Dexop.com – China kembali mengejutkan dunia teknologi dengan lompatan luar biasa. Zuchongzhi-3, chip kuantum terbaru mereka, kini memegang gelar sebagai chip kuantum tercepat di dunia, mengalahkan Google Sycamore dan bahkan superkomputer paling kuat milik Amerika Serikat, El Capitan.
Tak tanggung-tanggung, Zuchongzhi-3 diklaim 1.000 triliun kali lebih cepat dari El Capitan dan 1 juta kali lebih cepat dibandingkan pencapaian Google Sycamore pada 2019.
Apakah ini menandai awal dari era baru di mana China memimpin revolusi komputasi kuantum global?
Zuchongzhi-3: Lompatan Teknologi yang Tak Terbayangkan
Zuchongzhi-3 adalah prototipe prosesor kuantum yang dikembangkan oleh University of Science and Technology of China (USTC) di bawah pimpinan Pan Jianwei, Zhu Xiaobo, dan Peng Chengzhi.
Proyek ini melibatkan kolaborasi besar:
-
Shanghai Research Center for Quantum Sciences
-
Henan Key Laboratory of Quantum Information and Cryptography
-
Chinese Academy of Sciences
Temuan ini telah dipublikasikan di Physical Review Letters (PRL), jurnal ilmiah bergengsi yang dikenal ketat dalam seleksi riset berkualitas tinggi.
1.000 Triliun Kali Lebih Cepat dari El Capitan
Perbandingan kecepatan ini benar-benar mengejutkan:
-
El Capitan, superkomputer tercepat di dunia, mampu mencapai 1.742 exaFLOPS (1,742 triliun triliun operasi per detik).
-
Google Sycamore pada 2019 berhasil menyelesaikan sampling sirkuit acak dalam 200 detik, yang diperkirakan memerlukan 10.000 tahun bagi superkomputer klasik.
-
Zuchongzhi-3 mengalahkan keduanya dengan kecepatan yang hampir sulit dipahami secara matematis.
Dengan klaim 1.000 triliun kali lebih cepat dari El Capitan dan 1 juta kali lebih cepat dari Sycamore, posisi China di puncak teknologi kuantum kini tak terbantahkan.
Mengapa Sirkuit Acak Jadi Standar Uji Kecepatan?
Dalam dunia komputasi kuantum, sirkuit acak dipakai sebagai tolok ukur karena kompleksitas perhitungannya meledak secara eksponensial seiring bertambahnya qubit.
-
Komputer klasik akan kesulitan menyelesaikannya bahkan dengan waktu ribuan tahun.
-
Komputer kuantum seperti Zuchongzhi-3 menyelesaikannya dalam hitungan detik.
Google Sycamore memecahkan rekor ini pada 2019, tetapi kini China memimpin perlombaan dengan kecepatan yang jauh melampaui ekspektasi.
China vs AS: Perebutan Tahta Komputasi Kuantum
Dengan lahirnya Zuchongzhi-3, China kini ungguli AS dalam perlombaan teknologi kuantum yang strategis.
Sebelumnya, AS memimpin lewat:
-
Google Sycamore (2019)
-
IBM Quantum System One
-
D-Wave Quantum Computer
Namun, posisi ini kini goyah. Lompatan Zuchongzhi-3 memberi China keunggulan besar dalam kapabilitas komputasi masa depan yang sangat penting bagi keamanan nasional, riset ilmiah, hingga pengembangan AI generatif.
Implikasi Keamanan Siber di Era Kuantum
Teknologi Zuchongzhi-3 memicu kekhawatiran serius di bidang keamanan siber.
Komputer kuantum berkecepatan ekstrem berpotensi memecahkan enkripsi modern yang melindungi data finansial, komunikasi diplomatik, dan informasi rahasia lainnya.
Tak heran, lembaga seperti NIST dan perusahaan teknologi global mulai mengembangkan algoritma pasca-kuantum yang tahan terhadap serangan komputer kuantum.
Dampak Nyata: Dari Kesehatan hingga Energi
Kecanggihan Zuchongzhi-3 berpotensi merevolusi berbagai sektor, di antaranya:
-
Medis → Simulasi molekuler untuk pengembangan obat.
-
Iklim → Pemodelan iklim global dengan akurasi tinggi.
-
Logistik → Optimasi rantai pasok dalam skala besar.
-
Energi → Penemuan material superkonduktor untuk teknologi hijau.
Namun, tantangan besar seperti stabilitas qubit dan skalabilitas sistem harus diatasi sebelum teknologi ini bisa dipakai secara komersial.
Apakah Zuchongzhi-3 Siap untuk Komersialisasi?
Meski luar biasa, Zuchongzhi-3 masih berupa prototipe riset.
Masalah teknis yang perlu dipecahkan:
-
Error correction untuk menjaga koherensi qubit.
-
Pendinginan ekstrem hingga mendekati nol mutlak.
-
Integrasi skala besar agar dapat dioperasikan di luar laboratorium.
Namun, jika inovasi terus berlanjut, komputer kuantum praktis bisa hadir lebih cepat dari perkiraan.
Kesimpulan: China Pimpin Era Komputasi Kuantum Global
Dengan kecepatan 1.000 triliun kali lebih cepat dari superkomputer El Capitan dan 1 juta kali lebih cepat dari Google Sycamore, Zuchongzhi-3 menandai lahirnya era baru teknologi kuantum.
China kini bukan hanya pesaing, tapi pemimpin dalam teknologi yang bisa mengubah dunia ini. Dari keamanan siber hingga riset ilmiah, dampak Zuchongzhi-3 akan terasa di berbagai lini kehidupan modern.
Pertanyaannya, apakah dunia siap menghadapi era pasca-kuantum yang penuh potensi sekaligus tantangan?












