
Arief tak sesumbar bicara, dia langsung menjelaskannya. Dalam hitungannya, potensi wisata bahari Indonesia dapat mencapai angka USD 12 triliun atau 7 kali lipat dari APBN 2015. Potensi yang dimaksud berdasarkan kekayaan bahari Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari pantai sampai bawah laut.
“Kita punya 710 titik selam di 33 destinasi. Komodo dan Raja Ampat sudah masuk daftar tempat menyelam terbaik di dunia. Panjang garis pantai kita 100 ribu km, salah satu yang terpanjang di dunia. Dari wisata bahari, kita bisa mempekerjakan 40 juta orang atau 1/3 dari angkatan kerja di Indonesia,” terangnya.
Tapi sayang, masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah. Ada masalah aksesibilitas dan pra sarana, sampai membabat regulasi yang begitu menyulitkan turis untuk datang. Khususnya regulasi soal yacht dan kapal pesiar, yang mana turis yang datang dengan cara itu akan membawa uang lebih banyak.
Beberapa cara sudah dilakukan untuk mengerjakan PR itu, seperti menetapkan 10 detinasi wisata prioritas. 7 Di antaranya merupakan destinasi wisata bahari seperti sebut saja Wakatobi dan Morotai.
“Kita potensi besar tapi performa buruk,” tutupnya. (fay/fay)
http://travel.detik.com/read/2016/08/31/081000/3287389/1382/kenapa-wisata-bahari-penting-untuk-indonesia