Dexop.com – Bose kembali menunjukkan dominasinya di kelas headphone premium. Model terbaru Bose QuietComfort Ultra Gen 2 hadir dengan satu senjata rahasia yang membuatnya selangkah lebih maju dibanding rival terkuatnya, Sony WH-1000XM6: noise cancelling adaptif berbasis machine learning.
Di tengah persaingan ketat headphone high-end, fitur inilah yang menjadi pembeda paling signifikan—dan bisa jadi penentu preferensi pengguna profesional, traveller, hingga audiophile.
Noise Cancelling Adaptif: Senjata Utama Bose untuk Menyalip Sony
Sama-sama bermain di ranah ANC flagship, Bose memilih jalur berbeda: menciptakan sistem peredam bising yang bisa menyesuaikan diri secara otomatis dengan lingkungan sekitar.
Cara kerjanya:
- Mikrofon internal dan eksternal menangkap suara ambient secara real-time
- Chipset DSP khusus memetakan pola kebisingan
- Algoritma machine learning menentukan level ANC optimal
- Headphone mengeluarkan sinyal anti-noise yang tepat untuk menetralisasi gangguan
Hasilnya, peredaman terasa lebih natural dan tidak menekan telinga—sebuah karakteristik khas Bose, kini diperkuat teknologi baru.
Lebih Efektif di Frekuensi Menengah & Tinggi
Di lingkungan seperti:
- ruang kerja,
- kafe,
- coworking space,
- bandara,
Bose QuietComfort Ultra Gen 2 terbukti lebih stabil dalam meredam:
- suara keyboard,
- percakapan orang,
- suara printer,
- suara AC atau mesin dengan pitch menengah.
Inilah titik yang sering menjadi kelemahan headphone kelas consumer. Banyak produk jago menahan suara rendah seperti dengungan pesawat, tapi kewalahan ketika menghadapi suara manusia.
Versi terbaru dari Bose mengisi celah tersebut—dan ini membuat pengalaman ANC terasa jauh lebih premium.
Belajar dari Pola Penggunaan: ANC Jadi Lebih “Pintar”
Yang membuat teknologi ini semakin menarik adalah pendekatan machine learning yang diterapkan.
Headphone mempelajari:
- pola penggunaan,
- jenis lingkungan yang sering ditemui,
- preferensi pengguna terkait awareness,
- situasi ketika pengguna ingin mendengar suara tertentu.
Dengan ini, sistem mampu membedakan suara penting — seperti panggilan atau pengumuman bandara — dari kebisingan tak relevan.
Bose ingin ANC tidak lagi sekadar “memblokir semua suara”, tetapi mengoptimalkan kenyamanan tanpa membuat pengguna terisolasi.
Pengujian di Dunia Nyata: Stabil di Pesawat, Sensitif di Kantor
1. Di transportasi umum
Bose QuietComfort Ultra Gen 2 mampu meredam:
- dengungan mesin pesawat,
- getaran kereta,
- suara roda di landasan,
tanpa mematikan pengumuman kabin.
Untuk traveller dan pekerja remote, ini level kenyamanan yang sangat dihargai.
2. Di kantor
Suara:
- printer,
- tap-tap keyboard,
- obrolan rekan kerja,
ditahan secara efektif, sementara suara:
- panggilan masuk,
- notifikasi penting,
- panggilan darurat,
tetap bisa terdengar.
Keseimbangan seperti ini jarang ditemukan pada ANC konvensional yang bekerja secara “keras dan rata”.
Kombinasi Hardware-Software yang Lebih Serius
Bose menggunakan:
- chipset DSP khusus untuk pemrosesan real time,
- array mikrofon presisi tinggi untuk menangkap suara dari segala arah,
- software algoritmik canggih untuk analisis cepat.
Inilah alasan mengapa fitur adaptifnya terasa lebih responsif dibanding generasi sebelumnya—dan lebih kompetitif dibanding Sony WH-1000XM6 yang lebih fokus pada ANC tradisional.
Tren Industri: Persaingan Headphone Premium Makin Panas
Beberapa brand lain sebenarnya juga sudah mengadopsi ANC bertenaga algoritma:
- Nothing Ear (3) dengan ANC 45 dB,
- Oppo Enco X3s dengan ANC 55 dB,
- Jabra Elite 85t,
- Honor Earbuds 2 SE.
Namun Bose kali ini memberikan level implementasi yang lebih matang dan terasa “premium”.
Headphone ini tidak hanya memproses suara—tetapi memahami suara yang didengar pengguna.
Dampak Real untuk Pengguna
1. Tidak perlu atur ANC secara manual
Kamu cukup memakai headphone.
Level ANC akan menyesuaikan sendiri.
Tidak perlu bolak-balik membuka aplikasi, memilih mode, atau menyesuaikan slider.
2. Mendengarkan jadi lebih nyaman dan imersif
Karena tidak membentuk “vakum tekanan” di telinga, suara jadi terasa:
- natural,
- lembut,
- tidak melelahkan,
- dan tetap detail.
3. Hemat baterai
Karena sistem adaptif hanya bekerja seperlunya, penggunaan daya lebih efisien.
Ini membuat daya tahan baterai menjadi lebih panjang dibanding ANC statis yang bekerja maksimal sepanjang waktu.
ANC Adaptif: Menuju Standar Baru Headphone Premium
Teknologi yang dibangun Bose di QuietComfort Ultra Gen 2 adalah gambaran masa depan headphone high-end:
- AI akan mengatur ANC
- pengalaman audio semakin personal
- headphone makin responsif pada lingkungan
- pengguna tak lagi merasa “disconnect” dari dunia sekitar
Dengan peningkatan ini, Bose memaksa pesaing—termasuk Sony—untuk mempercepat inovasi di generasi berikutnya.
Kesimpulan: Bose QuietComfort Ultra Gen 2 Lebih Dewasa, Lebih Pintar
Dalam duel ketat dengan Sony WH-1000XM6, Bose QuietComfort Ultra Gen 2 unggul berkat:
✅ Adaptive Noise Cancelling berbasis machine learning
✅ Respons cepat terhadap perubahan lingkungan
✅ Performa ANC lebih kuat di frekuensi menengah-tinggi
✅ Pengalaman mendengarkan lebih natural
✅ Lebih efisien dalam konsumsi daya
✅ Lebih seamless dalam penggunaan harian
Jika Sony WH-1000XM6 masih mengandalkan ANC tradisional yang kuat namun statis, Bose memilih jalur baru: ANC yang belajar, menyesuaikan, dan beradaptasi.
Dan sejauh ini, hasilnya sangat meyakinkan.












