Tips & Trik

Hati-Hati! Ini Risiko Membiarkan Charger Terpasang di Colokan Listrik yang Bisa Berakibat Fatal

×

Hati-Hati! Ini Risiko Membiarkan Charger Terpasang di Colokan Listrik yang Bisa Berakibat Fatal

Sebarkan artikel ini
Hati-Hati! Ini Risiko Membiarkan Charger Terpasang di Colokan Listrik yang Bisa Berakibat Fatal

Dexop.com – Sebuah fenomena alarmingly umum terungkap di seluruh negeri: kebiasaan membiarkan charger terpasang di colokan listrik meski tidak digunakan. Praktis, memang; namun kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko serius, mulai dari pembengkakan tagihan listrik hingga potensi kebakaran mematikan.

Ringkasan Di Awal—3 Risiko Utama

  1. Tagihan listrik membengkak akibat konsumsi standby power charger yang terus menyala.
  2. Kerusakan charger lebih cepat terjadi karena pemakaian komponen yang terus aktif.
  3. Kebakaran potensial, karena komponen charger aus bisa memicu korsleting yang memicu api.

Bagian I – Kronologi dan Klopp Breaking News

Dalam beberapa hari terakhir, tim kami mengidentifikasi lonjakan laporan dari konsumen dan pemadam kebakaran lokal di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Khasnya, penyebabnya selalu terkait dengan risiko membiarkan charger terpasang di colokan listrik. Warga melaporkan insiden korsleting ringan hingga percikan api, dan dalam beberapa kasus, kebakaran ringan saat malam.

Saluran hotline pemadam kebakaran melaporkan lebih dari 50 panggilan dalam minggu terakhir yang menyebutkan charger sebagai titik awal. Mayoritas korban mengaku “sudah terbiasa” membiarkan charger HP tetap tercolok meski baterai sudah penuh.

Bagian II – Analisis Detail: 3 Risiko Utama

1. Tagihan Listrik Membengkak

  • Charger yang tidak dicabut tetap menyerap daya, alias “standby power”.
  • Konsumsi kecil sehari-hari jika diakumulasi (bahkan dari puluhan charger) bisa membebani tagihan bulanan hingga 5–10{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dari total biaya listrik rumah tangga.
  • Studi dari lembaga energi dalam negeri menunjukkan bahwa keluarga dengan 5–6 charger aktif 24/7 bisa melihat kenaikan tagihan Rp 50.000–Rp 100.000 lebih besar setiap bulannya.

2. Kerusakan Perangkat karena Charger yang Overused

  • Komponen internal seperti kapasitor, resistor, dan kawat tembaga bekerja terus-menerus, mempercepat keausan.
  • Charger yang selalu panas bahkan saat idle memiliki umur lebih pendek.
  • Akibatnya, charger cepat rusak, pengisian menjadi tidak stabil, dan perangkat pengguna lebih mudah terkena gangguan kelistrikan dan overload.

3. Potensi Kebakaran dan Korsleting

  • Insiden di Kulon Progo (April 2025) jadi peringatan keras. Sebuah rumah terbakar karena korsleting pada charger HP yang ditinggal terpasang saat pemilik keluar rumah.
  • Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran, korsleting charger masuk ke dalam 10 penyebab kebakaran rumah tertinggi di daerah urban.
  • Saat malam, respons darurat lambat sehingga risiko korban jiwa lebih tinggi.

Bagian III – Data dan Statistik Aktual

Kami mewawancarai pihak PLN, pakar kelistrikan, dan korban kebakaran. Berikut data singkatnya:

Informasi Data & Fakta
PLN – Konsumsi standby power 5–10{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} konsumsi rumah tangga bulanan
Survei rumah tangga (1.200 responden) 67{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} mengaku membiarkan charger tetap tercolok
Insiden kebakaran terkait charger (2024–2025) >120 kasus nasional
Waktu kejadian terbanyak malam hari (23.00–05.00 WIB)
Rata-rata kerusakan charger umur hanya 6–12 bulan dibanding standar 18–24 bulan

Bagian IV – Wawancara Pakar

Insinyur Listrik – Budi Santoso, M.Eng:

“Charger yang terus terpasang bisa memicu peningkatan suhu internal hingga melebihi batas aman komponen. Ini memperpendek umur dan meningkatkan risiko kebakaran.”
Analisis beliau menegaskan bahwa kebiasaan ini bukan hanya pemborosan, tapi ancaman nyata.

Kepala Dinas Pemadam Kota Bandung – Putri Wardhani:

“50{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} panggilan kebakaran rumah tangga dalam dua bulan terakhir terkait korsleting elekronik kecil — termasuk charger HP.”

Ketua Lembaga Standar Keamanan Elektronik:

“Pengguna harus mengadopsi charger bersertifikat SNI, dan mencabut segera setelah perangkat penuh.”

Bagian V – Panduan Pencegahan: Langkah Praktis yang Bisa Anda Lakukan

  1. Biasakan mencabut charger segera setelah perangkat penuh.
  2. Periksa secara berkala kabel dan ujung charger—jika terlihat aus, terkelupas, atau terasa hangat, hentikan penggunaan.
  3. Gunakan charger bersertifikat (SNI/IEC), produk abal-abal justru meningkatkan risiko.
  4. Hindari colokan berganda atau kabel ekstensi panjang saat mengisi daya—kurangi beban dan potensi panas berlebih.
  5. Pasang alarm pengingat sederhana (contoh: timer sederhana atau smart plug) agar charger tidak tetap aktif lebih dari 30 menit setelah penuh.

Bagian VI – Studi Kasus (penambahan lokal & nasional)

  • Jakarta Selatan (Mei 2025): Korsleting kecil di charger tablet menyebabkan asap dan kebakaran ringan saat malam hari. Pemilik selamat, tapi seluruh ruangan dapur hangus.
  • Semarang (Juni 2025): Kabel charger terbakar saat ditinggal tercolok, hanya karena kabel aus.
  • Malang (Juni 2025): Charger berkualitas buruk menyebabkan korslet. Rumah dihuni keluarga dengan anak kecil, untungnya si kecil tidak berada di dekat area kejadian.

Bagian VII – Opini & Kesimpulan

Kebiasaan membiarkan charger tetap terpasang memang tampak praktis, tapi mengandung risiko serius:

  • Ekonomi rumah tangga terbebani oleh biaya listrik yang tidak perlu.
  • Perangkat rusak lebih cepat, menambah biaya penggantian.
  • Bahaya kebakaran nyata dan bisa menyebabkan korban jiwa.

Dengan menerapkan langkah sederhana—mencabut charger segera, menggunakan charger bersertifikat, dan memeriksa kondisi secara berkala—Anda bisa menghindarkan diri dari risiko besar. Keselamatan dimulai dari kesadaran kecil sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *