Samsung Uji Exynos 2600 untuk Galaxy S26: Chipset 2nm yang Siap Guncang Industri Smartphone!

Dexop.com – Samsung resmi mengonfirmasi dimulainya pengujian awal terhadap Exynos 2600, chipset terbaru yang digadang-gadang akan memperkuat lini flagship mereka berikutnya, Galaxy S26. Ini menjadi momen penting dalam perjalanan Samsung untuk kembali bersaing di panggung chipset global setelah Exynos sebelumnya dikritik karena performa yang tidak konsisten. Dengan teknologi manufaktur 2nm Gate-All-Around (GAA), Exynos 2600 digambarkan sebagai harapan baru Samsung untuk menyaingi dominasi Qualcomm dan Apple.
Dalam bocoran skor benchmark Geekbench 6 yang beredar luas pekan ini, Exynos 2600 menunjukkan konfigurasi 10-core, termasuk satu core berkecepatan tinggi hingga 3,55GHz. Meski masih dalam tahap pengembangan, sinyal awal ini memberi gambaran arah strategi Samsung dalam menghadirkan performa dan efisiensi daya yang lebih baik.
Apa Itu Exynos 2600 dan Mengapa Ini Penting?
Exynos 2600 adalah chipset terbaru buatan Samsung Semiconductor, yang dirancang dengan teknologi fabrikasi 2nm GAA, sebuah lompatan besar dari node 4nm yang digunakan pada pendahulunya, Exynos 2400. Penggunaan teknologi 2nm diklaim mampu menurunkan konsumsi daya hingga 30{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, meningkatkan performa CPU hingga 20{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, dan GPU hingga 15{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}.
Chipset Exynos 2600 menjadi sangat penting karena Samsung mencoba merebut kembali kepercayaan pengguna yang sempat kecewa pada Exynos 2200 dan 2400. Jika sukses, Exynos 2600 bisa menandai era baru bagi Samsung untuk menjadi penantang serius Apple A18 Pro dan Snapdragon 8 Gen 5 dari Qualcomm.
Spesifikasi Bocoran Exynos 2600
Berdasarkan data yang beredar dari platform benchmarking Geekbench:
- CPU Configuration: 1 Prime Core @ 3.55GHz, 3 Performance Cores, dan 6 Efficiency Cores.
- Kode Model: S5E9965
- Skor Single-core: 2.100 (sementara)
- Skor Multi-core: 6.800 (sementara)
- RAM Terpasang: 12GB LPDDR5X
- Fabrikasi: 2nm GAA oleh Samsung Foundry
- AI Engine: Generasi ketiga, fokus pada pemrosesan lokal
Meski skor benchmark Exynos 2600 masih di bawah harapan, para analis menyebut ini adalah hal yang wajar dalam tahap pengujian awal. Pengoptimalan clock speed dan efisiensi masih terus berjalan sebelum produksi massal dimulai pada kuartal ketiga 2025.
Perbandingan Awal: Exynos 2600 vs Snapdragon 8 Gen 5
Pasar flagship 2025-2026 diprediksi akan dipenuhi oleh pertarungan antara Exynos 2600, Snapdragon 8 Gen 5, dan Apple A18 Pro. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Exynos 2600 tampaknya akan fokus pada dua hal utama: efisiensi energi dan integrasi AI.
| Spesifikasi | Exynos 2600 | Snapdragon 8 Gen 5 | Apple A18 Pro |
|---|---|---|---|
| Prosesor | 10-core 3.55GHz | 8-core 3.7GHz | 6-core 3.8GHz |
| Node | 2nm GAA | 3nm TSMC N3E | 2nm TSMC |
| GPU | Xclipse 950 | Adreno Gen 10 | Apple Custom |
| AI Engine | 3rd-gen AI | Hexagon AI v6 | Apple Neural Engine |
Jika Exynos 2600 mampu mengoptimalkan semua keunggulan teknis tersebut, ini bisa menjadi game-changer di industri smartphone.
Galaxy S26: Smartphone Pertama yang Gunakan Exynos 2600?
Samsung belum merilis informasi resmi, namun bocoran industri menyebutkan bahwa Galaxy S26 akan menjadi perangkat pertama yang menggunakan Exynos 2600. Pengujian prototipe dengan RAM 12GB dan chipset Exynos 2600 juga memperkuat dugaan tersebut.
Penggunaan Exynos di flagship Samsung biasanya terbatas pada pasar Eropa dan Asia. Jika Exynos 2600 terbukti unggul, kemungkinan besar Samsung akan memperluas penggunaannya secara global.
Pelajaran dari Exynos 2400: Reputasi yang Harus Ditebus
Pada Galaxy S24, Exynos 2400 mendapat kritik karena performanya tertinggal dari Snapdragon 8 Gen 3. Samsung dipaksa untuk menawarkan dua varian — Snapdragon untuk pasar Amerika dan Exynos untuk sebagian Eropa dan Asia. Hasilnya, pengguna membandingkan langsung perbedaan performa dan efisiensi antara keduanya.
Dengan Exynos 2600, Samsung berupaya menutup celah itu. Proses manufaktur 2nm GAA menjadi taruhan besar. Samsung Foundry akan menjadi kunci keberhasilan dari implementasi node baru ini.
Teknologi GAA 2nm: Masa Depan Chipset Flagship?
Gate-All-Around atau GAA adalah teknologi fabrikasi transistor yang menggantikan FinFET. Dengan struktur gate yang mengelilingi channel dari semua sisi, efisiensi daya dan kontrol arus meningkat drastis. Exynos 2600 adalah salah satu chipset komersial pertama yang menggunakan teknologi ini.
Keunggulan GAA dalam Exynos 2600 memungkinkan Samsung untuk menekan konsumsi daya tanpa mengorbankan performa. Hal ini penting untuk pengguna smartphone yang menginginkan daya tahan baterai lebih lama tanpa mengorbankan kecepatan dan grafis.
AI dan Neural Processing: Fokus Baru Exynos 2600
AI menjadi komponen kunci dalam pengembangan chipset modern. Samsung melengkapi Exynos 2600 dengan AI Engine generasi ketiga yang mampu menjalankan model pembelajaran mesin di perangkat (on-device inference). Ini berarti pemrosesan gambar, pengenalan suara, hingga pencitraan medis bisa dilakukan lebih cepat dan aman tanpa koneksi internet.
Exynos 2600 juga mendukung mixed-precision computing yang memungkinkan pengolahan data secara efisien untuk beban kerja AI yang kompleks.
Efek Ekonomi: Samsung Tak Lagi Bergantung pada Qualcomm?
Penggunaan Exynos 2600 secara luas dapat mengurangi ketergantungan Samsung terhadap chipset Qualcomm. Ini memiliki implikasi ekonomi yang signifikan, terutama dalam konteks perang dagang dan ketegangan geopolitik global.
Samsung selama ini membeli jutaan unit Snapdragon tiap tahun untuk seri Galaxy-nya. Dengan beralih ke Exynos 2600, perusahaan bisa memangkas biaya dan mengontrol penuh ekosistem perangkat keras dan lunaknya.
Pasar Global: Akankah Exynos 2600 Dijual ke Vendor Lain?
Pertanyaan menarik lainnya: apakah Samsung akan menjual Exynos 2600 ke vendor lain seperti Xiaomi, Vivo, atau Oppo? Jika ya, ini bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi Qualcomm di pasar Asia.
Samsung belum memberikan komentar resmi, tetapi analis menyebut kemungkinan ini terbuka jika Exynos 2600 mampu menyaingi performa Snapdragon 8 Gen 5.
Proyeksi dan Timeline
Berikut adalah garis waktu pengembangan dan peluncuran Exynos 2600:
- Juni 2025: Produksi prototipe dimulai
- Juli 2025: Benchmark awal bocor ke publik
- Agustus–September 2025: Finalisasi desain dan pengujian intensif
- Oktober 2025: Produksi massal
- Januari 2026: Peluncuran Galaxy S26 dengan Exynos 2600
Samsung diyakini akan menggunakan beberapa bulan ke depan untuk pengujian menyeluruh dan pengoptimalan, termasuk software dan compatibility dengan modem 5G internal mereka.
Kesimpulan: Akankah Exynos 2600 Jadi Titik Balik Samsung?
Exynos 2600 bukan sekadar chipset. Ini adalah simbol ambisi Samsung untuk menegaskan kembali dominasinya di industri teknologi. Dengan fabrikasi 2nm, arsitektur CPU yang efisien, dan peningkatan besar di sektor AI, Exynos 2600 punya potensi besar.
Namun, semuanya tergantung pada eksekusi. Jika Exynos 2600 gagal menyamai atau melampaui pesaing, reputasi Samsung bisa kembali terpuruk. Sebaliknya, jika berhasil, maka ini akan menjadi titik balik menuju masa depan mobile computing yang lebih mandiri dan canggih.




