi hijau akan jadi standar, bukan pilihan.
-
Inklusi digital akan jadi penentu relevansi brand di era AI.
-
ESG compliance akan menjadi kriteria utama investor dan regulator global.
Jika tren ini berlanjut, vivo diproyeksikan mampu bersaing lebih kuat di pasar global, bukan hanya melalui inovasi hardware, tetapi juga melalui nilai keberlanjutan yang ditawarkan kepada konsumen.
Kesimpulan
vivo Sustainability Report 2024 membuktikan bahwa perusahaan ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga keberlanjutan dan inklusi. Dengan menghasilkan 6.016,3 MWh energi bersih, mengurangi 3.600 ton emisi CO₂, mendaur ulang 547 ton kemasan, serta memperkenalkan fitur AI untuk disabilitas, vivo menunjukkan diri sebagai brand teknologi yang bertanggung jawab.
Di tengah persaingan ketat industri smartphone global, keberlanjutan bisa menjadi senjata strategis baru. vivo kini bukan hanya soal inovasi perangkat, tetapi juga pemimpin perubahan menuju masa depan digital yang hijau dan inklusif.












