Dexop.com – Dunia industri game kembali diguncang oleh kabar mengejutkan: Sony gugat Tencent atas tuduhan penjiplakan serius terhadap game eksklusif PlayStation, Horizon Zero Dawn. Gugatan resmi ini telah diajukan Sony ke pengadilan federal di California, Amerika Serikat, dan menjadi sorotan besar di kalangan gamer serta analis industri.
Langkah hukum tersebut muncul setelah munculnya game Light of Motiram, proyek game terbaru besutan Tencent yang disebut memiliki kemiripan ekstrem dengan Horizon Zero Dawn. Mulai dari karakter, latar belakang cerita, visual dunia, hingga mekanik permainan, semua disebut Sony sangat menyerupai karya original mereka yang dikembangkan oleh Guerrilla Games.
Sony Gugat Tencent: Apa yang Menjadi Dasar Tuduhannya?
Gugatan yang diajukan Sony menyoroti berbagai elemen yang dianggap terlalu mirip dengan Horizon Zero Dawn. Di antaranya:
- Karakter utama perempuan dengan rambut merah.
- Setting dunia post-apokaliptik.
- Desain robot dinosaurus sebagai musuh utama.
- Fitur mirip “Focus” yang menjadi alat bantu untuk eksplorasi lingkungan.
- Gaya penceritaan dan alur naratif yang hampir identik.
Menurut dokumen hukum yang telah dirilis secara publik, Sony gugat Tencent bukan hanya karena kemiripan visual dan cerita, namun juga menilai bahwa Tencent secara sengaja menjiplak elemen kreatif dan desain inti dari Horizon Zero Dawn.
“Ini bukan sekadar kemiripan umum dalam genre,” tulis pengacara Sony dalam dokumen gugatan. “Ini adalah contoh jelas dari pelanggaran kekayaan intelektual, di mana ide, ekspresi, dan mekanik permainan telah dijiplak dengan terang-terangan.”
Awal Mula Kontroversi Light of Motiram
Kontroversi ini mulai mencuat pada November 2024 lalu ketika trailer pertama Light of Motiram dirilis secara daring. Komunitas gaming global dengan cepat merespons dan banyak yang mengira bahwa trailer tersebut adalah pengumuman sekuel terbaru dari Horizon Zero Dawn. Namun, dugaan tersebut terbantahkan setelah diketahui bahwa game tersebut merupakan proyek mandiri dari Tencent, bukan bagian dari IP milik Sony.
Yang mengejutkan, trailer tersebut juga sempat dibagikan oleh akun resmi PlayStation Tiongkok, lengkap dengan narasi “potensi kerja sama lebih lanjut dengan Tencent”. Hal ini sempat membuat publik mengira bahwa Sony mendukung proyek tersebut. Namun dalam gugatan yang diajukan, Sony menjelaskan bahwa hal itu adalah kesalahan komunikasi internal dan tidak merepresentasikan posisi resmi perusahaan secara global.
Pitch Game dari Tencent Pernah Ditolak Sony
Dalam dokumen resmi gugatan, Sony gugat Tencent dengan mengungkap bahwa pada ajang Game Developers Conference (GDC) 2024 lalu, Tencent pernah mengajukan pitch game bertema Horizon kepada Sony. Pitch tersebut dikabarkan menyajikan konsep karakter utama perempuan dalam dunia futuristik yang dikuasai oleh mesin. Namun Sony secara tegas menolak proposal tersebut, dengan alasan terlalu dekat dengan properti intelektual mereka yang sudah ada.
Menariknya, meski proposal ditolak, Tencent tetap melanjutkan pengembangan game Light of Motiram yang ternyata sudah berlangsung sejak 2023. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar kuat Sony untuk melakukan gugatan hukum. Perusahaan asal Jepang itu menilai bahwa penolakan mereka terhadap pitch tidak diindahkan, dan Tencent tetap melanjutkan pengembangan dengan “mengkanibal” konsep Horizon.
Upaya Damai Gagal, Sony Gugat Tencent Secara Resmi
Sebelum melangkah ke jalur hukum, Sony mengaku telah mencoba menyelesaikan masalah ini secara informal. Melalui sejumlah pertemuan dan korespondensi bisnis, Sony meminta agar Tencent menghentikan pengembangan game atau mengajukan lisensi resmi. Namun, Tencent justru kembali menolak permintaan lisensi dan menyatakan bahwa Light of Motiram adalah produk orisinal yang berdiri sendiri.
Karena tidak adanya titik temu, Sony gugat Tencent dengan tuntutan ganti rugi senilai $150.000 untuk setiap karya yang dilanggar. Sony juga meminta pengadilan untuk memerintahkan penghentian distribusi serta penghancuran semua aset digital maupun fisik yang dianggap melanggar hak cipta.
Respons Publik dan Komunitas Gamer
Respons dari komunitas gamer pun beragam. Sebagian besar mengakui bahwa trailer Light of Motiram memang terlihat sangat mirip dengan Horizon Zero Dawn. Beberapa bahkan mengunggah video perbandingan side-by-side yang menunjukkan kesamaan dari desain dunia, gaya bertarung, dan bahkan animasi gerakan karakter.
Sementara itu, sebagian kecil gamer juga menyayangkan tindakan Sony yang dianggap terlalu protektif. Mereka menilai bahwa kemiripan dalam industri game adalah hal yang lumrah, terutama di genre action-RPG yang memang memiliki pola dan desain tertentu.
Namun, dalam kasus ini, bukti visual dan naratif yang ada membuat posisi Sony dalam gugatan menjadi cukup kuat. Tak sedikit analis menyebut bahwa Sony gugat Tencent bukan sekadar soal bisnis, tapi juga bentuk perlindungan terhadap aset kreatif yang telah dibangun sejak 2017.
Nasib Light of Motiram Masih Menggantung
Meski belum dirilis secara resmi, Light of Motiram masih tercantum di halaman Steam dan Epic Games. Tidak ada pengumuman resmi dari Tencent apakah game tersebut akan tetap dirilis sesuai jadwal atau ditunda sampai ada keputusan hukum final.
Jika gugatan Sony dikabulkan oleh pengadilan, kemungkinan besar Light of Motiram akan ditarik dari semua platform distribusi digital. Bahkan, bisa jadi game tersebut tidak akan pernah mencapai tahap peluncuran publik sama sekali.
Tencent Masih Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, Tencent belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan ini. Namun sejumlah sumber internal menyebut bahwa tim hukum Tencent sedang menyusun tanggapan formal yang akan diajukan ke pengadilan dalam waktu dekat.
Beberapa pihak dalam industri percaya bahwa Tencent kemungkinan akan mencoba jalan damai baru untuk menghindari kerugian citra dan finansial yang lebih besar. Namun jika kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing, proses hukum bisa berlangsung panjang dan membuka lebih banyak informasi soal proses kreatif dalam industri game internasional.
Potensi Dampak terhadap Industri Game Global
Kasus Sony gugat Tencent ini dinilai bisa menjadi preseden hukum penting dalam industri game. Jika pengadilan memihak Sony, maka hal ini bisa memperketat pengawasan terhadap kemiripan antar game, terutama yang menyangkut desain karakter, dunia, hingga alur cerita.
Di sisi lain, kasus ini juga menjadi alarm bagi pengembang global untuk lebih berhati-hati dalam mengembangkan produk yang terinspirasi dari IP populer. Penggunaan tema umum seperti dunia post-apokaliptik atau robot futuristik kini harus dibarengi dengan desain dan cerita yang benar-benar unik agar tidak terjerat masalah hukum.
Sony Semakin Tegas Jaga Aset Kreatif
Langkah hukum ini mencerminkan bahwa Sony semakin serius dalam menjaga properti intelektual mereka. Setelah sukses besar Horizon Zero Dawn dan Horizon Forbidden West, Sony tentu tak ingin IP tersebut kehilangan eksklusivitas atau nilai artistiknya karena ditiru oleh pihak lain.
Dengan langkah Sony gugat Tencent ini, pesan yang disampaikan sangat jelas: pengembang game besar sekalipun tidak boleh sembarangan menjiplak karya yang sudah ada, bahkan jika mereka memiliki sumber daya dan akses distribusi global.
Sony Gugat Tencent Jadi Sorotan Global
Gugatan hukum antara dua raksasa industri game, Sony gugat Tencent, kini menjadi perhatian utama komunitas gamer dan pelaku industri. Tuduhan penjiplakan terhadap Light of Motiram membuka perdebatan besar mengenai batasan antara inspirasi dan pelanggaran hak cipta.
Apakah ini murni kasus plagiarisme? Atau sekadar kemiripan genre yang kebetulan? Semua akan ditentukan dalam ruang sidang pengadilan.
Satu hal yang pasti: dunia game kini memasuki fase di mana orisinalitas tidak hanya menjadi nilai jual, tetapi juga perlindungan hukum yang sangat serius.












