Smartphone

Itel A100C Resmi Meluncur, Desainnya Mirip OnePlus 15 tapi Harganya Jauh Lebih Murah!

×

Itel A100C Resmi Meluncur, Desainnya Mirip OnePlus 15 tapi Harganya Jauh Lebih Murah!

Sebarkan artikel ini
Itel A100C Resmi Meluncur, Desainnya Mirip OnePlus 15 tapi Harganya Jauh Lebih Murah!

Dexop.com – Dunia smartphone kembali kedatangan pemain yang mencuri perhatian publik.
Vendor ponsel Itel secara resmi memperkenalkan Itel A100C, smartphone terbaru mereka yang langsung mencuri sorotan karena desainnya sangat mirip dengan OnePlus 15, flagship yang bahkan belum resmi rilis.

Kemunculan Itel A100C di pasar entry-level bukan hanya tentang fitur dan harga terjangkau, tapi juga soal bagaimana Itel berani menghadirkan nuansa flagship di perangkat berbanderol ekonomis.
Fenomena ini sekaligus mempertegas tren baru: desain premium kini bukan lagi hak eksklusif ponsel mahal.

Desain Itel A100C: Tiruan OnePlus 15 atau Strategi Cerdas?

Sekilas pandang, Itel A100C tampak seperti hasil “kloning elegan” dari OnePlus 15.
Kedua ponsel ini sama-sama menampilkan modul kamera persegi dengan sudut melengkung lembut di keempat sisinya, lengkap dengan dua lensa yang disusun secara vertikal menyerupai bentuk kapsul.

Lampu flash LED di sisi kamera juga mengikuti desain serupa—kapsul kecil yang ditempatkan sejajar di samping modul utama.
Kesan “flagship look” ini diperkuat dengan bingkai datar (flat frame) yang terasa solid dan modern, mirip seperti desain yang tengah populer di ponsel kelas atas.

Namun, Itel tampaknya tak sekadar meniru.
Mereka menghadirkan sentuhan khas lewat varian warna Blaze Blue dengan efek visual menyerupai ombak laut, menambah kesan segar di antara ponsel sekelasnya.
Warna lain seperti Star Black dan Ice Crystal juga ditujukan bagi pengguna muda yang mengutamakan gaya.

Meskipun Itel A100C terlihat sangat premium dari belakang, tampilan depannya masih mempertahankan notch klasik untuk kamera depan—berbeda dengan OnePlus 15 yang mengusung desain punch hole.
Perbedaan ini menegaskan segmentasi pasar: Itel A100C untuk pengguna value-seeker, sementara OnePlus 15 menyasar pecinta performa ekstrem.

Analisis: Desain Flagship untuk Rakyat Jelata

Fenomena seperti Itel A100C menunjukkan bagaimana industri smartphone kini mengaburkan batas antara “murah tapi mewah”.
Dalam beberapa tahun terakhir, brand seperti Itel, Infinix, dan Tecno (yang berada di bawah payung Transsion Holdings) terus mempopulerkan desain flagship di segmen entry-level.

Strategi ini terbukti efektif.
Konsumen di Indonesia, India, dan Afrika kini semakin memprioritaskan desain dan pengalaman visual ketimbang performa murni.
Dengan tampilan yang meniru OnePlus 15, Itel A100C memberikan ilusi premium di harga terjangkau — dan ini yang membuatnya berpotensi laris manis.

Banyak pengguna menyebut pendekatan Itel ini sebagai “trik psikologis cerdas.”
Pasalnya, desain belakang yang elegan sering menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian smartphone kelas bawah.
Ketika sebuah ponsel tampak seperti flagship, maka persepsi nilainya langsung meningkat.

Spesifikasi Teknis Itel A100C: Entry-Level yang Serius

Dari sisi teknis, Itel A100C dibekali layar 6,6 inci beresolusi HD+ (720 x 1.612 piksel) dengan refresh rate 90Hz — sesuatu yang masih jarang ditemui di ponsel sekelasnya.
Tingkat kecerahan mencapai 400 nits, cukup nyaman digunakan di bawah sinar matahari.

Di balik desain modul kamera ganda yang elegan, Itel A100C sebenarnya hanya memiliki satu kamera belakang 8MP dengan fitur AI Scene Detection.
Sementara itu, kamera depan beresolusi 5MP tersimpan dalam notch berbentuk tetesan air.

Untuk urusan performa, perangkat ini ditenagai chipset Unisoc T7100, CPU octa-core 1.8GHz dengan GPU Mali-G52 MP2.
Chip ini dibangun dengan fabrikasi 12 nanometer, cukup efisien untuk penggunaan ringan sehari-hari seperti media sosial, browsing, dan streaming.

Itel A100C juga hadir dengan beberapa konfigurasi memori:

  • 2GB RAM / 64GB storage

  • 4GB RAM / 128GB storage

Kapasitas penyimpanan masih dapat diperluas hingga 512GB melalui microSD.
Sistem operasinya menjalankan Itel OS berbasis Android 14 Go Edition, yang dioptimalkan untuk efisiensi daya dan konsumsi memori rendah.

Baterai Besar, Daya Tahan Andal

Salah satu nilai jual utama Itel A100C adalah baterai 5.000 mAh yang dapat bertahan seharian penuh.
Itel mengklaim bahwa perangkat ini mampu bertahan hingga 25 jam waktu bicara, 14 jam streaming video, atau 60 jam pemutaran musik dalam sekali pengisian.

Meski belum mendukung fast charging super cepat seperti pada OnePlus 15, Itel A100C tetap menyertakan charger 18W di dalam kotak penjualan—sesuatu yang kini mulai dihilangkan oleh banyak brand besar.

Dengan daya tahan semacam itu, Itel A100C jelas menjadi pilihan menarik bagi pengguna di daerah dengan keterbatasan akses listrik, atau mereka yang membutuhkan ponsel tahan lama untuk mobilitas tinggi.

Target Pasar dan Strategi Harga

Peluncuran Itel A100C menunjukkan strategi cerdas vendor asal Tiongkok itu dalam memperluas dominasi di pasar entry-level Asia.
Alih-alih bersaing lewat spesifikasi tinggi, Itel fokus pada desain aspiratif: tampilan mewah dengan harga terjangkau.

Harga Itel A100C diperkirakan berkisar Rp 1,4 juta hingga Rp 1,7 juta, tergantung varian RAM dan penyimpanan.
Angka ini menempatkannya sebagai pesaing langsung Infinix Smart 9, realme C31, dan Redmi A3.

Pendekatan desain mirip flagship ini diyakini akan meningkatkan daya tarik produk di kalangan anak muda dan pengguna pertama smartphone.
Dengan Itel A100C, konsumen bisa mendapatkan “rasa OnePlus 15” tanpa harus mengeluarkan belasan juta rupiah.

Fenomena Kloning Desain di Dunia Smartphone

Fenomena kemiripan desain antara Itel A100C dan OnePlus 15 sebenarnya bukan hal baru.
Dalam industri smartphone, konsep desain yang sukses biasanya cepat diadopsi oleh banyak produsen lain.

Apple, Samsung, hingga Huawei pernah menjadi korban “inspirasi desain” semacam ini.
Bahkan desain kamera persegi khas iPhone 11 dulu sempat ditiru oleh belasan brand Android pada 2020.

Namun, Itel berhasil mengeksekusinya dengan proporsi yang menarik dan tanpa terasa murahan.
Hal ini memperkuat posisi Itel A100C sebagai contoh sukses dari strategic imitation — meniru tapi tetap relevan.

Dampak di Pasar Smartphone Indonesia

Indonesia menjadi salah satu pasar kunci bagi Itel.
Menurut laporan Canalys Q3 2025, pangsa pasar Itel di segmen entry-level meningkat 37{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847} year-on-year, sebagian besar didorong oleh seri seperti Itel A70 dan Itel S24.

Kehadiran Itel A100C akan memperkuat momentum tersebut.
Desain yang stylish dan harga yang kompetitif menjadi kombinasi ideal bagi konsumen Indonesia yang menginginkan ponsel keren tanpa merogoh kantong terlalu dalam.

Distributor resmi Itel Indonesia dikabarkan akan mulai membuka penjualan Itel A100C pada pertengahan Oktober 2025 melalui platform daring seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia, serta mitra ritel offline seperti Erafone dan OkeShop.

Komentar Analis: Itel Naik Level

Menurut analis teknologi independen Asia TechScope, Itel A100C adalah “produk yang tepat waktu.”
Ketika pasar menengah mulai jenuh, entry-level menjadi arena yang kembali hidup.
Desain mewah ala OnePlus 15 adalah langkah cerdas untuk menciptakan ilusi premium di segmen yang sangat sensitif terhadap harga.

“Strategi seperti ini mengingatkan pada era awal Xiaomi dan realme,” ujar TechScope.
“Konsumen tidak butuh performa ekstrem. Mereka ingin ponsel yang terlihat keren di tangan, dan Itel tahu persis cara menjual itu.”

Kamera Sederhana, Tapi Cukup Andal

Meski hanya mengandalkan satu kamera 8MP, hasil jepretan Itel A100C cukup memuaskan untuk kelasnya.
Dukungan AI Scene Detection membuat foto terlihat lebih kontras dan terang dalam kondisi pencahayaan normal.
Untuk selfie, kamera depan 5MP menghasilkan gambar dengan saturasi alami dan skin tone yang lembut.

Fitur tambahan seperti portrait mode dan beauty mode membantu pengguna kasual tetap mendapatkan hasil foto menarik tanpa perlu pengaturan rumit.
Jelas, kamera bukan daya tarik utama perangkat ini — tapi cukup solid untuk pengguna yang fokus pada kebutuhan harian.

Performa Harian: Efisien, Tidak Berlebihan

Chipset Unisoc T7100 memang bukan monster performa, tapi cukup untuk mendukung penggunaan harian seperti WhatsApp, YouTube, TikTok, dan browser.
Dengan RAM hingga 4GB dan sistem Android Go yang ringan, Itel A100C mampu memberikan pengalaman yang stabil tanpa lag signifikan.

Dalam uji coba multitasking ringan, pengguna dapat membuka 6–7 aplikasi tanpa hambatan.
Itel juga menambahkan fitur Memory Fusion, yang memungkinkan sebagian penyimpanan internal digunakan sebagai RAM tambahan virtual — meningkatkan performa hingga 40{52410bde5da3c78d2dec59bf733f1a9d51dcc1ca76509077eea26fa1bd989847}.

Prediksi: Itel A100C Bisa Jadi “Entry-Level of The Year”

Melihat kombinasi desain menarik, harga ramah, dan efisiensi sistem, banyak pengamat menilai Itel A100C bisa menjadi salah satu smartphone entry-level terbaik tahun 2025.
Ponsel ini menghadirkan rasa premium bagi pengguna yang realistis, sekaligus memperluas pasar Itel di Asia Tenggara.

Apabila tren penjualan mengikuti arah yang sama seperti seri sebelumnya, Itel A100C bisa mendorong Itel masuk ke tiga besar brand paling banyak dijual di Indonesia untuk kategori entry-level — bersaing ketat dengan Infinix dan Xiaomi Redmi.

Kesimpulan: Murah, Mirip, tapi Menarik

Itel A100C mungkin bukan ponsel paling bertenaga, tapi jelas salah satu yang paling menarik secara visual.
Desain mirip OnePlus 15 bukan sekadar gimmick, melainkan strategi matang untuk menghadirkan nuansa flagship bagi pengguna dengan bujet terbatas.

Dengan harga di bawah Rp 2 juta, layar 90Hz, dan baterai 5.000 mAh, Itel A100C menjadi pilihan logis bagi mereka yang mencari smartphone keren tanpa beban dompet.
Dan seperti kata banyak reviewer teknologi:

“Kalau kamu ingin tampilan OnePlus tapi dompet Realme, pilihlah Itel A100C.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *