Home / Travel Destination / Nikmati Pagi yang Keren di Pantai Saporkren, Raja Ampat

Nikmati Pagi yang Keren di Pantai Saporkren, Raja Ampat

Raja Ampat – Bicara soal Raja Ampat, jangan lupakan keindahan pantainya. Pantai Saporkren jadi saksi, betapa nikmatnya melewatkan suasana pagi yang syahdu di Raja Ampat.

Desa Saporkren, begitulah nama desa sederhana di Raja Ampat ini. Desa ini bisa ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan darat naik mobil dari Waisai, ibukota Raja Ampat.

detikTravel berkunjung ke Saporkren sekitar 2 pekan lalu, di tengah meliput acara Festival Pesona Raja Ampat 2016. Saporkren adalah sebuah desa kecil yang memiliki pesona wisata layaknya desa wisata lain di Raja Ampat.

Unggulan utama dari Desa Saporkren tentu saja adalah kegiatan birdwatching. Selain di Desa Sawinggrai, ternyata di Saporkren kita juga bisa melihat pesona burung Cenderawasih yang disebut-sebut sebagai The Bird of Paradise, alias Burung dari Surga.

Pantai di Desa Saporkren (Wahyu/detikTravel)Pantai di Desa Saporkren (Wahyu/detikTravel)

Tapi pagi itu, saya lebih memilih untuk menikmati suasana pagi di kawasan pantainya saja. Sementara kawan-kawan yang lain pergi masuk ke dalam hutan untuk berburu penampakan burung Cenderawasih. Masih ada hari lain, pikir saya.

Bersama sebagian anggota kelompok yang lain, saya berjalan menyusuri jembatan kayu yang memang dibangun di tepi pantai. Jembatan kayu ini mengantarkan kami menuju ke kawasan hutan tempat Burung Cenderawasih tinggal. Sementara percabangan jembatan yang lain, akan menuju ke Mando’s Homestay tempat kami akan menunggu rombongan yang masuk ke hutan.

Waktu menunjukkan pukul 08.30 WIT, matahari masih belum tinggi-tinggi amat. Cuaca cukup teduh, angin sepoi-sepoi bertiup tenang. Sementara mendung menggelayut di atas langit Saporkren. Ah, benar-benar suasana pagi yang syahdu dan hikmat. Cocok bila ditemani secangkir kopi atau teh hangat.

Sesampai di Mando’s Homestay, pemandangan yang ada benar-benar memukau indera penglihatan kami. Perairan berwarna biru muda jernih bak lautan Maladewa tersaji di depan mata. Benar-benar menggoda untuk terjun ke dalamnya.

Pemandangan laut biru muda bak di Maladewa, ada juga di Saporkren (Wahyu/detikTravel)Pemandangan laut biru muda bak di Maladewa, ada juga di Saporkren (Wahyu/detikTravel)

Beberapa anggota kelompok kami pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Tanpa ba-bi-bu lagi mereka langsung terjun ke air laut nan biru itu. Ternyata di bawah perairan homestay ini, ada schooling anakan ikan Bubara (Ikan Kuwe) yang jumlahnya sangat banyak.

Layaknya schooling ikan yang lain, gerombolan ikan Bubara ini langsung kabur begitu ada manusia yang datang mendekat. Saya sendiri tidak ikut nyebur, karena memang tidak membawa baju ganti saat itu. Tapi melihat teman-teman asyik berenang, rasanya seru juga.

Tak selang lama. hujan pun turun mengguyur Saporkren pagi itu. Kegiatan berenang pun terpaksa harus kami akhiri. Akhirnya kami duduk-duduk saja sambil saling bertukar cerita tentang pengalaman-pengalaman seru dan lucu ketika sedang traveling, sampai diving. Seru sekali!

Meski hujan, pagi yang saya habiskan di Saporkren saat itu sungguh berkesan. Saya mendapat teman baru, pengalaman, serta obrolan hangat yang akan selalu teringat di kenangan. Benar-benar pagi yang indah di Saporkren, Raja Ampat

Perairan biru yang sangat menggooda di Desa Saporkren, Raja Ampat (Wahyu/detikTravel)Perairan biru yang sangat menggooda di Desa Saporkren, Raja Ampat (Wahyu/detikTravel)

(aff/aff)

Check Also

Ditemukan Turis, Begini Awal Pasir Timbul Raja Ampat Bisa Terkenal

Raja Ampat – Liburan ke Raja Ampat traveler jangan lupa mampir ke Pasir Timbul. Destinasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *