Aplikasi

ChatGPT Group Chat Resmi Diuji: AI Kini Bisa Ikut Diskusi Bareng Teman & Keluarga — Era Percakapan Baru Dimulai!

×

ChatGPT Group Chat Resmi Diuji: AI Kini Bisa Ikut Diskusi Bareng Teman & Keluarga — Era Percakapan Baru Dimulai!

Sebarkan artikel ini
ChatGPT Group Chat Resmi Diuji: AI Kini Bisa Ikut Diskusi Bareng Teman & Keluarga — Era Percakapan Baru Dimulai!

Dexop.com – Ketika percakapan grup makin menjadi bagian dari kehidupan digital sehari-hari, OpenAI memutuskan untuk naik level. Untuk pertama kalinya sejak ChatGPT dirilis ke publik, perusahaan secara resmi menguji sebuah kemampuan besar: ChatGPT Group Chat, fitur yang memungkinkan AI ikut bergabung dalam percakapan dengan banyak orang sekaligus.

Sebuah langkah yang bukan hanya penting bagi industri AI, tetapi juga mengubah cara orang berkolaborasi, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah secara kolektif. Jika sebelumnya ChatGPT adalah “teman bicara pribadi”, kini AI itu bisa menjadi “anggota grup” yang bisa diajak brainstorming, membantu kerja kelompok, sampai jadi “mediator” obrolan 20 orang sekaligus.

Ini bukan sekadar peningkatan fitur—ini fondasi baru untuk masa depan percakapan sosial berbasis AI.

Era Baru: ChatGPT Bisa Ikut Masuk Grup WhatsApp-Style, Tapi Dibangun di Dalam ChatGPT

Dalam pengujian ini, pengguna cukup membuka percakapan baru di aplikasi atau web, lalu menekan ikon orang di pojok kanan atas. Dari sana, pengguna bisa:

  • membuat grup,
  • mengundang hingga 20 orang,
  • membagikan tautan undangan,
  • dan memilih apakah ChatGPT harus ikut serta dalam grup atau hanya diam.

Yang menarik, ketika undangan dibuka oleh peserta lain, sistem akan membuat salinan percakapan versi grup, tanpa menghapus atau mengubah chat pribadi sebelumnya. Ini memudahkan siapa saja untuk memulai kolaborasi baru tanpa kehilangan konteks lama.

ChatGPT Group Chat memberi sensasi seperti mengajak satu orang super pintar bergabung dalam diskusi kelompok.

Dan ya—jika seseorang menyebut “ChatGPT” dalam pesan grup, AI otomatis akan “menengok” dan ikut nimbrung.

ChatGPT Jadi Lebih Sosial: Bisa Menahan Diri, Menjawab, atau Ikut Mengalir

OpenAI mengungkapkan bahwa mereka melatih ChatGPT agar bisa mengikuti dinamika percakapan grup. AI ini kini bisa:

  • menilai kapan harus berbicara dan kapan harus diam,
  • merespons pesan yang ditujukan hanya untuknya,
  • mengikuti alur diskusi yang cepat,
  • memahami konteks dari banyak orang sekaligus,
  • merespons pesan dengan emoji 😄 atau reaksi bercanda,
  • bahkan mengenali foto profil peserta dalam obrolan.

Ini membuat ChatGPT Group Chat terasa jauh lebih manusiawi dibandingkan chatbot biasa.

Kalau sebelumnya ChatGPT punya peran seperti “guru privat”, kini AI itu bisa jadi:

  • rekan brainstorming tim kuliah,
  • partner diskusi kerja,
  • moderator grup keluarga,
  • atau “asisten kolektif” untuk grup proyek.

Dan semuanya berlangsung dalam satu ruang obrolan bersama.

Pengaturan Grup: Ada Admin, Ada Anggota, dan ChatGPT Tidak Bisa Mengendalikan Grup

Dalam ChatGPT Group Chat, hanya pembuat grup yang berhak:

  • menghapus anggota,
  • mengganti nama grup,
  • mengatur instruksi khusus untuk AI,
  • atau menonaktifkan partisipasi ChatGPT.

Anggota lain tetap bisa berinteraksi secara normal, tetapi tidak bisa mengubah struktur grup. Setiap anggota yang keluar juga akan muncul notifikasi agar percakapan tetap transparan.

Fitur ini terlihat sederhana, namun penting untuk menjaga dinamika grup tetap terkendali dan aman.

Privasi: ChatGPT Tidak Menyimpan Memori Pribadi dari Percakapan Grup

OpenAI menegaskan:
ChatGPT Group Chat tidak menggunakan memori personal apa pun.

AI juga tidak akan menyimpan memori dari percakapan grup. Artinya:

  • Tidak ada preferensi,
  • Tidak ada catatan personal,
  • Tidak ada riwayat yang disimpan untuk digunakan di masa depan.

Perusahaan saat ini sedang menyiapkan kontrol tambahan yang memungkinkan pengguna memilih apakah ChatGPT boleh menggunakan memori dalam percakapan grup di masa mendatang, namun untuk saat ini semua percakapan bersifat independen.

Langkah ini penting, terutama untuk memastikan fitur ini aman digunakan di:

  • lingkungan kerja,
  • sekolah,
  • komunitas online,
  • bahkan grup keluarga dengan anak di bawah 18 tahun.

ChatGPT Group Chat Lebih Aman untuk Pengguna Usia Muda

OpenAI menerapkan filter tambahan saat mendeteksi ada pengguna berusia di bawah 18 tahun di grup. AI akan membatasi paparan konten sensitif, sehingga orang tua atau guru tidak perlu khawatir.

Keamanan ini melengkapi proteksi yang sudah ada sebelumnya, menjadikan ChatGPT Group Chat sebagai ruang digital yang aman dan ramah untuk semua kalangan.

ChatGPT 5.1 Auto: Otomatis Menentukan Model Terbaik Saat Menjawab Grup

Fitur grup ini dijalankan oleh ChatGPT 5.1 Auto, sebuah sistem yang secara otomatis memilih model terbaik berdasarkan:

  • jenis percakapan,
  • panjang diskusi,
  • kompleksitas konteks,
  • jenis pertanyaan,
  • dan tingkat langganan pengguna.

Menariknya, batas penggunaan dihitung berdasarkan siapa yang dipanggil oleh ChatGPT. Jadi jika Anda menyebut “ChatGPT, bantu jelaskan…”, maka konsumsi token akan ditagihkan ke akun Anda, bukan ke anggota lain.

Ini menjadi penting untuk grup kerja, agar batas penggunaan profesional tidak terpakai oleh anggota lain tanpa izin.

Fitur Social AI Ini Diluncurkan Bertahap di Beberapa Negara

OpenAI mulai merilis ChatGPT Group Chat di:

  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Taiwan
  • Selandia Baru

Fitur ini akan diperluas ke negara lain secara bertahap. OpenAI biasanya menggunakan pola perilisan semacam ini untuk mengumpulkan data lebih dulu sebelum peluncuran global — seperti yang mereka lakukan saat memperkenalkan “Memory” beberapa bulan lalu.

Kini fitur ini tersedia untuk semua tipe pengguna ChatGPT:

  • Free
  • Go
  • Plus
  • Pro

Namun tetap dalam fase uji coba, jadi suatu waktu pengguna bisa melihat bug kecil selama penggunaan.

AI dalam Percakapan Sosial: Tren Baru di Industri Teknologi

Peluncuran ChatGPT Group Chat menandai awal transformasi besar. AI kini tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga mampu:

  • mengikuti dinamika sosial,
  • memahami konteks percakapan manusia,
  • berkolaborasi secara real-time,
  • dan menjadi “anggota baru” tim digital.

Ini membawa ChatGPT ke level yang lebih sosial dibanding sebelumnya.

Sebelumnya, Google mengembangkan Bard sebagai pesaing kemampuan ChatGPT. Apple dikabarkan memperbarui Siri dengan fitur AI generatif di iOS 19. Meta pun menggunakan AI untuk membantu mengatur grup Facebook dan WhatsApp.

Tapi ChatGPT Group Chat adalah langkah besar pertama yang benar-benar menyatukan manusia dan AI dalam satu alur percakapan kolektif.

Kemungkinan Penggunaan ChatGPT Group Chat: Dari Kampus sampai Kantor

Dengan konsep baru ini, banyak skenario yang tiba-tiba menjadi mungkin:

1. Kolaborasi Tugas Kuliah

Mahasiswa bisa:

  • memasukkan referensi kuliah,
  • memecah topik,
  • meminta ChatGPT menganalisis data,
  • membuat draft laporan,
  • bahkan merumuskan presentasi langsung dari diskusi grup.

2. Diskusi Kerja atau Tim Startup

Tim bisa brainstorming masalah teknis:

  • membuat roadmap,
  • membahas desain UI,
  • menjelaskan kode,
  • membuat struktur pitch deck,
  • dan mendapat saran saat itu juga dari ChatGPT.

3. Grup Keluarga

AI bisa:

  • bantu susun jadwal liburan,
  • buat checklist kebutuhan,
  • hitung biaya perjalanan,
  • atau bantu mencari rekomendasi hotel, menu, hingga rute perjalanan.

4. Grup Proyek Organisasi

ChatGPT menjadi:

  • sekretaris digital,
  • notulen,
  • pencatat aksi,
  • hingga pembuat ringkasan diskusi.

Ini mengubah hidup banyak orang, karena ChatGPT kini berfungsi seperti “anggota tim” yang tidak pernah lelah.

Apakah ChatGPT Group Chat Bisa Mengubah Cara Kita Berkomunikasi?

Jawabannya mengarah ke: ya, dan dampaknya bisa sangat besar.

Fitur ini membuka jalan ke masa depan di mana:

  • setiap percakapan digital punya asisten AI,
  • setiap tim punya “anggota AI”,
  • setiap keluarga punya “planner AI”,
  • dan setiap organisasi punya “sekretaris AI”.

Sama seperti kemunculan WhatsApp atau Google Docs dulu, ChatGPT Group Chat bisa menjadi langkah pertama menuju standar komunikasi baru: kolaborasi manusia-AI secara real-time dalam grup yang sama.

OpenAI sedang membangun fondasi menuju masa depan di mana AI menjadi bagian tak terpisahkan dari percakapan sosial manusia.

Dan dengan peluncuran fitur ini, masa depan itu akhirnya mulai terlihat.

Penutup

ChatGPT Group Chat bukan hanya fitur baru — ini tonggak evolusi cara manusia berinteraksi dengan AI.
Dengan kemampuan untuk bergabung dalam percakapan, memahami konteks grup, menjaga privasi, dan membantu kolaborasi hingga 20 orang sekaligus, fitur ini menjadi inovasi besar yang dapat mengubah dinamika komunikasi digital.

Era “AI sebagai anggota grup” telah dimulai.
Pertanyaannya tinggal satu: siapkah kita menyambutnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *