Berita

Pemulihan Jaringan Telkomsel di Aceh Jadi Prioritas, 94% Jaringan Berhasil Dipulihkan

×

Pemulihan Jaringan Telkomsel di Aceh Jadi Prioritas, 94% Jaringan Berhasil Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
Pemulihan Jaringan Telkomsel di Aceh Jadi Prioritas, 94% Jaringan Berhasil Dipulihkan

Dexop.com – Telkomsel menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Aceh dengan memastikan layanan komunikasi tetap tersedia bagi masyarakat. Dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang digelar di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025), perusahaan melaporkan bahwa pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh telah mencapai 94 persen dan sebagian besar layanan telah kembali beroperasi normal.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan kementerian, lembaga, BUMN, serta pemerintah daerah terdampak, dengan agenda utama membahas percepatan rehabilitasi infrastruktur, transportasi, pasokan listrik, dan jaringan telekomunikasi. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, memaparkan progres terkini pemulihan jaringan sekaligus langkah-langkah lanjutan yang disiapkan perusahaan.

“Sebagian besar site Telkomsel di Aceh sudah kembali aktif. Untuk lokasi yang masih terkendala pasokan listrik, kami memastikan layanan tetap berjalan dengan dukungan genset agar masyarakat tetap terhubung,” ujar Nugroho.

94% BTS Telkomsel Kembali Aktif

Berdasarkan data terbaru, dari seluruh site atau BTS Telkomsel di wilayah Aceh, sekitar 94 persen telah berhasil dipulihkan dan beroperasi normal. Sementara itu, sekitar 5 persen site masih bergantung pada pasokan listrik alternatif berupa genset karena sistem kelistrikan di beberapa wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih.

Capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh, mengingat infrastruktur telekomunikasi merupakan tulang punggung koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan, serta komunikasi masyarakat dengan keluarga dan layanan publik.

Gangguan jaringan yang berkepanjangan berpotensi menghambat seluruh proses pemulihan. Karena itu, Telkomsel menempatkan restorasi konektivitas sebagai prioritas utama, sejalan dengan langkah cepat TelkomGroup dalam memulihkan jaringan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.

Dukungan Lebih dari Sekadar Jaringan

Selain fokus pada aspek teknis, Telkomsel juga menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi logistik kebutuhan pokok, perangkat komunikasi, pakaian layak pakai, penyediaan air bersih, hingga dukungan genset di sejumlah titik penting.

Pendekatan ini mencerminkan upaya holistik dalam pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh, di mana pemulihan infrastruktur berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam kondisi darurat, akses komunikasi dinilai sama krusialnya dengan akses pangan dan air bersih.

Sebagai bentuk dukingat berkelanjutan, Telkomsel juga memastikan hunian sementara (huntara) yang dibangun di wilayah terdampak akan dilengkapi dengan layanan konektivitas berupa akses WiFi gratis. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu aktivitas komunikasi, pendidikan, dan akses informasi selama masa transisi.

“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan jaringan, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan. Telkomsel akan terus menghadirkan berbagai dukungan, termasuk paket komunikasi terjangkau dan penyesuaian layanan hingga status darurat resmi dicabut,” tambah Nugroho.

Sinergi untuk Pemulihan Berkelanjutan

Rapat koordinasi di Banda Aceh menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam fase pemulihan pascabencana. Isu strategis yang dibahas mencakup perbaikan infrastruktur publik, transportasi, penguatan anggaran rehabilitasi, layanan sosial, hingga stabilitas pasokan listrik dan komunikasi.

Dalam konteks ini, pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh menjadi fondasi bagi pemulihan sektor lain. Konektivitas yang stabil memungkinkan layanan kesehatan, pendidikan, administrasi publik, serta aktivitas ekonomi kembali berjalan secara bertahap.

Upaya kolektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan operator telekomunikasi dinilai krusial untuk mempercepat normalisasi kondisi. Keberhasilan memulihkan sebagian besar jaringan memberikan sinyal positif bagi kebangkitan sosial dan ekonomi Aceh pascabencana.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meski capaian 94 persen menunjukkan progres signifikan, tantangan masih tersisa. Telkomsel menargetkan pemulihan penuh dengan memastikan site-site yang masih bergantung pada genset dapat segera terhubung dengan pasokan listrik utama. Selain itu, penguatan ketahanan infrastruktur telekomunikasi juga menjadi perhatian untuk mengantisipasi gangguan serupa di masa depan.

Dengan jaringan yang hampir sepenuhnya pulih, aktivitas masyarakat Aceh—mulai dari bisnis, pendidikan, hingga layanan kesehatan—diharapkan dapat kembali berjalan lebih normal. Pemulihan jaringan Telkomsel di Aceh menjadi modal penting untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang, di mana kebutuhan konektivitas data dan suara akan terus meningkat seiring pembangunan kembali wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *