Dexop.com – Pasar kartu grafis kembali bergolak setelah ASRock resmi merilis Radeon RX 9060 Challenger OC, sebuah GPU kelas menengah berbasis arsitektur RDNA 4 milik AMD. Menariknya, kartu grafis ini hadir dengan harga perkiraan hanya US$275 atau sekitar Rp4,4 juta, menjadikannya salah satu penantang serius di segmen mainstream.
Namun, ada satu hal yang membuat banyak gamer gigit jari: Radeon RX 9060 Challenger OC saat ini hanya tersedia untuk jalur OEM-SI (Original Equipment Manufacturer – System Integrator), bukan retail. Artinya, pengguna DIY (do it yourself) yang biasa membeli GPU secara terpisah harus bersabar lebih lama sebelum bisa merakit PC dengan kartu grafis ini.
Langkah ASRock ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu mitra strategis AMD di industri GPU. Dengan performa solid dan harga ramah kantong, Radeon RX 9060 Challenger OC diprediksi akan menjadi tulang punggung sistem prebuilt yang ditawarkan brand-brand besar seperti Dell, HP, hingga Lenovo.
Spesifikasi Teknis Radeon RX 9060 Challenger OC
Berbicara soal spesifikasi, Radeon RX 9060 Challenger OC tidak main-main meskipun posisinya berada di kelas menengah.
- Arsitektur: RDNA 4, chip Navi 44 (4nm).
- Compute Units (CU): 28 dari 32 aktif.
- Stream Processors: 1.792.
- AI Accelerators: 56 unit.
- Ray Tracing Accelerators: 28 unit.
- TMUs (Texture Mapping Units): 112.
- ROPs (Render Output Units): 64.
- Game Clock: 2.400 MHz.
- Boost Clock: hingga 2.990 MHz.
- VRAM: 8 GB GDDR6 dengan kecepatan 18 Gbps.
- Bus Memori: 128-bit.
- Konsumsi daya: 1x konektor PCIe 8-pin.
- Output Display: 2x DisplayPort 2.1a + 1x HDMI 2.1b.
Meski mengusung label “OC” (Overclocked), Radeon RX 9060 Challenger OC sebenarnya tidak membawa peningkatan clock pabrik. ASRock tetap menggunakan standar AMD untuk menjaga efisiensi, kestabilan, serta umur panjang produk.
Desain Pendingin: Efisiensi ala ASRock Challenger
ASRock menggunakan desain papan yang sama dengan Radeon RX 9060 XT 8 GB Challenger OC, sebuah langkah efisien yang menekan biaya produksi tanpa mengorbankan performa.
- Pendingin aluminium fin-stack.
- Dua kipas berdiameter 90 mm untuk airflow optimal.
- Backplate ventilasi terbuka untuk membuang panas lebih cepat.
- Desain simpel namun tetap elegan khas seri Challenger.
Kombinasi ini memastikan Radeon RX 9060 Challenger OC tetap bekerja pada suhu aman meskipun dipacu dengan workload berat seperti gaming AAA, rendering, atau editing video.
Radeon RX 9060 Challenger OC vs NVIDIA RTX 5050 dan RTX 5060
Dengan harga sekitar US$275, Radeon RX 9060 Challenger OC jelas diposisikan sebagai penantang RTX 5050 dan RTX 5060 dari NVIDIA.
| GPU | Proses | VRAM | Bus | AI/RT Units | Harga (perkiraan) |
|---|---|---|---|---|---|
| Radeon RX 9060 Challenger OC | 4nm RDNA 4 | 8 GB GDDR6 | 128-bit | 56 AI / 28 RT | $275 |
| GeForce RTX 5050 | 4nm Ada Lovelace Refresh | 8 GB GDDR6 | 128-bit | Tensor/RT Gen 3 | $299 |
| GeForce RTX 5060 | 4nm Ada Lovelace Refresh | 8–12 GB GDDR6 | 128/192-bit | Tensor/RT Gen 3 | $349–399 |
AMD unggul dari sisi harga, sementara NVIDIA masih kuat lewat ekosistem DLSS 3.5. Jika AMD mampu mengoptimalkan FSR 3.1 dengan frame generation yang matang, Radeon RX 9060 Challenger OC bisa benar-benar membuat RTX 5050 “was-was”.
Strategi AMD: Fokus OEM-SI Sebelum Retail
Keputusan AMD melepas Radeon RX 9060 Challenger OC secara eksklusif ke jalur OEM-SI adalah strategi yang sarat perhitungan.
- Uji coba pasokan – memastikan distribusi stabil sebelum retail.
- Kemitraan erat dengan brand PC global – seperti Dell, Lenovo, dan HP yang membutuhkan GPU handal untuk sistem prebuilt.
- Segmentasi produk – menjaga agar varian retail lebih fokus pada RX 9060 XT dan seri di atasnya.
Namun, strategi ini menimbulkan pertanyaan: apakah gamer DIY akan bersabar menunggu, atau justru beralih ke produk kompetitor seperti RTX 5050 yang lebih cepat masuk retail?
Peran Radeon RX 9060 Challenger OC di Ekosistem RDNA 4
RDNA 4 membawa beberapa peningkatan besar, dan Radeon RX 9060 Challenger OC adalah implementasi awalnya.
- Efisiensi daya meningkat signifikan dibanding RDNA 3.
- Ray tracing generasi terbaru dengan performa lebih stabil.
- AI accelerators memungkinkan akselerasi machine learning ringan.
- Dukungan DisplayPort 2.1a membuat GPU ini future-proof untuk monitor 8K.
Artinya, meski hadir dengan harga mainstream, Radeon RX 9060 Challenger OC tetap siap menghadapi tuntutan game modern.
Komunitas Gamer: Antusias tapi Kecewa
Di forum seperti Reddit dan TechPowerUp, gamer menyambut hangat Radeon RX 9060 Challenger OC sebagai solusi gaming murah meriah.
Namun, banyak juga yang kecewa karena distribusinya terbatas. Komentar umum dari komunitas gamer antara lain:
- “GPU ini sweet spot banget buat 1080p, tapi kenapa cuma OEM?”
- “Kalau retailnya nggak keluar cepat, gamer bakal lari ke RTX 5050.”
- “Saya suka desain Challenger, pendinginnya mantap. Cuma sayang nggak bisa beli lepas.”
Dampak di Pasar GPU Global
Pasar GPU kelas menengah adalah segmen paling kompetitif. Menurut data terbaru:
- 60{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} gamer Steam masih bermain di resolusi 1080p.
- Mayoritas kreator konten pemula mencari GPU di bawah Rp5 juta.
- AMD butuh strategi harga agresif untuk menyaingi NVIDIA.
Jika Radeon RX 9060 Challenger OC cepat hadir di retail, AMD bisa merebut pangsa pasar dari NVIDIA, terutama di Asia Tenggara dan India, yang sangat sensitif terhadap harga.
Kesimpulan: Radeon RX 9060 Challenger OC, Penantang Serius di Segmen Mainstream
ASRock Radeon RX 9060 Challenger OC adalah GPU yang dirancang untuk memberikan performa solid dengan harga terjangkau. Dengan arsitektur RDNA 4, pendinginan efisien, dan harga Rp4 jutaan, kartu grafis ini berpotensi menjadi primadona di kelas menengah.
Namun, dengan distribusi yang terbatas di jalur OEM-SI, konsumen retail harus bersabar. Pertarungan sesungguhnya antara Radeon RX 9060 Challenger OC dan GeForce RTX 5050/5060 baru akan terjadi jika AMD melepas GPU ini ke pasar retail global.












