Berita  

Pasar Smartphone India 2025: Vivo Kokoh di Puncak, Segmen Premium Melejit, Merek Tertinggal Mulai Tertekan

Pasar Smartphone India 2025 Vivo Kokoh di Puncak, Segmen Premium Melejit, Merek Tertinggal Mulai Tertekan

Dexop.com – Pasar Smartphone India pada paruh pertama tahun 2025 mencatat pertumbuhan tipis namun signifikan di tengah dinamika global. Menurut laporan terbaru International Data Corporation (IDC), penjualan ponsel pintar di negara ini mencapai 70 juta unit pada H1 2025, naik 1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski kenaikannya tipis secara keseluruhan, lonjakan besar terjadi pada kuartal kedua (Q2) dengan pertumbuhan 7,3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} year-on-year (YoY), mencatat pengiriman sebanyak 37 juta unit.

Kinerja positif ini terutama didorong oleh strategi agresif sejumlah pemain besar, terutama Vivo, yang kembali mempertahankan posisi sebagai penguasa pasar.

Vivo Memimpin Pasar Smartphone India di Q2 2025

Di tengah persaingan ketat, Vivo mencatat pencapaian luar biasa dengan pangsa pasar 19{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan kenaikan penjualan 23,5{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY pada Q2 2025.

Kesuksesan Vivo tidak datang begitu saja. Produsen asal Tiongkok ini memanfaatkan strategi distribusi offline yang masif, memperkuat kemitraan ritel, dan meluncurkan model baru di segmen menengah yang memadukan desain premium dengan harga kompetitif. Seri seperti Vivo V30 dan X100i yang dibekali fitur kamera kelas flagship menjadi pendorong utama penjualan.

Analis IDC menilai, keunggulan Vivo di Pasar Smartphone India tidak hanya karena agresivitas marketing, tetapi juga kemampuannya menyesuaikan fitur dengan tren lokal, seperti kebutuhan kamera yang mumpuni untuk konten media sosial dan daya tahan baterai besar untuk aktivitas harian.

Samsung Bertahan di Posisi Kedua, Oppo Menanjak Cepat

Samsung menempati posisi kedua dengan pangsa 14,5{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan pertumbuhan 21{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY. Vendor asal Korea Selatan ini mengandalkan Galaxy A-series untuk segmen menengah dan Galaxy S25 series untuk segmen premium. Samsung juga aktif memanfaatkan ekosistem Galaxy yang terintegrasi dengan wearables dan tablet untuk mengunci loyalitas pengguna.

Oppo mengekor di posisi ketiga dengan pangsa 12,4{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan pertumbuhan 25,4{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY. Seri Reno dan F tetap menjadi tulang punggung penjualan, ditambah strategi harga agresif di kanal online. Oppo juga memperkuat daya tarik lewat teknologi pengisian daya super cepat SUPERVOOC yang menjadi favorit konsumen India.

Performa Merek Lain: Motorola Bersinar, Realme & Xiaomi Merosot

Di luar tiga besar, Motorola mencatat pertumbuhan spektakuler +39,4{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY dengan pangsa 8{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, berkat peluncuran model Moto G series yang sukses di pasar mid-range. Apple juga mencatat pertumbuhan +19,7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY dengan pangsa 7,5{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, didorong iPhone 16 dan iPhone SE generasi terbaru yang menyasar pasar premium dan semi-premium.

Namun, tidak semua merek mengalami keberuntungan. Realme turun -17,8{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dengan pangsa 9,7{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, sementara Xiaomi anjlok -23,5{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan Poco -28,8{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Penurunan paling tajam dialami OnePlus yang jatuh -39,4{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, menandakan tantangan besar di segmen flagship value-for-money.

Segmen Harga: Premium Naik Pesat, Kelas Bawah Tetap Hidup

Salah satu fenomena menarik di Pasar Smartphone India adalah kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price / ASP) yang mencapai US$275 pada Q2 2025, naik 10,8{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY.

  • Segmen di bawah US$100: Tumbuh 22,9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} YoY, dengan Xiaomi sebagai pemimpin, terutama lewat seri Redmi A dan C.

  • Segmen US$100–US$200: Naik tipis 1,1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, didominasi oleh Vivo, Oppo, dan Realme.

  • Segmen premium (US$600–US$800): Melonjak 96,4{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}, didorong penjualan Samsung Galaxy S25 dan iPhone 16 series.

Pergeseran ini menunjukkan konsumen India semakin tertarik pada perangkat dengan fitur canggih seperti kamera AI, layar OLED refresh rate tinggi, dan konektivitas 5G.

Chipset: MediaTek Unggul Tipis atas Qualcomm

Berdasarkan laporan IDC, perangkat berbasis MediaTek menguasai 44,3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pasar smartphone India, unggul atas Qualcomm yang mencatat 33,9{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. MediaTek sukses memimpin di segmen mid-range berkat prosesor seri Dimensity yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya.

Qualcomm tetap dominan di segmen flagship melalui Snapdragon 8 Elite dan Snapdragon 8 Gen 3, yang menjadi pilihan utama untuk ponsel gaming dan premium.

Proyeksi H2 2025: Premium Tetap Naik, Pasar Mungkin Melambat

Meski Q2 2025 menunjukkan angka positif, IDC memperkirakan pengiriman smartphone di India bisa mengalami sedikit penurunan pada paruh kedua tahun ini. Faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi mata uang, dan inflasi bisa memengaruhi daya beli konsumen.

Namun, segmen premium diprediksi tetap tumbuh berkat perilisan model flagship baru menjelang musim festival di India. Vivo dan Samsung diperkirakan mempertahankan posisi teratas, sementara Oppo dan Motorola berpotensi memperbesar pangsa pasar jika mampu mempertahankan momentum.