Peta Instagram Resmi Meluncur: Fitur Keren atau Ancaman Privasi Baru?

Dexop.com – Instagram, platform media sosial milik Meta, kembali menggebrak dengan menghadirkan Peta Instagram, sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat lokasi unggahan teman atau akun yang diikuti. Meski terdengar menarik, fitur ini langsung menuai pro dan kontra, terutama soal privasi. Banyak yang khawatir keberadaan Peta Instagram justru membuka peluang bagi pihak tak bertanggung jawab untuk melacak lokasi pengguna.
Peluncuran Peta Instagram mengingatkan publik pada fitur Snap Map milik Snapchat, yang pernah memicu kekhawatiran serupa beberapa tahun lalu. Bedanya, kali ini dilakukan oleh Meta—perusahaan yang punya catatan panjang terkait masalah kebocoran data dan pengelolaan privasi.
Apa Itu Peta Instagram dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Peta Instagram adalah fitur visual interaktif yang menampilkan peta dunia dengan titik-titik lokasi yang terhubung ke unggahan Story atau Reels pengguna. Jika Anda mengunggah Story dengan tag lokasi, titik tersebut akan muncul di peta untuk dilihat oleh orang-orang yang memiliki izin mengaksesnya.
Misalnya, jika Anda memposting Story di Kebun Raya Bogor dan memberi tag lokasi, Peta Instagram akan menandai lokasi tersebut di peta. Teman atau pengikut yang memiliki akses bisa melihat unggahan Anda di lokasi tersebut, beserta unggahan orang lain yang menggunakan tag lokasi yang sama.
Yang menjadi kontroversi adalah—meskipun pengaturan privasi diatur ke “tidak ada yang bisa melihat”—jika Anda tetap menggunakan tag lokasi di konten, titik tersebut dapat muncul di Peta Instagram. Hal ini membuat sebagian orang merasa lokasi mereka terpublikasi tanpa sadar.
Kronologi Peluncuran Peta Instagram dan Reaksi Publik
Peluncuran Peta Instagram diumumkan secara diam-diam lewat pembaruan aplikasi. Tanpa konferensi pers besar, fitur ini tiba-tiba muncul di beberapa akun setelah update.
Reaksi publik sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, topik “Instagram map” menjadi trending di Threads dengan lebih dari 850 ribu unggahan, sebagian besar membahas potensi risiko privasi. Banyak pengguna mengaku kaget saat melihat lokasi mereka muncul di peta, padahal merasa tidak pernah mengaktifkan fitur berbagi lokasi.
Di Twitter (X), banyak yang mengunggah tangkapan layar Peta Instagram sambil menuliskan komentar sarkastik seperti, “Meta sepertinya nggak pernah bosan mencari cara baru untuk melacak kita.”
Kekhawatiran Privasi: Kenapa Banyak yang Panik?
Ada beberapa alasan mengapa Peta Instagram memicu kepanikan:
-
Riwayat buruk Meta soal privasi
Dari skandal Cambridge Analytica hingga kebocoran data jutaan pengguna, Meta dikenal sering bermasalah dengan keamanan data. -
Potensi pelacakan lokasi secara real-time
Walaupun Meta menegaskan lokasi real-time tidak dibagikan tanpa izin, format peta yang terpusat memudahkan siapa pun yang memiliki akses untuk memantau pergerakan seseorang. -
Risiko penyalahgunaan oleh stalker atau penjahat
Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk melacak kebiasaan dan pola pergerakan target. -
Kurangnya edukasi privasi
Banyak pengguna tidak paham cara mengatur pengaturan Peta Instagram, sehingga tanpa sadar membiarkan lokasi mereka terlihat.
Tanggapan Resmi dari Instagram
Adam Mosseri, Kepala Instagram, mencoba meredam keresahan pengguna lewat postingan di Threads.
“Kami memastikan tidak ada yang berbagi lokasi tanpa persetujuan eksplisit, bahkan memerlukan konfirmasi ganda,” tulis Mosseri.
“Peta Instagram tidak aktif secara default, dan lokasi real-time tidak pernah dibagikan tanpa izin.”
Meta juga menambahkan bahwa fitur ini memiliki beberapa lapisan kontrol privasi yang bisa disesuaikan pengguna.
Cara Mengatur Privasi di Peta Instagram
Bagi yang khawatir soal privasi, berikut langkah-langkah aman:
-
Buka kotak masuk Instagram.
-
Ketuk ikon Peta di bagian atas.
-
Masuk ke Pengaturan di pojok kanan atas.
-
Pilih siapa yang bisa melihat lokasi Anda:
-
Teman
-
Teman Dekat
-
Daftar akun tertentu
-
Tidak ada yang bisa melihat (default)
-
Selain itu, Instagram menyediakan fitur “Tempat Tersembunyi” untuk menyembunyikan lokasi sensitif seperti rumah. Namun, fitur ini masih terbatas karena belum mendukung input alamat secara manual.
Kasus Serupa di Platform Lain
Peta Instagram bukanlah inovasi murni. Snapchat sudah lebih dulu merilis Snap Map pada 2017. Saat itu, kekhawatiran yang muncul mirip—pengguna takut dilacak secara real-time.
Apple dan Google juga memiliki fitur pelacakan lokasi seperti Find My dan Google Maps Timeline, namun keduanya memiliki kontrol privasi yang relatif lebih ketat dan tidak secara default menampilkan lokasi ke publik.
Opini Pakar Keamanan Siber
Menurut Dr. Raka Permadi, pakar keamanan siber dari Universitas Indonesia, Peta Instagram membawa manfaat, tapi risiko privasinya signifikan.
“Masalahnya bukan pada teknologinya, tapi pada edukasi pengguna. Banyak orang tidak membaca pengaturan privasi sebelum menggunakan fitur baru,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membatasi siapa saja yang bisa melihat lokasi, serta menghindari tag lokasi saat berada di tempat sensitif.
Panduan Aman Menggunakan Peta Instagram
Agar tetap aman, berikut rekomendasi pakar:
-
Gunakan opsi “Tidak ada yang bisa melihat” kecuali benar-benar ingin berbagi lokasi.
-
Hindari tag lokasi di rumah, sekolah, atau kantor.
-
Periksa pengaturan privasi minimal sebulan sekali.
-
Gunakan fitur Tempat Tersembunyi untuk area pribadi.
Kesimpulan
Peta Instagram adalah fitur baru yang mengubah cara orang berbagi lokasi di media sosial. Bagi sebagian pengguna, ini adalah cara seru untuk menemukan tempat baru dan mengikuti tren. Namun, bagi yang peduli privasi, fitur ini bisa menjadi ancaman nyata.
Meta mungkin sudah memberi pengaturan privasi yang cukup, tapi pada akhirnya, keamanan tergantung pada kesadaran pengguna. Sebelum memakai Peta Instagram, pastikan Anda tahu risiko dan cara melindungi diri.




