Canggih! Mission-Safe Phone Nokia Siap Dukung Operasi Militer Modern!

Dexop.com – Nokia kembali menjadi sorotan setelah resmi meluncurkan Mission-Safe Phone, sebuah smartphone militer berkemampuan tinggi yang dirancang khusus untuk mendukung operasi pertahanan modern. Di tengah penurunan penjualan di pasar konsumen, Nokia kini mengalihkan fokus ke sektor pertahanan yang terus tumbuh pesat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kehadiran Mission-Safe Phone menunjukkan bahwa perusahaan teknologi asal Finlandia ini siap mengambil peran penting dalam membangun sistem komunikasi militer masa depan yang lebih aman, cepat, dan andal.
Mission-Safe Phone dirancang dengan ketahanan ekstrem, keamanan tingkat militer, dan performa unggulan untuk komunikasi misi kritis. Perangkat ini menggunakan chipset Qualcomm dengan siklus hidup panjang, mendukung aplikasi berkapasitas data besar, serta terintegrasi penuh dengan jaringan taktis Banshee 4G dan 5G milik Nokia. Dengan desain sebagai platform terbuka, Mission-Safe Phone memungkinkan integrasi aplikasi, fitur tambahan, dan aksesori baru sesuai kebutuhan operasional, menjadikannya solusi fleksibel untuk berbagai misi militer.
Selain smartphone, Nokia juga memperkenalkan Banshee 5G Tactical Radio terbaru, stasiun pangkalan portabel yang berfungsi sebagai “jaringan dalam kotak” dengan konektivitas 5G terintegrasi. Perangkat ini menawarkan bandwidth besar, latensi rendah, dan mobilitas tinggi untuk mendukung koordinasi real-time di lapangan. Kolaborasi antara Mission-Safe Phone dan Banshee 5G Tactical Radio menciptakan ekosistem komunikasi taktis yang lengkap dan terintegrasi, sangat penting bagi operasi pertahanan modern yang membutuhkan kecepatan informasi dan keandalan jaringan tanpa kompromi.
Giuseppe Targia, Kepala Divisi Antariksa dan Pertahanan Nokia, menegaskan bahwa teknologi ini akan memberikan keunggulan strategis bagi unit militer di medan perang modern. Sementara itu, Presiden Nokia Mobile Networks Tommi Uitto menambahkan bahwa kesadaran situasional real-time adalah faktor terpenting dalam operasi militer saat ini, dan teknologi komunikasi berbasis 4G, 5G, hingga 6G di masa depan akan menjadi tulang punggung sistem komando pertahanan global.
Langkah Nokia ini hadir di tengah laporan penurunan pendapatan di sektor konsumen. Pada paruh pertama tahun ini, penjualan Nokia turun 2{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} menjadi €8,9 miliar, sementara divisi Mobile Networks merosot 6{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} menjadi €3,5 miliar. Margin operasional perusahaan juga menyusut dari 11,5{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} menjadi hanya 5,1{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}. Di sisi lain, belanja pertahanan global justru meningkat, terutama setelah NATO dan negara-negara anggotanya sepakat menaikkan anggaran militer dari 3{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} menjadi 5{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} PDB dalam dekade mendatang, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk modernisasi sistem komunikasi.
Larangan bagi vendor Tiongkok seperti Huawei dan ZTE dalam kontrak pertahanan Eropa juga memberi peluang emas bagi Nokia untuk memperluas pasar di sektor ini. Dengan Mission-Safe Phone dan Banshee 5G Tactical Radio, Nokia memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia teknologi komunikasi taktis generasi baru yang aman dan andal.
Peluncuran Mission-Safe Phone bukan hanya menandai langkah strategis Nokia dalam sektor pertahanan, tetapi juga membuka era baru komunikasi militer berbasis teknologi 5G yang aman, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan peperangan modern. Dengan inovasi ini, Nokia berpotensi menjadi pemain kunci dalam transformasi digital di dunia militer, menggabungkan keamanan siber, kecepatan informasi, dan fleksibilitas teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi penuh.



