Smartphone

Redmi Note 15 Pro Plus Dikabarkan Tetap Gunakan Snapdragon 7s Gen 3: Strategi Aman atau Keputusan yang Mengecewakan?

×

Redmi Note 15 Pro Plus Dikabarkan Tetap Gunakan Snapdragon 7s Gen 3: Strategi Aman atau Keputusan yang Mengecewakan?

Sebarkan artikel ini
Redmi Note 15 Pro Plus Dikabarkan Tetap Gunakan Snapdragon 7s Gen 3: Strategi Aman atau Keputusan yang Mengecewakan?

Dexop.com – Xiaomi dikenal sebagai salah satu brand smartphone yang rajin memberikan pembaruan signifikan pada setiap seri terbarunya, terutama di lini Redmi Note yang sangat populer di pasar global, termasuk Indonesia. Namun kali ini, kabar terbaru justru membuat sebagian penggemar mengernyitkan dahi.

Berdasarkan temuan dari Mi Code yang dibagikan oleh leaker PaperKing13, varian Redmi Note 15 Pro Plus—yang menjadi model unggulan dalam seri ini—dikabarkan tidak akan mendapatkan peningkatan chipset. Perangkat ini disebut akan tetap mengandalkan Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3 (kode internal SM7635), sama seperti yang digunakan pada pendahulunya, Redmi Note 14 Pro Plus.

Bocoran ini memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari alasan di balik keputusan tersebut hingga dampaknya terhadap strategi Xiaomi di pasar smartphone menengah.

Redmi Note 15 Pro Plus: Tetap dengan Snapdragon 7s Gen 3

Detail Chipset

Snapdragon 7s Gen 3 merupakan prosesor kelas menengah atas yang dirancang dengan fabrikasi 4nm, membawa keseimbangan antara performa dan efisiensi daya. Chipset ini menggunakan konfigurasi CPU octa-core yang terdiri dari:

  • 4x Cortex-A78 untuk performa tinggi
  • 4x Cortex-A55 untuk efisiensi daya

GPU yang digunakan adalah Adreno 710, yang meskipun bukan yang tercepat di kelasnya, masih mampu menangani kebutuhan gaming ringan hingga menengah, pemutaran video beresolusi tinggi, dan navigasi antarmuka dengan mulus.

Kapasitas Performa

Dalam berbagai pengujian sebelumnya, Snapdragon 7s Gen 3 mampu mencatat skor AnTuTu di kisaran 650.000–720.000 poin, tergantung pada optimasi software dan konfigurasi perangkat. Untuk penggunaan sehari-hari, chipset ini menawarkan kinerja yang stabil, terutama jika dipadukan dengan RAM LPDDR5 dan penyimpanan UFS 3.1.

Mengapa Xiaomi Mempertahankan Chipset Lama di Redmi Note 15 Pro Plus?

Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa Xiaomi memilih untuk mempertahankan Snapdragon 7s Gen 3 pada Redmi Note 15 Pro Plus:

  1. Efisiensi Biaya Produksi
    Menggunakan chipset yang sama dapat memangkas biaya produksi, sehingga Xiaomi bisa menawarkan harga jual yang tetap kompetitif.
  2. Keseimbangan Performa dan Daya Tahan
    Snapdragon 7s Gen 3 dikenal hemat daya, yang berarti perangkat dapat memiliki ketahanan baterai lebih lama—faktor penting bagi pengguna harian.
  3. Fokus pada Peningkatan Fitur Lain
    Xiaomi kemungkinan ingin mengalihkan fokus ke sektor lain seperti kamera, layar, dan baterai, yang sering kali lebih menarik bagi konsumen awam dibanding peningkatan chipset.
  4. Segmentasi Pasar
    Dengan mempertahankan chipset lama di varian Pro Plus, Xiaomi masih punya ruang untuk menghadirkan peningkatan signifikan pada model yang lebih premium atau flagship di seri berbeda.

Prediksi Peningkatan di Sektor Lain

Meski chipset tidak berubah, Redmi Note 15 Pro Plus diyakini akan menghadirkan peningkatan di beberapa aspek berikut:

  • Kamera: Sensor utama yang lebih besar, kemungkinan dengan dukungan OIS generasi terbaru.
  • Layar: Panel AMOLED dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan puncak yang lebih tinggi.
  • Baterai: Kapasitas lebih besar atau pengisian cepat di atas 120W.
  • Software: HyperOS berbasis Android 15 dengan optimalisasi AI untuk pengalaman pengguna lebih mulus.

