Berita  

Indosat Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz Jika Harga Terjangkau, Strategi Baru Perluas Internet Tetap Nasional

Indosat Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz Jika Harga Terjangkau, Strategi Baru Perluas Internet Tetap Nasional

Dexop.com – PT Indosat Tbk. (ISAT) menyatakan ketertarikannya untuk ikut lelang frekuensi 1,4 GHz yang dibuka oleh pemerintah Indonesia. Namun, perusahaan telekomunikasi raksasa tersebut memberikan catatan penting: partisipasi mereka akan sangat bergantung pada harga yang ditawarkan dalam lelang. Keputusan ini menjadi sorotan industri karena pita frekuensi 1,4 GHz dipandang sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperluas jangkauan layanan internet tetap atau broadband fixed wireless access di Indonesia.

Langkah Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz menandai babak baru dalam strategi ekspansi jaringan nasional, terutama mengingat ketimpangan akses digital di berbagai wilayah Indonesia yang masih menjadi tantangan besar.

Indosat Ooredoo Hutchison: Lelang Ya, Asal Harga Masuk Akal

Dalam keterangannya kepada media pada Selasa (29/7/2025), Muhammad Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan dengan serius untuk ikut lelang frekuensi 1,4 GHz, namun menekankan pentingnya faktor harga dalam keputusan tersebut.

“Kalau lelangnya murah, pastinya ikut,” ujar Danny singkat namun padat, menegaskan posisi pragmatis perusahaan.

Menurut Danny, harga frekuensi yang terlalu tinggi bisa menghambat investasi lanjutan di sektor infrastruktur, karena operator masih harus mengalokasikan dana untuk penambahan perangkat pada modul BTS (Base Transceiver Station) dan pengembangan ekosistem yang mendukung pita frekuensi 1,4 GHz.

Studi Kasus: Lelang Frekuensi 2,1 GHz 2022

Untuk memberikan konteks, pada Oktober 2022, Telkomsel memenangkan lelang pita frekuensi 2,1 GHz dengan membayar up front fee sebesar Rp605 miliar untuk pita 2×5 MHz. Dengan skema pembayaran 3x lipat dari nilai lelang yang ditawarkan, total biaya yang harus dibayar oleh Telkomsel mencapai sekitar Rp1,8 triliun pada tahun pertama.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana biaya lelang bisa berdampak signifikan terhadap strategi keuangan dan operasional operator seluler. Maka tidak heran jika Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz dengan kehati-hatian, sembari tetap mendukung target pemerataan akses digital nasional.

Komitmen Indosat Dukung Pemerataan Akses Internet

Meski berhati-hati soal harga, Indosat menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dalam mewujudkan akses internet tetap yang terjangkau dan merata di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Indosat untuk mendukung agenda transformasi digital nasional.

“Indosat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penetrasi internet yang terjangkau,” tambah Danny.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz yang tidak hanya bertujuan memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan digital inklusif di Tanah Air.

Lelang Frekuensi 1,4 GHz: Inisiatif Kominfo dan Komdigi

Lelang pita frekuensi 1,4 GHz diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 337 Tahun 2025. Pita frekuensi selebar 80 MHz (1432–1512 MHz) akan dibagi ke dalam tiga regional untuk digunakan dalam layanan akses nirkabel pita lebar atau Broadband Wireless Access (BWA).

Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, menegaskan bahwa lelang ini dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan, terbuka bagi seluruh penyelenggara telekomunikasi yang memiliki izin resmi.

“Fokus kami adalah memastikan pita frekuensi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan internet berbasis jaringan pitalebar tetap, termasuk di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” jelas Wayan.

Dengan prinsip tata kelola yang baik, pemerintah memastikan bahwa Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz atau operator lainnya tidak hanya mengejar keuntungan komersial, tetapi juga diwajibkan memiliki komitmen pengembangan jaringan dan layanan yang terukur.

Mengapa Frekuensi 1,4 GHz Penting?

Frekuensi 1,4 GHz tergolong ideal untuk jaringan fixed wireless karena memiliki jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang baik, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Dalam konteks ini, Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz menjadi langkah strategis untuk memperluas konektivitas ke daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan internet tetap.

Kebutuhan akan konektivitas tetap juga meningkat tajam pasca-pandemi COVID-19, seiring dengan tren kerja jarak jauh, pembelajaran daring, dan digitalisasi layanan publik.

Ekspansi dan Fokus Bisnis Indosat di 2025

Indosat saat ini tengah fokus pada sejumlah strategi bisnis sepanjang tahun 2025. Dalam laporan kinerja kuartal pertama, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, serta merencanakan pembagian dividen kepada pemegang saham. Namun demikian, fokus utama tahun ini adalah perluasan jaringan dan peningkatan layanan digital berbasis infrastruktur.

Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz akan memperkuat langkah perusahaan dalam mendominasi segmen layanan internet tetap yang makin diminati pelanggan korporasi maupun rumah tangga.

Langkah ini dinilai penting oleh pengamat industri karena layanan broadband tetap diyakini akan menjadi pilar utama pertumbuhan pendapatan operator dalam beberapa tahun ke depan, mengingat pasar seluler telah mendekati titik jenuh.

Tantangan: Ekosistem dan Infrastruktur

Meski potensial, penggunaan pita 1,4 GHz bukan tanpa tantangan. Danny menyebut bahwa selain harga lelang, ekosistem perangkat pendukung untuk pita frekuensi ini masih belum matang. Operator perlu melakukan investasi tambahan untuk meng-upgrade perangkat BTS serta memastikan kompatibilitas perangkat pelanggan dengan pita ini.

“Perlu tambahan perangkat dan kesiapan ekosistem,” ujarnya.

Namun, dengan komitmen kuat dan pengalaman operasional yang matang, banyak pihak optimistis bahwa Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz dapat memberikan dampak signifikan pada transformasi digital di Indonesia, khususnya di sektor layanan internet tetap.

Potensi Pemanfaatan Jangka Panjang

Jika berhasil memenangkan lelang dan menggelar layanan di pita 1,4 GHz, Indosat berpotensi membuka jalan untuk berbagai inovasi layanan digital, mulai dari internet rumah berkecepatan tinggi, internet untuk UKM, hingga layanan pendidikan dan kesehatan jarak jauh.

Dalam konteks pengembangan smart city, kehadiran jaringan berbasis frekuensi 1,4 GHz juga dapat memperkuat infrastruktur IoT dan sensor pintar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan demikian, Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz tidak hanya penting secara bisnis, tetapi juga strategis dalam pembangunan nasional.

Pemerintah Dorong Partisipasi Seluruh Operator

Pemerintah berharap semua operator besar, termasuk Indosat, Telkomsel, XL Axiata, dan lainnya akan aktif berpartisipasi dalam lelang ini. Semakin banyak peserta, semakin besar pula peluang terjadinya kompetisi sehat dan inovasi layanan yang menguntungkan masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia terjangkau internet tetap dengan kualitas dan harga yang baik,” tegas Wayan.

Kementerian juga menekankan bahwa pemilik frekuensi wajib memenuhi target pengembangan jaringan dan cakupan layanan yang telah disepakati dalam proposal seleksi.

Antisipasi Dampak pada Pasar Telekomunikasi

Jika Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz dan berhasil memenangkannya, maka lanskap industri telekomunikasi Indonesia akan mengalami perubahan signifikan. Keunggulan jaringan dan layanan berbasis pita ini bisa meningkatkan daya saing Indosat, terutama dalam layanan internet rumah yang kini menjadi fokus pasar baru.

Analis pasar memperkirakan bahwa layanan berbasis frekuensi 1,4 GHz akan mendorong pertumbuhan pelanggan broadband tetap sebesar 20–30{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah non-metropolitan.

Penutup: Momentum Strategis Bagi Indosat

Keseriusan Indosat ikut lelang frekuensi 1,4 GHz menunjukkan bahwa perusahaan siap mengambil langkah besar dalam mendukung agenda digitalisasi nasional. Meski masih menanti kepastian soal harga, niat tersebut sudah menjadi sinyal kuat akan arah baru strategi ekspansi Indosat di era transformasi digital.

Sebagai pemain utama industri telekomunikasi, partisipasi Indosat dalam lelang ini bisa menjadi game changer dalam persaingan layanan internet tetap di Indonesia.

Pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kini menanti: akankah Indosat benar-benar maju ke medan lelang? Dan jika ya, mampukah mereka merealisasikan visinya untuk internet yang lebih cepat, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia?