Mengulik Google Tensor G5: Performa, Benchmark, dan Semua yang Perlu Anda Tahu

Dexop.com – Setelah sekian lama menjadi bahan spekulasi, Google Tensor G5 akhirnya resmi hadir sebagai jantung penggerak seri Pixel 10. Chipset ini menjadi generasi kelima dari lini prosesor buatan Google sendiri, sekaligus menjadi titik balik besar karena untuk pertama kalinya Google meninggalkan Samsung Foundry dan beralih ke TSMC.
Dengan proses manufaktur 3nm TSMC, Tensor G5 menjanjikan peningkatan performa CPU hingga 34{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dan TPU (Tensor Processing Unit) hingga 60{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dibandingkan generasi sebelumnya, Tensor G4. Meski masih kalah kencang dalam uji benchmark dibanding Snapdragon 8 Elite atau Apple A18 Pro, Tensor G5 justru hadir dengan fokus yang lebih spesifik: pengalaman penggunaan harian, efisiensi daya, stabilitas, serta kemampuan AI on-device.
Sejarah Singkat: Dari Tensor G1 hingga Tensor G5
Sebelum masuk ke detail, mari menengok perjalanan singkat seri Tensor.
- Tensor G1 (2021)
Debut di Pixel 6, berbasis Exynos buatan Samsung. Fokus pada AI dan kamera. - Tensor G2 (2022)
Dipakai di Pixel 7, dengan performa CPU dan GPU meningkat sedikit, tapi AI tetap jadi nilai jual utama. - Tensor G3 (2023)
Hadir di Pixel 8. Google mulai memperkenalkan core terbaru, tetapi efisiensi panas masih dipertanyakan. - Tensor G4 (2024)
Diproduksi Samsung dengan node 4nm. Performa meningkat, namun tetap tertinggal jauh dari Snapdragon 8 Gen 3 dan Apple A17 Pro. - Tensor G5 (2025)
Momentum besar: pindah ke TSMC 3nm. Inilah awal era baru di mana Google lebih serius bersaing di dunia silicon.
Sejak awal, Google sadar mereka tidak akan bisa menandingi Qualcomm atau Apple di angka murni benchmark. Namun, lini Tensor dibangun untuk mengintegrasikan hardware dengan software AI Google, terutama untuk Pixel.
Spesifikasi Google Tensor G5
Google Tensor G5 hadir dengan konfigurasi:
- CPU:
- 1× Cortex-X4 @ 3.78GHz
- 5× Cortex-A725 @ 3.05GHz
- 2× Cortex-A520 @ 2.25GHz
- GPU: PowerVR DXT-48-1536 dengan dukungan ray tracing.
- TPU: Generasi ke-4, dirancang khusus untuk mengoptimalkan eksekusi Gemini Nano, model AI on-device Google.
- RAM: LPDDR5X (hingga 16GB di Pixel 10 Pro).
- Proses manufaktur: TSMC 3nm (node N3E).
Selain itu, Google juga menyematkan ISP (Image Signal Processor) baru untuk kamera dan display controller yang mendukung fitur PWM sensitivity toggles — meningkatkan kenyamanan layar bagi pengguna yang sensitif terhadap flicker.
Benchmark Google Tensor G5
Walaupun Google tidak mengejar angka benchmark, hasil uji tetap menarik untuk diperhatikan.
Geekbench 6
- Pixel 10:
- Single-core: 2.179
- Multi-core: 4.777
- Pixel 10 Pro:
- Single-core: 2.333
- Multi-core: 6.375
Peningkatan signifikan dibanding Tensor G4 (sekitar +20{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} single-core, +40{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} multi-core).
Perbandingan dengan Snapdragon 8 Elite
| Benchmark | Tensor G5 (Pixel 10 Pro) | Snapdragon 8 Elite (Honor Magic 7 Pro) | Apple A18 Pro |
|---|---|---|---|
| Geekbench 6 (Single-Core) | 2.333 | 2.965 | 3.120 |
| Geekbench 6 (Multi-Core) | 6.375 | 9.271 | 9.800 |
| 3DMark Wild Life Extreme (FPS) | 19.49 | 38.27 | 40.12 |
| AnTuTu Score | ~1,29 juta | ~2,75 juta | ~2,8 juta |
Dari tabel terlihat jelas: Tensor G5 masih tertinggal di performa mentah, terutama GPU.
Performa Gaming: Masih Tertinggal
Dalam tes 3DMark Wild Life Extreme, Pixel 10 Pro dengan Tensor G5 hanya mencatat 19 FPS, jauh di bawah Snapdragon 8 Elite yang tembus 38 FPS.
Namun, di dunia nyata, Pixel 10 Pro masih bisa memainkan game populer seperti Minecraft dan Genshin Impact pada 60 FPS stabil. Ini peningkatan nyata dari Pixel 9 Pro yang hanya bisa stabil di sekitar 40 FPS.
Kesimpulannya, Tensor G5 bisa diandalkan untuk gaming kasual, tapi bukan pilihan terbaik bagi gamer hardcore.
Kekuatan Tensor G5: AI On-Device
Meski kalah di GPU, Tensor G5 justru berkilau di bidang AI.
- Gemini Nano: berjalan 2,6× lebih cepat dan 2× lebih efisien dibanding Tensor G4.
- Magic Cue: asisten AI yang bisa merangkum panggilan telepon, rapat, atau chat secara real-time.
- Camera Coach: membantu pengguna mengambil foto terbaik dengan rekomendasi instan.
- AI Translate: terjemahan suara ke teks real-time, bahkan tanpa koneksi internet.
Google memposisikan Tensor G5 sebagai chipset AI-first, bukan sekadar SoC smartphone biasa.
Pengalaman Harian: Stabil, Efisien, Andal
Bagi mayoritas pengguna non-gamer, Tensor G5 menawarkan pengalaman mulus:
- Multitasking lebih lancar berkat RAM LPDDR5X.
- Efisiensi baterai meningkat, Pixel 10 Pro XL bisa bertahan hingga 2 hari dengan penggunaan normal.
- Panas lebih terkontrol, berkat fabrikasi TSMC 3nm.
- Kualitas foto dan video meningkat berkat ISP baru.
Pixel 10 Pro memang bukan ponsel tercepat, tapi nyaris semua pengguna merasakan bahwa stabilitas, AI, dan kamera adalah nilai jual utama.
Strategi Google: Kenapa Pindah ke TSMC?
Salah satu faktor paling penting dalam Tensor G5 adalah peralihan pabrikasi dari Samsung Foundry ke TSMC.
Alasannya jelas:
- Samsung 4nm dikenal boros daya dan gampang panas.
- TSMC 3nm terbukti lebih efisien, dipakai juga oleh Apple A18 Pro dan Snapdragon 8 Elite.
Langkah ini menunjukkan Google serius menggarap chipset mereka, bukan sekadar pelengkap Pixel. Tensor G5 adalah bukti komitmen jangka panjang.
Dampak Tensor G5 pada Ekosistem Pixel
- Kamera Pixel 10 lebih superior
Dengan ISP baru, foto low-light semakin tajam, dan video bisa mencapai 4K 60FPS lebih stabil. - AI lebih canggih
Gemini Nano membawa fitur-fitur praktis yang tidak bisa ditandingi oleh iPhone atau Galaxy. - Software + Hardware lebih sinergis
Karena chip didesain Google, integrasi dengan Android 15 lebih optimal. - Dukungan jangka panjang
Pixel 10 dijanjikan update hingga 7 tahun, dan Tensor G5 akan menopang performa hingga akhir siklusnya.
Masa Depan Tensor: Apa Selanjutnya?
Tensor G5 hanyalah awal. Rumor menyebut Google sudah mulai menyiapkan Tensor G6 dengan arsitektur CPU lebih custom, GPU lebih bertenaga, dan fabrikasi 2nm dari TSMC.
Dengan strategi ini, dalam beberapa tahun ke depan, Google mungkin bisa benar-benar menantang Snapdragon dan Apple.
Kesimpulan: Posisi Tensor G5 di Dunia Smartphone
Google Tensor G5 adalah chipset yang unik. Ia bukan yang tercepat, bukan pula yang terkuat di GPU. Tapi ia jelas berbeda karena fokus pada AI, efisiensi, dan pengalaman nyata pengguna.
- Bagi gamer: mungkin Snapdragon 8 Elite atau iPhone dengan A18 Pro tetap lebih ideal.
- Bagi pengguna umum: Pixel 10 Pro dengan Tensor G5 menawarkan kombinasi yang nyaris sempurna — kamera top, AI praktis, baterai lebih tahan lama, dan integrasi software yang mulus.
Pada akhirnya, Tensor G5 membuktikan bahwa Google tidak bermain di liga yang sama dengan Qualcomm atau Apple, melainkan menciptakan liga baru: smartphone berbasis AI-first.



