Smartphone

Peluncuran Xiaomi 17 Ultra di Pasar Lesu, Xiaomi Tetap Percaya Diri Andalkan Kamera Leica

Dexop.comPeluncuran Xiaomi 17 Ultra resmi digelar pada Kamis (25/12), bertepatan dengan perayaan Natal, di tengah kondisi pasar smartphone China yang masih dibayangi pelemahan daya beli konsumen. Meski situasi pasar tidak ideal, Xiaomi tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi dengan memperkenalkan flagship terbarunya yang berfokus pada peningkatan fotografi, khususnya pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya.

Melalui peluncuran Xiaomi 17 Ultra, perusahaan teknologi asal Beijing ini kembali menegaskan kemitraan strategisnya dengan produsen kamera legendaris asal Jerman, Leica. Kolaborasi yang telah terjalin beberapa tahun terakhir tersebut diklaim kini memasuki fase yang lebih matang, dengan pengembangan teknologi optik jangka panjang yang terintegrasi langsung ke sistem kamera ponsel.

“Kami bekerja sama untuk membangun teknologi optik yang tahan masa depan dan sepenuhnya membentuk kembali pengalaman fotografi seluler,” ujar Presiden Xiaomi, Lu Weibing, dalam acara peluncuran tersebut.

Adu Kamera dengan iPhone

Dalam rangkaian presentasi peluncuran Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi menampilkan perbandingan foto malam hari yang diambil menggunakan perangkat terbarunya dengan iPhone 17 Pro Max. Foto-foto tersebut diambil di lingkungan perkotaan Hong Kong dengan pencahayaan rendah.

Lu mengklaim hasil jepretan Xiaomi 17 Ultra tampak lebih tajam, detail lebih terjaga, dan noise lebih minim, sementara foto dari iPhone terlihat kurang fokus dalam kondisi yang sama. Klaim ini menjadi sinyal jelas bahwa Xiaomi menargetkan pengguna kelas atas, termasuk mereka yang selama ini setia pada ekosistem Apple.

Dari pihak Leica, Siegmund Dukek selaku Direktur Pelaksana Leica Camera Greater China menyebut kolaborasi ini sebagai upaya membawa standar fotografi profesional ke ranah smartphone.

“Dengan menghadirkan keahlian optik kami ke dalam smartphone Xiaomi, fotografi berkualitas tinggi kini lebih mudah diakses,” kata Dukek.

Edisi Khusus Bernuansa Leica

Tak hanya menghadirkan versi standar, peluncuran Xiaomi 17 Ultra juga diramaikan dengan kehadiran Xiaomi 17 Ultra by Leica, edisi khusus yang mengusung desain terinspirasi kamera klasik Leica. Perangkat ini menampilkan logo Leica ikonik dan sentuhan desain premium yang menonjolkan karakter fotografi profesional.

“Memegangnya seperti memegang kamera Leica,” ujar Lu, menggambarkan kesan saat menggunakan edisi khusus tersebut.

Untuk harga, Xiaomi 17 Ultra by Leica dipasarkan mulai 7.999 yuan, sementara Xiaomi 17 Ultra versi reguler dibanderol mulai 6.999 yuan. Angka ini menunjukkan kenaikan hampir 8 persen dibanding generasi sebelumnya yang dilepas dengan harga awal 6.499 yuan.

Harga Naik di Tengah Tekanan Biaya

Kenaikan harga yang menyertai peluncuran Xiaomi 17 Ultra sebelumnya telah diisyaratkan oleh manajemen Xiaomi. Lu Weibing menyebut lonjakan harga chip memori sebagai salah satu faktor utama, dipicu oleh tingginya permintaan dari proyek-proyek kecerdasan buatan (AI) di industri teknologi global.

Tekanan biaya ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen smartphone, terutama ketika permintaan pasar belum sepenuhnya pulih. Namun Xiaomi tampaknya memilih mempertahankan margin dan kualitas produk, ketimbang bersaing di jalur perang harga.

Spesifikasi dan Peningkatan Teknis

Dari sisi spesifikasi, Xiaomi 17 Ultra dibekali layar berukuran 6,9 inci, kapasitas penyimpanan internal mulai 512 GB, serta peningkatan pada sektor baterai. Xiaomi juga mengklaim telah menyempurnakan sistem manajemen panas, sehingga perangkat tetap stabil saat digunakan untuk pengambilan foto dan video dalam durasi panjang.

Peningkatan kontrol suhu ini menjadi penting mengingat kamera modern semakin mengandalkan pemrosesan komputasi berat, terutama untuk fotografi malam dan perekaman video resolusi tinggi.

Pasar Lesu, Segmen Premium Bertahan

Peluncuran Xiaomi 17 Ultra berlangsung di tengah kondisi pasar smartphone China yang masih menantang. Data Counterpoint Research mencatat penjualan smartphone di China pada kuartal ketiga turun 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh lesunya konsumsi domestik selama musim liburan musim panas dan periode kembali ke sekolah.

Meski demikian, segmen premium justru menunjukkan ketahanan. Model-model flagship seperti iPhone 17 Pro masih mencatat permintaan kuat berkat peningkatan desain dan performa yang signifikan. Fenomena ini memperkuat keyakinan Xiaomi bahwa kelas atas tetap menjadi ceruk yang menjanjikan.

Secara global, Xiaomi menempati posisi vendor smartphone terbesar ketiga dunia pada kuartal ketiga, menurut laporan IDC, berada di bawah Samsung Electronics dan Apple.

Taruhan Xiaomi di Kelas Atas

Selain smartphone, Xiaomi juga memperkenalkan sejumlah produk elektronik konsumen lain dalam agenda peluncuran yang sama, mulai dari tablet hingga perangkat rumah tangga seperti pendingin ruangan dan lampu. Strategi ini mencerminkan upaya Xiaomi memperkuat ekosistem produk dan mengurangi ketergantungan pada satu lini bisnis.

Dengan peluncuran Xiaomi 17 Ultra, perusahaan tampaknya ingin menegaskan bahwa inovasi dan diferensiasi masih menjadi senjata utama untuk bertahan di tengah pasar yang lesu. Alih-alih menekan harga, Xiaomi memilih menonjolkan kualitas kamera, desain premium, dan kolaborasi global sebagai daya tarik utama.

Di tengah konsumen yang semakin selektif, Xiaomi 17 Ultra menjadi taruhan besar perusahaan untuk menjaga daya saing di segmen flagship—segmen yang justru paling tahan banting saat industri smartphone sedang mengalami tekanan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button