Dexop.com – Meta kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan digital para pengguna muda dengan meluncurkan serangkaian fitur keamanan baru di Instagram, khusus ditujukan bagi akun-akun remaja. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap paparan konten berbahaya serta kontak yang tidak diinginkan terhadap remaja di media sosial.
Dalam siaran pers resmi yang dirilis Meta, perusahaan menyebutkan bahwa sepanjang paruh awal tahun 2025, mereka telah menghapus lebih dari 635.000 akun Instagram yang melanggar pedoman komunitas, khususnya yang mengarah pada potensi eksploitasi atau penyalahgunaan terhadap remaja.
Fokus Meta: Ciptakan Ruang Aman Digital untuk Remaja
Meta menyatakan bahwa platformnya—baik Instagram maupun Facebook—sedang dalam proses transformasi besar-besaran untuk memperkuat keamanan pengguna muda. Fitur-fitur terbaru ini dirancang untuk memberikan pengalaman digital yang lebih sesuai usia, memperkecil risiko interaksi berbahaya, serta meningkatkan kesadaran pengguna remaja terhadap keamanan daring.
Berikut beberapa fitur keamanan baru yang kini hadir di Instagram:
-
Tips Keamanan Khusus Remaja
Remaja akan secara berkala menerima saran dan edukasi langsung dari Instagram tentang cara melindungi akun mereka, mengenali ancaman, serta menjaga privasi di platform. -
Pemblokiran dan Pelaporan Akun dengan Satu Tombol
Instagram menambahkan tombol cepat untuk memudahkan remaja memblokir atau melaporkan akun mencurigakan hanya dalam satu kali klik. Langkah ini penting untuk memotong interaksi yang tidak diinginkan secara langsung. -
Informasi Tanggal Bergabung Akun Lain
Instagram kini menampilkan informasi kapan seseorang bergabung dengan platform. Fitur ini ditujukan agar remaja dapat menilai validitas akun yang menghubungi mereka. -
Peringatan Sebelum Meneruskan Gambar yang Buram
Instagram akan menampilkan notifikasi saat pengguna hendak membagikan gambar yang dicurigai mengandung konten nuditas, mendorong mereka berpikir ulang sebelum meneruskannya.
“Di Meta, kami berupaya melindungi anak muda dari bahaya langsung maupun tidak langsung. Dari Akun Remaja hingga teknologi canggih untuk mendeteksi konten eksploitasi, ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami,” tulis Meta.
Data: 1 Juta Akun Diblokir Remaja, 99{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} Tak Menonaktifkan Fitur Perlindungan
Berdasarkan data internal perusahaan, pada bulan Juni 2025 saja, remaja pengguna Instagram memblokir lebih dari satu juta akun dan melaporkan jumlah yang sama setelah menerima notifikasi keamanan dari sistem platform.
Salah satu fitur paling berdampak adalah perlindungan terhadap konten nuditas, yang telah diluncurkan tahun lalu. Meta menyebutkan bahwa 99{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} remaja mempertahankan fitur ini tetap aktif di akun mereka, membuktikan bahwa fitur tersebut dirasa berguna.
Lebih dari 40{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} gambar yang diburamkan tetap tidak dibuka oleh pengguna, yang berarti pengguna muda enggan melihat konten yang ditandai oleh sistem sebagai berpotensi eksplisit atau tidak pantas.
Statistik Lain yang Diungkap Meta:
-
45{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} pengguna memilih tidak meneruskan gambar setelah melihat peringatan dari sistem pada Mei 2025.
-
Instagram menghapus 135.000 akun yang menyexualisasi akun anak-anak, serta
-
Menghapus lebih dari 500.000 akun tambahan yang dianggap terhubung atau mendukung konten berbahaya tersebut.
Perlindungan Tambahan untuk Akun Anak yang Dikelola Orang Dewasa
Meta juga mengimplementasikan perlindungan ekstra bagi akun yang dikelola oleh orang dewasa tetapi menampilkan anak-anak, misalnya akun keluarga, influencer anak, atau akun bisnis dengan representasi anak.
Perlindungan ini meliputi:
-
Penerapan otomatis fitur Akun Remaja.
-
Notifikasi privasi tambahan bagi pengelola akun untuk meningkatkan kesadaran.
-
Penghentian rekomendasi akun tersebut ke pengguna dewasa dengan riwayat interaksi mencurigakan.
Selain itu, fitur Hidden Words—yang mampu menyaring kata-kata atau komentar bernada seksual atau pelecehan—sekarang diaktifkan secara default untuk akun-akun dengan fokus pada anak-anak.
Konteks Lebih Luas: Meta Didesak Tingkatkan Tanggung Jawab Sosial
Langkah Meta memperkuat keamanan anak dan remaja ini muncul di tengah tekanan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aktivis keamanan digital, yang menuntut agar perusahaan teknologi mengambil tanggung jawab lebih besar dalam melindungi anak-anak di dunia maya.
Meski begitu, Meta menuai kritik karena diketahui menentang pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan Online Anak (Kids Online Safety Act) di Amerika Serikat. RUU tersebut kembali diajukan tahun ini, setelah sebelumnya ditunda karena lobi dari perusahaan teknologi besar, termasuk Meta.
Meta berdalih bahwa RUU ini berpotensi melanggar Amandemen Pertama (kebebasan berbicara). Namun, sejumlah pengamat menilai penolakan tersebut lebih didasari kekhawatiran bisnis, karena regulasi ketat akan membatasi ruang gerak monetisasi dari pengguna usia muda.
Refleksi: Apakah Cukup?
Dengan langkah-langkah yang diumumkan, Meta telah mengambil sejumlah kebijakan proaktif. Namun, pertanyaan tetap muncul di kalangan orang tua, pendidik, dan pemerhati keamanan digital: Apakah langkah ini sudah cukup?
Meskipun statistik menunjukkan adanya penurunan dalam paparan konten berbahaya dan peningkatan partisipasi remaja dalam menjaga keamanan akun mereka, dunia digital terus berubah cepat. Taktik predator daring, penyebaran konten eksplisit terselubung, serta manipulasi psikologis terhadap pengguna muda tetap menjadi ancaman serius.
Menurut pakar keamanan digital dari Lembaga Studi Keamanan Siber Indonesia (LSKSI), dr. Rizky Aulia, M.Kom, langkah Meta patut diapresiasi, tetapi tetap perlu dikawal ketat.
“Tantangan utamanya bukan hanya teknologi, tetapi juga edukasi. Banyak remaja belum memiliki literasi digital yang cukup. Orang tua juga perlu dilibatkan secara aktif, bukan hanya menyerahkan pengawasan pada platform,” ujar Rizky.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Remaja?
Untuk mendukung keamanan daring anak, berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:
-
Aktifkan semua fitur keamanan di Instagram, terutama untuk akun anak dan remaja.
-
Diskusikan bersama anak soal batasan dalam menggunakan media sosial.
-
Pantau interaksi digital anak secara berkala tanpa melanggar privasi berlebihan.
-
Gunakan aplikasi pihak ketiga yang kredibel untuk membantu memantau aktivitas daring.
-
Laporkan segala bentuk konten mencurigakan, pelecehan, atau eksploitasi ke platform terkait.
Meta dan Masa Depan Media Sosial untuk Remaja
Sebagai salah satu raksasa teknologi dunia, Meta berada dalam sorotan global ketika berbicara tentang keselamatan pengguna muda. Di tengah persaingan dengan platform seperti TikTok dan YouTube, Meta harus menyeimbangkan antara menjaga keterlibatan pengguna dengan memberikan ruang digital yang aman.
Dengan peluncuran fitur keamanan ini, Meta menunjukkan bahwa mereka ingin tampil sebagai pelindung generasi digital—namun masyarakat harus tetap kritis dan ikut serta dalam pengawasan.
Langkah-langkah yang bersifat preventif, responsif, dan transparan akan menjadi kunci agar dunia digital menjadi tempat yang lebih aman, sehat, dan produktif untuk tumbuh kembang anak dan remaja Indonesia.












