Berita

India Salip China! Kini Jadi Eksportir Smartphone Terbesar ke Amerika Serikat

Dexop.com – India resmi menggusur dominasi China sebagai eksportir smartphone terbesar ke Amerika Serikat (AS). Fenomena ini menjadi titik balik penting dalam peta industri manufaktur global, sekaligus mempertegas pergeseran kekuatan produksi elektronik dunia dari Tiongkok ke Asia Selatan.

Menurut laporan terbaru dari firma riset Canalys, India menyumbang 44{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dari total impor smartphone AS pada kuartal kedua 2025 (April–Juni). Angka ini melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat India hanya mencatat 13{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}. Sebaliknya, porsi ekspor China anjlok dari 61{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} menjadi di bawah 40{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded}—sebuah perubahan besar dalam waktu yang sangat singkat.

Apple Jadi Pendorong Utama Lonjakan Ekspor India

Salah satu faktor kunci di balik lonjakan ini adalah strategi ekspansi Apple di India. Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut secara agresif memindahkan basis produksi iPhone dari China ke India, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif AS terhadap produk asal Tiongkok.

Langkah Apple untuk menimbun stok iPhone di India bukan hanya langkah logistik semata. Ini adalah bagian dari strategi besar menghadapi kebijakan “Liberation Day” yang digulirkan oleh pemerintahan Donald Trump, di mana tarif tinggi dikenakan pada produk impor asal China.

Bahkan sejak Oktober 2024, Apple telah memulai produksi awal iPhone di India, dan menurut laporan internal, perusahaan berencana untuk memindahkan seluruh produksi iPhone untuk pasar Amerika ke India paling lambat 2026. Ini sekaligus mencerminkan upaya Apple dalam diversifikasi rantai pasok.

Selain Apple, Samsung dan Motorola juga memperluas jaringan pasokan dari India, memanfaatkan keuntungan geografis dan insentif pemerintah setempat.

Pangsa Pasar Smartphone AS: Apple Masih Terdepan, Samsung Mengejar

Berdasarkan data Canalys, total pengiriman smartphone ke pasar AS pada kuartal kedua 2025 mencapai 27,1 juta unit, tumbuh tipis 1{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} secara tahunan (year-on-year). Meski pertumbuhan ini relatif stagnan, komposisi pemain di dalamnya menunjukkan dinamika menarik.

Berikut peringkat lima besar vendor smartphone di AS berdasarkan jumlah unit yang dikirimkan:

  • Apple: 13,3 juta unit (49{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pangsa pasar)
  • Samsung: 8,3 juta unit (31{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded})
  • Motorola: 3,2 juta unit (12{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded})
  • Google: <1 juta unit (3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded})
  • TCL: <1 juta unit (3{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded})

Samsung tercatat berhasil memangkas jarak dengan Apple, meski perusahaan Korea Selatan ini masih mengandalkan model-model mid-range seperti Galaxy A Series untuk mendorong penjualan.

India Jadi Pusat Manufaktur Baru, Tapi Masih Bergantung Impor Komponen

Meski sukses mengambil alih posisi sebagai eksportir smartphone terbesar ke AS, India masih menghadapi tantangan serius. Salah satunya adalah ketergantungan tinggi pada komponen buatan luar negeri, terutama chipset, layar, dan modul kamera.

Namun, kondisi ini justru dinilai menguntungkan dalam konteks jangka pendek. Dengan masih banyaknya komponen impor, perusahaan smartphone bisa memaksimalkan skema insentif pemerintah India melalui Production Linked Incentive (PLI). Skema ini memberi subsidi bagi perusahaan yang memproduksi perangkat di India dan mengekspornya ke pasar global.

Pemerintah India sendiri telah lama membidik sektor teknologi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi. Melalui program seperti Make in India dan Digital India, New Delhi berharap bisa mengubah India menjadi pusat manufaktur global yang tidak hanya merakit tetapi juga memproduksi komponen secara mandiri.

Investasi Teknologi Mengalir Deras ke India

Kondisi geopolitik yang menguntungkan dan insentif agresif dari pemerintah India mendorong gelombang investasi masuk. Apple dikabarkan sedang membangun pabrik khusus untuk produksi AirPods di India, sebagai bagian dari diversifikasi rantai pasok mereka.

Selain itu, model-model seperti iPhone 14 dan iPhone 15 sudah diproduksi sebagian di India, menandakan kepercayaan Apple terhadap stabilitas dan kapasitas produksi di negara tersebut.

Samsung, Motorola, dan bahkan Google juga disebut memperluas kerja sama manufaktur dengan mitra lokal India, meskipun skala produksi mereka belum sebesar Apple.

China Kehilangan Dominasi, Apa Dampaknya?

Selama bertahun-tahun, China menjadi “pabrik dunia” untuk hampir semua merek smartphone terkemuka. Namun, perubahan kebijakan perdagangan, tarif tinggi, dan risiko politik membuat banyak perusahaan global mulai mengalihkan operasional mereka ke negara-negara alternatif seperti India, Vietnam, dan Meksiko.

Kehilangan dominasi sebagai eksportir smartphone terbesar ke AS merupakan pukulan besar bagi posisi China dalam rantai pasok global. Meski produksi dalam negeri Tiongkok masih sangat besar untuk pasar domestik dan regional Asia, posisi mereka di pasar AS mulai tergantikan oleh negara lain.

Para analis menilai bahwa tren ini kemungkinan akan berlanjut, apalagi jika hubungan AS–China tetap tegang dan tarif perdagangan diberlakukan lebih agresif lagi. Negara-negara seperti India kini memiliki momentum besar untuk membuktikan kapasitasnya sebagai alternatif kredibel dalam rantai pasok teknologi global.

Tantangan Bagi India: AOSP, Chipset, dan Rantai Pasok Lokal

Namun, tidak semua berjalan mulus untuk India. Meskipun volume produksi meningkat, India belum memiliki produsen smartphone Android Open Source Project (AOSP) mandiri, yang artinya India masih sangat tergantung pada merek luar. Selain itu, produksi komponen kritikal seperti chipset, layar AMOLED, dan modul kamera masih dilakukan di luar negeri.

India juga menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia terampil, dan logistik. Meski demikian, keinginan kuat dari pemerintah dan industri untuk membangun ekosistem teknologi yang mandiri menjadi sinyal positif bagi masa depan industri smartphone di India.

Kesimpulan

Perubahan besar sedang terjadi dalam industri smartphone global. Dengan India kini memimpin ekspor smartphone ke AS, peta kekuatan manufaktur dunia perlahan bergeser. Apple, Samsung, dan Motorola menjadi pendorong utama transformasi ini, sekaligus mencerminkan betapa pentingnya diversifikasi rantai pasok di era geopolitik yang tidak pasti.

Ke depan, dunia akan terus menyaksikan kompetisi ketat antara India dan China dalam perebutan dominasi industri teknologi global. Bagi konsumen dan pelaku industri, ini bisa berarti harga yang lebih kompetitif dan perangkat yang lebih cepat tersedia di pasar.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button