Berita  

Qualcomm Siap Rilis Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5: Era Baru Chipset Flagship Dimulai!

Qualcomm Siap Rilis Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5: Era Baru Chipset Flagship Dimulai!

Dexop.com – Dunia teknologi mobile kembali memanas! Qualcomm, raksasa chipset asal San Diego, Amerika Serikat, tengah mempersiapkan kejutan besar dalam ajang tahunan Snapdragon Summit yang akan digelar bulan depan di Hawaii. Dalam perhelatan prestisius itu, Qualcomm dikabarkan akan memperkenalkan dua chipset flagship terbaru: Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5.

Kedua chipset ini digadang-gadang akan menjadi mesin utama untuk smartphone flagship tahun 2026, menggantikan peran generasi sebelumnya dan membawa revolusi dalam performa, efisiensi daya, dan pengalaman pengguna. Informasi ini pertama kali dibocorkan oleh Digital Chat Station, salah satu leakster ternama yang selama ini terbukti akurat dalam membocorkan roadmap teknologi masa depan.

Mari kita kupas lebih dalam mengenai strategi baru Qualcomm, potensi keunggulan kedua chipset tersebut, serta implikasinya bagi pasar smartphone global.

Strategi Baru Qualcomm: Dari “Gen” ke “Elite” Menuju Segmentasi Flagship yang Lebih Luas

Konvensi Penamaan yang Berubah

Selama bertahun-tahun, Qualcomm dikenal dengan lini chipset “Snapdragon 8 Gen” sebagai kasta tertinggi. Namun, segalanya berubah sejak munculnya Snapdragon 8 Elite—yang kabarnya kini akan dilanjutkan oleh Snapdragon 8 Elite 2, dengan kode internal SM8850.

Sementara itu, Snapdragon 8 Gen 5, dengan kode model SM8845, disebut-sebut sebagai penerus non-Elite dari Snapdragon 8 Gen 3 dan Gen 4. Ini menandakan bahwa Qualcomm ingin membagi pasar flagship ke dalam beberapa sub-kelas:

  • Snapdragon 8 Elite 2: Untuk perangkat flagship ultra-premium.
  • Snapdragon 8 Gen 5: Untuk flagship konvensional.
  • Snapdragon 8s Gen 5 (kemungkinan): Untuk flagship “value-for-money” atau affordable premium.

Langkah ini serupa dengan strategi Apple yang memiliki chip A-series untuk iPhone biasa dan chip M-series untuk Mac dan iPad Pro, bahkan kini diprediksi akan ada A-series “Ultra” untuk perangkat masa depan.

Snapdragon 8 Elite 2: Apa yang Bisa Kita Harapkan?

1. Performa CPU dan GPU Generasi Terbaru

Snapdragon 8 Elite 2 diprediksi membawa peningkatan besar pada arsitektur CPU dan GPU. Qualcomm kemungkinan besar akan mengusung ARM Cortex-X5 sebagai core utama, didukung dengan cluster CPU performa dan efisiensi terbaru.

GPU-nya sendiri bisa jadi menggunakan versi terbaru dari Adreno, dengan klaim performa 30{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} lebih baik dari generasi sebelumnya. Ini penting untuk mendukung kebutuhan gaming berat, ray tracing, hingga AI generative on-device.

2. AI Engine yang Lebih Canggih

Qualcomm tidak tinggal diam melihat kebangkitan AI generatif di perangkat mobile. Snapdragon 8 Elite 2 akan dilengkapi dengan Hexagon NPU generasi ke-7 atau bahkan lebih tinggi. Kemampuan AI ini dirancang untuk menjalankan model LLM seperti Gemini Nano dan ChatGPT Mini secara lokal di perangkat.

3. Konektivitas Ultra-Cepat

Tak hanya soal performa mentah, Snapdragon 8 Elite 2 juga diprediksi akan membawa modem Snapdragon X80 5G, dengan kecepatan unduh teoritis mencapai 12 Gbps, serta Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 untuk konektivitas masa depan.

Snapdragon 8 Gen 5: Solusi Flagship Berkualitas Tanpa Harga Selangit?

Meski tidak se-elit saudaranya, Snapdragon 8 Gen 5 tetap merupakan chipset flagship yang dirancang untuk perangkat premium. Qualcomm sepertinya menargetkan produsen seperti Xiaomi, OPPO, dan OnePlus yang ingin menghadirkan flagship dengan harga kompetitif.

Spesifikasi Awal yang Diprediksi:

  • CPU dengan core Cortex-X4 atau X5, namun dengan clock speed lebih rendah dibanding Elite.
  • GPU Adreno kelas atas, tetapi mungkin tanpa fitur ray tracing penuh.
  • Dukungan kamera hingga 200MP dan 8K HDR video recording.
  • AI Engine generasi sebelumnya (Hexagon 6.5).
  • Modem Snapdragon X75 5G dengan fitur sedikit di bawah X80.

Dengan konfigurasi ini, Snapdragon 8 Gen 5 diharapkan menjadi pilihan ideal bagi produsen yang ingin menyeimbangkan performa dan efisiensi daya tanpa membebani harga produksi.

Persaingan Semakin Sengit: MediaTek dan Huawei Siap Menyerang

Kehadiran Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5 tidak datang di ruang hampa. Di sisi lain, Huawei dengan Kirin 9020 tengah mengembangkan chipset AI-on-device dengan integrasi mendalam terhadap ekosistem HarmonyOS dan AppGallery.

Sementara itu, MediaTek Dimensity 9400 juga dirumorkan mengusung proses fabrikasi 3nm dari TSMC, sama seperti Qualcomm. Bahkan, MediaTek telah mengisyaratkan adopsi LLM secara native di perangkat Android pada 2026.

Pasar smartphone high-end di tahun 2026 bisa jadi akan menjadi arena pertarungan paling kompetitif dalam sejarah Android.

Vendor yang Siap Gunakan Snapdragon 8 Elite 2 dan Gen 5

Beberapa vendor yang kemungkinan besar akan menjadi pengguna pertama chipset ini antara lain:

Samsung

Kemungkinan besar, lini Galaxy S26 Ultra akan ditenagai Snapdragon 8 Elite 2, seperti tren eksklusivitas yang telah terjadi dalam dua tahun terakhir.

Xiaomi & Redmi

Xiaomi 16 Pro bisa jadi mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 untuk menyeimbangkan harga dan performa, sedangkan lini Mix atau Ultra mereka bisa meluncur dengan versi Elite.

OPPO & OnePlus

OnePlus 14 Pro dan OPPO Find X7 Ultra menjadi kandidat kuat penerima Snapdragon 8 Elite 2.

iQOO & vivo

iQOO mungkin akan memilih Snapdragon 8 Gen 5 untuk lini GT-nya, sementara vivo X-series kemungkinan tetap fokus pada MediaTek, namun bisa bergeser bila efisiensi daya Elite 2 lebih unggul.

Kecerdasan Buatan Akan Jadi Fitur Andalan

Jika beberapa tahun terakhir tren berkutat pada kecepatan dan efisiensi daya, maka tahun 2026 dipastikan menjadi era AI-native mobile devices. Chipset seperti Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5 menjadi penopang utama fitur-fitur seperti:

  • Chatbot AI lokal seperti Gemini Nano atau LLaMA.
  • Editing foto/video otomatis berbasis AI.
  • Personalisasi pengalaman pengguna berbasis kebiasaan.
  • Terjemahan real-time dan captioning otomatis tanpa internet.

Kemampuan ini akan menjadi pembeda utama antara smartphone flagship dengan mid-range atau entry-level.

Manufaktur dan Teknologi Proses: 3nm Jadi Andalan

Baik Snapdragon 8 Elite 2 maupun Snapdragon 8 Gen 5 diprediksi akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 3nm oleh TSMC. Ini merupakan proses paling mutakhir yang memungkinkan peningkatan performa hingga 15{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan efisiensi daya hingga 35{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dibanding proses 4nm sebelumnya.

Selain itu, Qualcomm juga kemungkinan besar akan memanfaatkan teknologi Fan-Out Wafer Level Packaging (FOWLP) untuk efisiensi termal yang lebih baik.

Jadwal Peluncuran dan Adopsi Global

Ajang Snapdragon Summit yang digelar pada pertengahan September 2025 di Hawaii diprediksi menjadi panggung utama bagi debut Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5. Biasanya, Qualcomm akan mendemonstrasikan kemampuan chip mereka lewat perangkat referensi, sebelum produsen mulai mengadopsinya dalam produk komersial pada Q1 2026.

Beberapa flagship pertama yang diperkirakan rilis dengan chipset ini:

  • Samsung Galaxy S26 Series (Januari 2026)
  • Xiaomi 16 Series (Februari 2026)
  • OnePlus 14 (Maret 2026)
  • OPPO Find X7 (April 2026)

Kesimpulan: Akankah Qualcomm Kembali Pimpin Pasar?

Dengan hadirnya Snapdragon 8 Elite 2 dan Snapdragon 8 Gen 5, Qualcomm jelas menunjukkan arah baru dalam strategi mereka. Tak lagi hanya menyasar satu kelas flagship, kini Qualcomm mencoba merangkul semua spektrum pengguna high-end, dari yang super-premium hingga yang mengejar value maksimal.

Kunci keberhasilan mereka akan bergantung pada tiga faktor utama:

  1. Efisiensi daya dan pengelolaan termal
  2. Kemampuan AI on-device yang superior
  3. Kesesuaian harga bagi OEM

Namun satu hal yang pasti—tahun 2026 akan menjadi medan tempur sengit antara Qualcomm, MediaTek, Huawei, dan mungkin Apple, dalam menentukan siapa penguasa mutlak chipset mobile di era AI-native devices.