Rencana Peluncuran Redmi Note 15 Series

Berdasarkan bocoran, Redmi Note 15 Series akan memulai debutnya di China pada akhir bulan ini. Setelah itu, seri ini diperkirakan akan memasuki pasar global, termasuk Indonesia, pada kuartal pertama 2026.

Seri ini akan hadir dalam beberapa varian:

  • Redmi Note 15 5G – kemungkinan beralih ke chipset Qualcomm.
  • Redmi Note 15 Pro 5G – dikabarkan memakai chipset MediaTek.
  • Redmi Note 15 Pro Plus – tetap menggunakan Snapdragon 7s Gen 3.
  • Varian 4G – belum ada informasi pasti tentang chipset yang digunakan.

Perbandingan Performa: Snapdragon 7s Gen 3 vs Kompetitor

Agar lebih jelas, berikut perbandingan singkat Snapdragon 7s Gen 3 dengan dua chipset pesaing di kelas menengah atas:

Chipset Fabrikasi CPU GPU Skor AnTuTu Rata-rata
Snapdragon 7s Gen 3 4nm 4x Cortex-A78 + 4x Cortex-A55 Adreno 710 ±700.000
Snapdragon 7+ Gen 3 4nm 1x Cortex-X3 + 4x Cortex-A715 + 3x Cortex-A510 Adreno 730 ±1.100.000
Dimensity 8300 Ultra 4nm 1x Cortex-X3 + 3x Cortex-A715 + 4x Cortex-A510 Mali-G615 MC6 ±1.050.000

Dari tabel ini terlihat bahwa Snapdragon 7s Gen 3 masih kompetitif di kelas menengah, tetapi tertinggal cukup jauh dari Snapdragon 7+ Gen 3 dan Dimensity 8300 Ultra dalam hal raw performance.

Dampak di Pasar Smartphone Indonesia

Di Indonesia, Redmi Note 15 Pro Plus kemungkinan akan tetap diminati karena:

  • Harga yang relatif terjangkau dibanding flagship.
  • Brand image Redmi Note yang sudah kuat.
  • Fokus pada fitur kamera, baterai, dan layar yang umumnya lebih relevan bagi pengguna lokal.

Namun, bagi pengguna yang mengejar performa maksimal untuk gaming berat, opsi lain di kisaran harga sedikit lebih tinggi mungkin akan lebih menarik.

Alternatif bagi Pengguna yang Mengutamakan Performa

Jika performa chipset menjadi prioritas utama, beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • POCO F6 dengan Snapdragon 8s Gen 3.
  • Realme GT Neo 6 dengan Dimensity 8300 Ultra.
  • iQOO Neo 9 dengan Snapdragon 8 Gen 2.

Prediksi Harga dan Strategi Xiaomi

Berdasarkan tren sebelumnya, harga awal Redmi Note 15 Pro Plus di pasar global diperkirakan berada di kisaran $350–$399 (sekitar Rp5,5–Rp6,3 juta). Di Indonesia, harga bisa sedikit lebih tinggi karena faktor pajak dan distribusi.

Strategi Xiaomi tampaknya adalah mempertahankan value for money yang menjadi ciri khas Redmi Note, sambil memastikan bahwa sektor non-chipset mendapat upgrade signifikan.

Kesimpulan

Keputusan Xiaomi untuk mempertahankan Snapdragon 7s Gen 3 di Redmi Note 15 Pro Plus bisa dianggap sebagai strategi aman. Meski ada potensi kekecewaan dari kalangan pengguna yang mengharapkan peningkatan performa, Xiaomi kemungkinan akan mengimbanginya dengan peningkatan pada kamera, layar, baterai, dan software.

Pertanyaannya sekarang: apakah peningkatan di sektor lain cukup untuk membuat Redmi Note 15 Pro Plus tetap menjadi pilihan utama di kelasnya? Jawaban pastinya baru akan kita dapatkan saat peluncuran resmi akhir bulan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *