Berita

Resmi! Google Akan Matikan Layanan goo.gl Mulai Agustus 2025

×

Resmi! Google Akan Matikan Layanan goo.gl Mulai Agustus 2025

Sebarkan artikel ini
Resmi! Google Akan Matikan Layanan goo.gl Mulai Agustus 2025

Dexop.com – Google kembali mengumumkan penghentian salah satu layanannya yang legendaris, yakni layanan pemendek tautan goo.gl. Mulai 25 Agustus 2025, seluruh link yang menggunakan format https://goo.gl/ tidak akan bisa diakses lagi dan akan menampilkan pesan error 404. Artinya, pengguna yang masih menggunakan link tersebut dalam situs, email, atau media sosial harus segera beralih ke layanan lain sebelum tautan-tautan tersebut mati total.

Kebijakan ini menjadi penanda akhir dari perjalanan layanan pemendek URL yang telah menjadi andalan banyak pengguna internet, pebisnis, hingga media sejak dirilis pada tahun 2009. Google mengonfirmasi bahwa keputusan ini diambil berdasarkan penurunan signifikan dalam jumlah trafik dan aktivitas tautan goo.gl dalam beberapa tahun terakhir.

“Lebih dari 99 persen dari semua tautan goo.gl sudah tidak aktif dalam sebulan terakhir,” tulis Google dalam blog resminya pada Juli 2024 lalu.

Apa yang Terjadi Setelah 25 Agustus 2025?

Setelah tanggal tersebut, setiap tautan goo.gl yang diklik pengguna akan menampilkan halaman error 404. Ini berarti bahwa tautan tersebut tidak lagi mengarah ke laman tujuan yang sebelumnya ditetapkan.

“Pengguna akan melihat pesan ‘404 error’, tanda bahwa halaman yang dicari tidak tersedia atau telah dihapus,” jelas Google dalam pernyataannya.

Sebagai langkah mitigasi, Google telah sejak tahun lalu menampilkan peringatan saat tautan goo.gl diakses, dengan kalimat:

“Tautan ini tidak akan berfungsi lagi dalam waktu dekat.”

Kronologi Penutupan Layanan goo.gl

Google sebenarnya sudah menghentikan fitur pembuatan tautan baru sejak tahun 2019. Pada saat itu, layanan goo.gl hanya bisa digunakan oleh pengguna lama yang masih memiliki akses terhadap akun dengan tautan yang telah dibuat sebelumnya. Pengguna baru tidak lagi diberikan akses untuk membuat tautan baru.

Alasannya, kala itu Google menyebut terjadi perubahan dalam pola perilaku pengguna internet dalam menemukan dan membagikan konten. Platform seperti WhatsApp, Facebook, bahkan aplikasi berita dan video seperti TikTok mulai menjadi jalur distribusi utama informasi.

Namun, link yang sudah dibuat sebelumnya tetap bisa digunakan—hingga akhirnya Google memutuskan untuk benar-benar mematikan semua tautan goo.gl mulai Agustus 2025.

Imbasnya untuk Pengguna: Ribuan Tautan Potensial Akan Mati

Bagi banyak orang dan organisasi, tautan goo.gl telah digunakan untuk berbagai tujuan:

  • Penyebaran link kampanye pemasaran digital
  • Tautan dalam dokumen perusahaan
  • Distribusi link berita di media sosial
  • URL pendek di QR code
  • Referensi dalam dokumen PDF atau presentasi

Dengan dimatikannya layanan ini, semua tautan tersebut akan tidak dapat diakses lagi, sehingga dapat menimbulkan kerugian informasi, hilangnya lalu lintas web, hingga masalah SEO jika link tertanam di halaman-halaman strategis.

Google menyarankan pengguna untuk segera bermigrasi ke layanan alternatif jika masih mengandalkan tautan-tautan lama goo.gl.

Alternatif Pengganti goo.gl yang Direkomendasikan

Jika Anda mencari pengganti goo.gl, ada beberapa platform pemendek tautan populer yang dapat digunakan, antara lain:

  • Bit.ly – Gratis dan menyediakan analitik mendalam.
  • TinyURL – Mudah digunakan tanpa akun.
  • Rebrandly – Cocok untuk personalisasi merek di dalam link.
  • T2M – Menawarkan statistik lengkap dan privasi.
  • Short.io – Integrasi API dan fitur pengelompokan link.

Platform-platform ini juga mendukung pemantauan klik, penjadwalan link, dan analisis performa kampanye, fitur yang sangat berguna bagi marketer maupun organisasi yang rutin membagikan konten secara online.

Penutupan Layanan Google Lainnya Sepanjang 2024–2025

Penutupan goo.gl ini bukan satu-satunya langkah Google dalam “pembersihan layanan” yang tidak lagi digunakan secara signifikan. Sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, Google telah menghentikan sejumlah layanan populer lainnya, termasuk Google Podcast, Chromecast, dan VPN by Google One.

Berikut adalah daftarnya:

1. Google Podcast Resmi Ditutup

Google Podcast, yang diluncurkan pada 2018 sebagai platform khusus untuk mendengarkan podcast, resmi ditutup pada tahun 2024. Penutupan ini diumumkan pada September 2023, dan Google menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena pengguna lebih memilih mengakses podcast melalui YouTube dan YouTube Music.

Google pun mulai mengintegrasikan seluruh fitur podcast ke dalam YouTube Music, sebagai langkah mengonsolidasikan layanan audio dan streaming ke dalam satu platform. Pengguna lama Google Podcast dianjurkan untuk memigrasikan langganan dan koleksi mereka ke YouTube Music, agar tetap bisa mengakses konten favorit mereka.

2. Chromecast Dihentikan, Diganti oleh Google TV Streamer

Setelah lebih dari 12 tahun beredar di pasaran, Google juga memutuskan untuk menghentikan lini Chromecast. Perangkat ini awalnya sangat revolusioner saat diluncurkan pada 2013, karena mampu mengubah TV biasa menjadi smart TV dengan mengandalkan port HDMI dan jaringan Wi-Fi.

Namun kini, Chromecast telah digantikan dengan perangkat baru bernama Google TV Streamer. Perangkat ini menawarkan fitur lebih lengkap, termasuk:

  • Akses ke 800+ saluran TV gratis
  • Dukungan layanan streaming seperti Netflix, YouTube TV, Disney+, Apple TV
  • Fitur kecerdasan buatan (AI) untuk menyarankan konten sesuai preferensi pengguna
  • Remote kontrol fisik dan sistem antarmuka baru yang lebih ramah pengguna

Langkah ini mencerminkan arah Google untuk menyatukan pengalaman streaming dalam satu ekosistem terpadu, menggantikan kebutuhan akan perangkat streaming tambahan yang terbatas seperti Chromecast.

3. VPN by Google One Juga Disetop

Layanan VPN by Google One yang diluncurkan pada 2020 sebagai tambahan keamanan internet untuk pengguna Android resmi dihentikan pada Juni 2024. Meski sempat menjadi nilai tambah bagi pelanggan Google One (penyimpanan cloud premium Google), layanan ini dinilai kurang diminati oleh pengguna.

Sebagai gantinya, Google memilih untuk fokus menyediakan layanan VPN hanya pada perangkat tertentu, seperti Pixel 7 melalui Google Fi Wireless. Google menyebut pendekatan ini sebagai upaya memaksimalkan kualitas layanan sambil mengurangi biaya operasional pada fitur yang tidak populer.

Mengapa Google Banyak Menutup Layanan?

Beberapa faktor utama yang mendorong Google untuk menutup layanan-layanan lamanya, termasuk goo.gl, antara lain:

  • Penurunan signifikan jumlah pengguna aktif
  • Persaingan ketat dengan aplikasi dan layanan pihak ketiga
  • Duplikasi fungsi dalam ekosistem Google sendiri
  • Fokus pada efisiensi dan integrasi AI

Sebagai perusahaan teknologi besar, Google memang dikenal dengan pendekatan eksperimen. Mereka tidak segan meluncurkan banyak layanan baru, namun juga tidak ragu menghentikan layanan yang dianggap kurang memberikan nilai lebih.

Hal ini sudah terlihat dari proyek-proyek lain yang pernah ditutup sebelumnya, seperti:

  • Google+
  • Google Reader
  • Google Allo
  • Hangouts
  • Stadia

Tips untuk Pengguna: Lindungi Akses dan Migrasikan Link Sekarang

Bagi pengguna yang memiliki banyak tautan goo.gl, sangat disarankan untuk:

  1. Audit link yang masih digunakan secara aktif.
  2. Identifikasi lokasi link: apakah di situs web, blog, presentasi, brosur, atau media sosial.
  3. Migrasikan link ke pemendek URL alternatif secepat mungkin.
  4. Perbarui link lama agar tidak menyebabkan error atau kehilangan trafik.
  5. Gunakan platform dengan pelacakan klik agar kampanye digital tetap terukur.

Google akan mematikan layanan pemendek URL goo.gl pada 25 Agustus 2025, menandai berakhirnya era dari salah satu fitur internet yang paling populer di masanya. Tautan-tautan lama yang menggunakan format tersebut akan berhenti berfungsi, dan pengguna akan melihat pesan error 404.

Di saat yang sama, Google juga telah menghentikan layanan lain seperti Google Podcast, Chromecast, dan VPN by Google One, sebagai bagian dari penyederhanaan portofolio layanan mereka di tengah tren pergeseran perilaku pengguna.

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, tidak semua layanan bisa bertahan selamanya. Adaptasi menjadi kunci agar pengguna tetap bisa mengikuti perubahan dan mendapatkan pengalaman digital terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *