Berita

Motorola G54 Terbakar di Saku, Alarm Serius Soal Keamanan Baterai Ponsel

×

Motorola G54 Terbakar di Saku, Alarm Serius Soal Keamanan Baterai Ponsel

Sebarkan artikel ini
Motorola G54 Terbakar di Saku, Alarm Serius Soal Keamanan Baterai Ponsel

Dexop.com – Insiden Motorola G54 terbakar kembali memantik kekhawatiran publik terkait keamanan baterai ponsel pintar. Sebuah video yang viral pada 30 Desember 2025 memperlihatkan ponsel Motorola seri G—diduga kuat Moto G54—mengalami kerusakan parah setelah dilaporkan terbakar di dalam saku celana penggunanya. Rekaman tersebut menunjukkan bodi ponsel meleleh, layar menghitam, dan sebuah lubang bakar besar di saku jeans, mengindikasikan panas ekstrem.

Video itu dibagikan oleh akun X milik Abhishek Yadav dan disebut berasal dari unggahan Instagram akun shubhxr_369. Dalam rekaman, ponsel berwarna biru tampak hancur dengan panel belakang plastik yang terdistorsi dan layar retak. Pemilik perangkat menyatakan ponsel tidak sedang digunakan, tidak dicas, dan tidak mengalami tekanan fisik tidak wajar sebelum kejadian—sebuah klaim yang membuat insiden Motorola G54 terbakar semakin mengkhawatirkan. Tidak ada laporan cedera serius.

Hingga berita ini ditulis, Motorola belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai investigasi kasus tersebut.

Mengapa Baterai Bisa Terbakar?

Di balik desain ramping smartphone, baterai lithium-ion menyimpan kepadatan energi tinggi. Banyak produsen, termasuk Motorola, menggunakan sel tipe “soft pouch” untuk fleksibilitas dan efisiensi. Namun, sel jenis ini dapat rentan terhadap kerusakan fisik atau cacat mikro pada separator. Ketika terjadi korsleting internal, reaksi berantai yang dikenal sebagai thermal runaway baterai dapat memicu kenaikan suhu cepat, pelepasan gas mudah terbakar, hingga kebakaran.

Tanpa hasil investigasi resmi, penyebab pasti Motorola G54 terbakar masih spekulatif—mulai dari cacat produksi, kerusakan tak terlihat, hingga faktor pengisian daya dengan aksesori tidak kompatibel. Meski demikian, insiden pada kondisi “istirahat” meningkatkan urgensi evaluasi keselamatan.

Pola Insiden dan Sorotan Industri

Kasus ponsel Motorola terbakar bukan yang pertama. Pada Februari 2025, seorang pengguna di Brasil dilaporkan mengalami luka bakar setelah Moto E32 terbakar di saku. Pada 2024, laporan daring juga menyebut Moto G Power 5G memanas ekstrem. Di luar Motorola, industri pernah diguncang penarikan global Samsung Galaxy Note 7—menegaskan bahwa keamanan baterai ponsel adalah tantangan lintas merek.

Seiring tren kapasitas baterai besar dan pengisian cepat, risiko meningkat jika kontrol kualitas, manajemen termal, atau praktik penggunaan tidak optimal. Karena itu, setiap insiden ponsel terbakar di saku celana harus ditangani serius.

Viralitas dan Realitas Risiko

Video dramatis mempercepat penyebaran kekhawatiran publik. Ponsel adalah benda personal yang selalu dekat dengan tubuh; ketika berubah menjadi sumber bahaya, rasa aman terganggu. Namun, secara statistik, kejadian kebakaran tetap jarang dibanding miliaran perangkat aktif. Produsen menerapkan pengaman berlapis—IC pengisian, sensor suhu, hingga material separator—tetapi standar keselamatan idealnya mendekati nol toleransi.

Langkah Pencegahan Praktis

Sambil menunggu klarifikasi produsen, pengguna dapat meminimalkan risiko:

  1. Periksa tanda baterai bermasalah: bodi menggembung, layar terangkat, atau panel belakang tidak rata. Matikan perangkat segera.
  2. Gunakan charger dan kabel asli atau bersertifikat. Aksesori abal-abal dapat merusak sirkuit pengisian.
  3. Hindari suhu ekstrem dan pengisian di tempat tertutup panas (di bawah bantal/selimut).
  4. Jika ponsel terasa panas tak wajar, hentikan penggunaan dan biarkan dingin.

Penutup

Insiden Motorola G54 terbakar adalah pengingat tegas bahwa keselamatan harus menjadi fondasi utama inovasi. Bagi produsen, ini berarti audit kualitas dan transparansi investigasi. Bagi pengguna, kewaspadaan sederhana dapat mencegah risiko serius. Teknologi memudahkan hidup, tetapi keamanan tidak boleh dikompromikan—terutama ketika ancaman berada sedekat saku kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *