Persaingan Makin Ketat! Pasar Tablet Global Tumbuh 9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, Huawei, Lenovo, dan Xiaomi Salip Samsung

Dexop.com – Pasar tablet global mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} secara tahunan pada kuartal kedua tahun 2025. Ini menjadi pertumbuhan tahunan keenam berturut-turut, mengindikasikan kebangkitan dan konsistensi pasar tablet di tengah kompetisi sengit industri teknologi global.
Menariknya, meskipun Apple dan Samsung masih memimpin dalam jumlah pengiriman, lonjakan pertumbuhan justru datang dari brand peringkat ketiga hingga kelima: Huawei, Lenovo, dan Xiaomi. Ketiganya mendorong angka pertumbuhan pasar global secara keseluruhan, sekaligus memperketat kompetisi di segmen menengah yang selama ini menjadi wilayah nyaman Samsung.
Dominasi Apple Tak Tergoyahkan, Tapi Stagnan
Apple tetap mempertahankan posisi puncak sebagai pemimpin pasar tablet dunia. Dengan pengiriman 14 juta unit iPad pada Q2 2025, Apple memegang pangsa pasar sebesar 36,1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Meski angka ini menunjukkan kekuatan brand dan ekosistem iPadOS, namun pertumbuhannya relatif stagnan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pakar industri menilai, stagnasi Apple disebabkan oleh minimnya inovasi radikal pada lini iPad tahun ini. Walau produk mereka masih sangat kuat di segmen premium, tetapi daya tariknya mulai melemah di pasar yang lebih sensitif terhadap harga, seperti Asia Tenggara dan Eropa Timur.
Samsung Mulai Terpeleset di Tengah Tekanan Kompetitor
Di sisi lain, Samsung mengalami penurunan pengiriman dan pangsa pasar di kuartal yang sama. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu kini menghadapi tekanan berat dari para pesaing yang semakin agresif di segmen mid-range.
Penurunan ini menandakan bahwa strategi Samsung melalui lini Galaxy Tab mungkin perlu penyegaran. Terutama jika ingin bertahan di pasar emerging yang kini menjadi medan tempur utama antar vendor global.
Samsung masih menjadi pemain nomor dua dalam pasar tablet global, tetapi tanpa strategi yang lebih fleksibel, posisi ini bisa sewaktu-waktu direbut oleh Huawei atau Lenovo.
Huawei Bangkit dan Menancapkan Kuku di Posisi Ketiga
Huawei mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif. Dari hanya 2,5 juta unit di Q2 2024, mereka berhasil meningkatkan pengiriman menjadi 3,2 juta unit pada kuartal kedua 2025. Dengan pertumbuhan tersebut, Huawei kini menempati posisi ketiga pasar tablet global dengan pangsa 8,3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}.
Strategi Huawei dinilai sangat efektif, terutama dalam memanfaatkan pasar domestik Tiongkok yang begitu luas. Meskipun masih menghadapi tekanan geopolitik dan keterbatasan pasokan chip, Huawei terus berinovasi dan mempertahankan kualitas produknya.
Lenovo Tancap Gas, Tumbuh 24,7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}
Tak kalah agresif, Lenovo berhasil mencatat kenaikan pengiriman sebesar 24,7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, dengan total lebih dari 3 juta unit tablet dikirimkan ke seluruh dunia pada Q2 2025. Ini adalah lonjakan yang cukup signifikan, menandai kebangkitan brand asal Tiongkok tersebut dalam kancah global.
Lenovo memanfaatkan kekuatannya di sektor pendidikan dan bisnis. Produk seperti Lenovo Tab M dan Tab P yang terjangkau namun bertenaga, banyak digunakan di institusi pendidikan di Asia dan Eropa.
Selain itu, kolaborasi Lenovo dengan Google dan Microsoft juga membuat produknya lebih kompetitif untuk pasar enterprise.
Xiaomi, Si Pendatang yang Kini Menggebrak
Pemain lain yang mencuri perhatian adalah Xiaomi, yang mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 42,3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dibandingkan Q2 tahun lalu. Performa ini menjadikan Xiaomi salah satu vendor dengan laju pertumbuhan tercepat di industri tablet saat ini.
Xiaomi mendapatkan keuntungan dari strategi agresif di pasar domestik Tiongkok dan ekspansi ke Asia Tenggara. Dengan menghadirkan tablet berkualitas tinggi seperti Xiaomi Pad 6 dan Pad SE dengan harga terjangkau, Xiaomi berhasil menarik perhatian konsumen dari kalangan muda dan produktif.
Strategi Penetrasi Pasar China Jadi Kunci Sukses
Analis menilai bahwa strategi penetrasi pasar China menjadi faktor utama di balik kesuksesan Huawei, Lenovo, dan Xiaomi. Ketiga brand ini menguasai lebih dari 60{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pasar domestik, sementara Apple dan Samsung terus menghadapi tantangan regulasi, kompetisi harga, dan keterbatasan distribusi.
China kini menjadi medan tempur strategis bagi vendor teknologi. Dengan populasi terbesar di dunia dan peningkatan adopsi perangkat digital pasca-pandemi, pasar ini memiliki potensi besar bagi para pemain yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lokal.
Ekspansi Global yang Kian Terlihat
Selain dominasi di dalam negeri, ketiga vendor Tiongkok ini mulai menancapkan pengaruhnya secara global. Asia Tenggara, Eropa Timur, dan Amerika Latin menjadi target utama.
Huawei mulai memperkuat jaringan distribusinya di Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Lenovo meningkatkan penetrasi di India dan Rusia, sementara Xiaomi meluncurkan kampanye agresif di Brasil dan Meksiko.
Langkah ini memperlihatkan bahwa ketiganya tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi serius dalam memperluas pangsa global.
Pergeseran Tren: Premium ke Mid-Range
Pasar tablet global menunjukkan adanya pergeseran tren konsumsi. Jika sebelumnya dominasi sepenuhnya ada pada segmen premium yang dikuasai Apple, kini konsumen mulai melirik alternatif di kelas menengah dengan kualitas yang tidak kalah baik.
Faktor utama pergeseran ini antara lain:
- Harga yang lebih terjangkau
- Spesifikasi yang kompetitif
- Integrasi sistem operasi yang makin baik
- Kebutuhan kerja hybrid dan belajar daring
Konsumen kini lebih bijak dan sensitif terhadap value yang ditawarkan oleh produk, bukan hanya berdasarkan brand.
Apple Masih Diunggulkan Jangka Panjang
Meskipun saat ini Huawei, Lenovo, dan Xiaomi mengalami pertumbuhan luar biasa, banyak analis tetap percaya bahwa Apple akan tetap menjadi pemimpin jangka panjang di pasar tablet.
Alasannya adalah ekosistem iPadOS, yang semakin matang dan terintegrasi dengan perangkat Apple lainnya, seperti iPhone, MacBook, dan Apple Watch. Selain itu, inovasi Apple dalam sektor software dan chip custom seperti M2 dan M3 memberikan pengalaman pengguna yang sulit ditandingi.
Samsung Wajib Evaluasi Strategi Galaxy Tab
Sementara itu, Samsung berada di persimpangan jalan. Tanpa inovasi baru dan strategi diferensiasi, Samsung bisa kehilangan posisi keduanya. Galaxy Tab S yang menyasar premium dan Galaxy Tab A untuk kelas menengah, kini mulai terasa generik dan kalah kompetitif.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan Samsung antara lain:
- Perbaikan harga dan positioning
- Pengembangan software yang lebih optimal
- Fokus pada fitur-fitur produktivitas dan ekosistem Galaxy yang lebih dalam
Samsung juga perlu lebih aktif dalam edukasi pasar tentang keunggulan produknya agar tidak tenggelam oleh gempuran Huawei dan Xiaomi.
Proyeksi Pasar Tablet Global 2025–2026
Melihat tren pertumbuhan saat ini, pasar tablet global diprediksi akan terus tumbuh hingga 2026. Beberapa faktor pendorong antara lain:
- Peningkatan kebutuhan perangkat kerja jarak jauh
- Tumbuhnya sektor pendidikan digital
- Tren hiburan berbasis mobile
- Adopsi AI dan machine learning di perangkat tablet
Vendor yang mampu menyelaraskan inovasi teknologi dengan kebutuhan konsumen akan keluar sebagai pemenang di pasar tablet global tahun-tahun mendatang.
Data Pangsa Pasar Tablet Global Q2 2025
| Vendor | Unit Terjual (Juta) | Pangsa Pasar | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|---|
| Apple | 14.0 | 36.1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | 0{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} (stagnan) |
| Samsung | ~6.8 | ~17.5{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | Turun |
| Huawei | 3.2 | 8.3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | Naik |
| Lenovo | 3.0+ | ~7.7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | +24.7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} |
| Xiaomi | 2.8+ | ~7.1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | +42.3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} |
| Lainnya | 9.7 | 23.3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} | Variatif |
Kesimpulan: Pertarungan Brand Kian Sengit, Konsumen Diuntungkan
Pertumbuhan pasar tablet global sebesar 9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pada Q2 2025 adalah cerminan dari dinamika industri yang kian sehat dan kompetitif. Apple masih memimpin, tetapi para pemain baru seperti Huawei, Lenovo, dan Xiaomi membuktikan bahwa pasar bisa berubah cepat dengan strategi yang tepat.
Di sisi lain, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan. Mereka bisa mendapatkan tablet berkualitas dengan harga bersahabat, fitur lengkap, dan performa tinggi.
Tahun 2025 menjadi bukti bahwa tablet bukan lagi sekadar pelengkap smartphone, tetapi perangkat utama dalam ekosistem kerja dan hiburan modern. Dan di medan persaingan ini, hanya vendor yang adaptif, inovatif, dan konsisten yang akan bertahan.



