Dexop.com – Industri podcast di Indonesia tengah memasuki babak baru yang penuh warna. Jika beberapa tahun lalu pendengar hanya akrab dengan format audio, kini tren video podcast semakin merajai platform digital, khususnya di Spotify. Data terbaru mencatat bahwa konsumsi video podcast di Indonesia tumbuh lebih dari 75{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dalam satu tahun terakhir.
Angka ini bukan sekadar statistik biasa. Lonjakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa audiens Indonesia tidak hanya ingin mendengarkan cerita, tetapi juga menyaksikan ekspresi, gestur, hingga visualisasi kreatif dari para podcaster. Dengan kata lain, video podcast kini menjadi medium utama yang mampu menghadirkan kedekatan emosional antara kreator dan pendengarnya.
Spotify: Pemain Kunci di Balik Popularitas Video Podcast
Sejak diperkenalkannya fitur video podcast pada 2020, Spotify terus berinovasi untuk menjadikan format ini bagian penting dalam ekosistemnya. Carl Zuzarte, Head of Podcast Spotify Asia Tenggara, menegaskan bahwa video podcast bukan sekadar fitur tambahan, melainkan jembatan efektif untuk membangun ikatan dengan audiens.
“Proporsi podcast dari kreator Indonesia yang menggunakan format video telah tumbuh lebih dari 75{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Video bukan sekadar format tambahan, melainkan cara paling efektif untuk terhubung dengan audiens saat ini,” ujar Carl.
Pernyataan ini menegaskan ambisi Spotify: bukan hanya menjadi tempat mendengar musik, tetapi juga rumah bagi video podcast yang mampu menyaingi platform hiburan lain seperti YouTube maupun TikTok.
Kreator Lokal: Dari Raditya Dika hingga Podcast Horor
Fenomena ini langsung dimanfaatkan oleh kreator Indonesia. Nama-nama besar seperti Raditya Dika telah mengadopsi format video untuk memperkuat storytelling. Menurutnya, video memberi “dimensi baru” dalam menyampaikan cerita, karena audiens dapat melihat ekspresi langsung yang memperkaya pengalaman mendengarkan.
Sementara itu, kreator di genre berbeda seperti Horor Misteri Riplay memilih menggunakan animasi dalam video podcast mereka. Langkah ini terbukti sukses karena mampu menciptakan pengalaman imersif bagi para penonton—sesuatu yang tidak mungkin dicapai hanya dengan audio.
Podcaster lain seperti Najwa Shihab hingga komunitas Lentera Malam juga ikut meramaikan ranah ini. Mereka membuktikan bahwa video podcast bisa lintas genre: mulai dari komedi, horor, hingga talk show serius.
Dukungan Teknologi: Spotify for Creators
Keberhasilan ini tak lepas dari inovasi fitur yang ditawarkan Spotify melalui Spotify for Creators. Platform ini menyediakan berbagai alat untuk membantu kreator mengoptimalkan video podcast mereka:
- Clipping tools: memotong video menjadi klip singkat untuk dibagikan ke media sosial.
- Custom thumbnail: memungkinkan kreator membuat sampul visual yang lebih menarik.
- Dashboard analitik: menyediakan data detail tentang perilaku audiens.
- Chapter navigation & timestamp sharing: memudahkan penonton melompat ke bagian tertentu dari episode.
Dengan fitur-fitur ini, transisi antara mendengarkan dan menonton video podcast menjadi mulus. Bahkan, podcast seperti In Her View sudah menggunakan kolom komentar interaktif untuk membangun diskusi dengan pendengar.
Perubahan Perilaku Audiens: Dari Listener ke Viewer
Data Spotify menunjukkan bahwa 70{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pengguna video podcast di Indonesia menonton secara aktif, sementara sisanya lebih memilih memutar konten di latar saat beraktivitas. Artinya, audiens kini semakin fleksibel: mereka bisa menonton dengan penuh perhatian atau menjadikannya “teman” di tengah rutinitas.
Fakta menarik lainnya: generasi muda menjadi motor utama pertumbuhan ini. Bagi Gen Z dan milenial, video podcast dianggap sebagai kombinasi sempurna antara hiburan, edukasi, dan interaksi.
Persaingan di Ranah Video Podcast: YouTube vs Spotify
Meski Spotify mencatat pertumbuhan fantastis, bukan berarti jalan mereka mulus tanpa pesaing. YouTube telah lama menjadi rumah utama konten video, termasuk podcast. Namun, Spotify memiliki keunggulan: integrasi mulus antara audio dan video dalam satu aplikasi.
Bagi kreator, Spotify juga menawarkan peluang monetisasi lebih terukur melalui iklan audio-visual yang ditargetkan langsung ke segmen pendengar mereka. Dengan strategi ini, video podcast di Spotify punya peluang besar merebut pangsa pasar dari YouTube.
Masa Depan Video Podcast di Indonesia
Melihat tren yang terus menanjak, masa depan video podcast di Indonesia diprediksi akan semakin gemilang. Ada tiga faktor utama yang mendukung:
- Infrastruktur internet yang semakin merata dan cepat, terutama dengan perluasan jaringan 5G.
- Kreativitas lokal yang tak ada habisnya, dari stand-up comedy hingga storytelling horor.
- Ekosistem pendukung seperti Spotify, YouTube, hingga TikTok yang saling mendorong format ini semakin populer.
Ke depan, kolaborasi antar kreator lintas genre, bahkan lintas negara, bisa menjadi kunci pertumbuhan. Tidak menutup kemungkinan, video podcast asal Indonesia suatu hari akan viral secara global.
Kesimpulan: Video Podcast Jadi Senjata Baru Kreator Indonesia
Pertumbuhan video podcast sebesar 75{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} di Spotify dalam setahun terakhir membuktikan bahwa format ini bukan sekadar tren sesaat. Kreator Indonesia kini semakin kreatif dalam memanfaatkan visual untuk bercerita, sementara audiens pun semakin terbuka pada pengalaman menonton selain mendengarkan.
Dari Raditya Dika yang menghadirkan sisi ekspresif, hingga Horor Misteri Riplay yang membawa penonton ke dunia imajinatif lewat animasi—semua membuktikan satu hal: video podcast adalah masa depan industri podcast Indonesia.
Dan dengan dukungan fitur canggih Spotify, revolusi ini baru saja dimulai.












