Dexop.com – Vivo kembali membuat gebrakan di segmen smartphone entry-level dengan menghadirkan Vivo G3. Ponsel terbaru ini resmi dirilis di Tiongkok sebagai penerus Vivo G2 yang sebelumnya meluncur pada Januari 2024. Berbeda dengan pendahulunya, Vivo G3 hadir dengan baterai jumbo 6.000 mAh, dukungan fast charging 44W, serta performa tangguh berkat chipset MediaTek Dimensity 6300.
Dengan harga mulai dari CNY 1.499 atau sekitar Rp3,3 juta, Vivo mencoba memberikan solusi bagi pengguna yang membutuhkan ponsel terjangkau dengan daya tahan baterai panjang. Kehadiran Vivo G3 diprediksi akan menjadi penantang serius di kelas entry-level 5G, terutama menghadapi kompetitor kuat seperti Redmi, Realme, dan Samsung Galaxy seri A.
Artikel ini akan mengulas lengkap segala hal tentang Vivo G3: mulai dari spesifikasi, desain, performa, kelebihan, kekurangan, hingga prediksi peluangnya di pasar Indonesia dan global.
Desain dan Layar: Minimalis dengan Sentuhan Modern
Vivo G3 hadir dengan desain sederhana namun tetap modern. Dimensi ponsel ini tercatat 167,3 x 76,95 x 8,19 mm dengan bobot sekitar 204 gram. Meski menggunakan baterai besar, Vivo berhasil menjaga ketebalannya agar tetap nyaman digenggam.
Pada bagian depan, terdapat layar LCD IPS berukuran 6,74 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1600 piksel). Meski belum Full HD+, layar ini tetap nyaman untuk konsumsi multimedia berkat dukungan refresh rate 90Hz, yang membuat transisi animasi terasa lebih halus.
Panel LCD pada Vivo G3 juga sudah mendukung tingkat kecerahan yang cukup baik, sehingga masih nyaman digunakan di luar ruangan. Bagi pengguna entry-level, kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi merupakan nilai tambah yang jarang ditemui di kelas harga ini.
Performa: Dimensity 6300, Cukup Andal untuk Harian
Sektor dapur pacu Vivo G3 diperkuat oleh chipset MediaTek Dimensity 6300, sebuah prosesor kelas menengah bawah yang mendukung jaringan 5G. Chipset ini diproduksi dengan fabrikasi 6nm sehingga lebih efisien dalam konsumsi daya sekaligus menjaga performa tetap stabil.
Konfigurasi CPU Dimensity 6300 terdiri dari:
- 2x Cortex-A76 (2,4 GHz) untuk performa utama
- 6x Cortex-A55 (2,0 GHz) untuk efisiensi daya
Sementara di sisi GPU, chipset ini membawa Mali-G57 MC2, yang cukup memadai untuk gaming ringan hingga menengah seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, atau Free Fire.
Vivo G3 hadir dengan dua varian RAM dan penyimpanan:
- 6GB RAM + 128GB storage
- 8GB RAM + 256GB storage
Penyimpanan internalnya menggunakan standar UFS 2.2, yang menawarkan kecepatan baca/tulis lebih baik dibanding eMMC. Vivo juga masih menyertakan opsi ekspansi penyimpanan melalui slot microSD.
Dengan kombinasi ini, Vivo G3 mampu menjalankan multitasking dengan cukup baik, walau tentu belum bisa menandingi smartphone flagship atau kelas mid-range premium.
Kamera: Sederhana Tapi Fungsional
Dari sisi fotografi, Vivo G3 membawa konfigurasi kamera yang cukup sederhana:
- Kamera utama 13 MP
- Kamera depan 5 MP
Meski terbilang minimalis, kamera utama Vivo G3 masih cukup untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari seperti memotret makanan, foto outdoor, maupun video singkat. Kamera depannya pun sudah memadai untuk video call atau selfie sederhana.
Namun, jika dibandingkan dengan ponsel lain di kelas Rp3 jutaan, kamera Vivo G3 memang tidak terlalu menonjol. Sebagian besar pesaing di segmen ini sudah menyertakan kamera ganda dengan sensor tambahan, bahkan ada yang membawa lensa ultrawide atau makro.
Kelebihan Vivo ada pada optimalisasi software kamera, di mana algoritma AI bawaannya mampu meningkatkan hasil foto dengan penyesuaian warna dan pencahayaan otomatis.
Baterai Jumbo 6.000 mAh dengan Fast Charging 44W
Salah satu keunggulan terbesar Vivo G3 adalah baterainya yang sangat besar, yaitu 6.000 mAh. Kapasitas ini lebih tinggi dibanding rata-rata smartphone entry-level lain yang biasanya hanya membawa baterai 5.000 mAh.
Vivo mengklaim bahwa baterai G3 mampu bertahan hingga 2 hari penggunaan normal, bahkan bisa lebih hemat jika dipakai untuk aktivitas ringan seperti browsing atau media sosial.
Selain itu, Vivo G3 sudah mendukung teknologi fast charging 44W, yang membuat pengisian daya terasa lebih praktis. Dalam pengujian internal Vivo, pengisian dari 0{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} ke 50{434ad42460b8894b85ebc3d80267f59d627a35386349d397b0df6ee312634ded} dapat dicapai hanya dalam waktu sekitar 35 menit.
Dengan kombinasi baterai jumbo dan pengisian cepat, Vivo G3 menjadi pilihan ideal bagi pengguna yang membutuhkan smartphone dengan daya tahan luar biasa, terutama pekerja lapangan, pelajar, maupun gamer kasual.
Fitur Keamanan: Sidik Jari di Tombol Power
Untuk keamanan, Vivo G3 menggunakan sensor sidik jari kapasitif yang terletak di tombol power di sisi kanan. Posisi ini cukup ergonomis dan responsif, memungkinkan pengguna membuka kunci perangkat dengan cepat.
Selain itu, Vivo tetap menyertakan opsi Face Unlock berbasis kamera depan, meskipun tingkat keamanannya tentu tidak sekuat sensor biometrik lanjutan.
Harga dan Ketersediaan
Di pasar Tiongkok, Vivo G3 dijual dengan harga resmi:
- CNY 1.499 (Rp3,3 juta) untuk varian 6GB/128GB
- CNY 1.999 (Rp4,4 juta) untuk varian 8GB/256GB
Untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Vivo terkait peluncuran Vivo G3 di pasar internasional, termasuk Indonesia. Namun, melihat tren sebelumnya, tidak menutup kemungkinan Vivo akan menghadirkan perangkat ini ke pasar Asia Tenggara dengan nama berbeda.
Perbandingan dengan Kompetitor
Jika dibandingkan dengan pesaing di kelas entry-level 5G, berikut posisi Vivo G3:
- Redmi Note 13 5G โ membawa layar AMOLED Full HD+ 120Hz, kamera 108MP, namun hanya baterai 5.000 mAh.
- Realme Narzo 60x โ menawarkan performa Dimensity 6100+ dan layar FHD+, tapi kapasitas baterai lebih kecil.
- Samsung Galaxy A15 5G โ hadir dengan ekosistem Samsung dan layar Super AMOLED, namun daya pengisian lebih lambat (25W).
Dari perbandingan ini, terlihat bahwa Vivo G3 unggul di sektor baterai dan fast charging, namun kalah di sisi kamera dan resolusi layar.
Kelebihan Vivo G3
- ๐ Baterai super besar 6.000 mAh
- โก Fast charging 44W
- ๐ฑ Layar besar 6,74 inci dengan refresh rate 90Hz
- ๐ก Dukungan jaringan 5G dengan chipset Dimensity 6300
- ๐พ RAM besar hingga 8GB dan storage 256GB
- ๐ Sensor sidik jari responsif di tombol power
Kekurangan Vivo G3
- ๐ท Kamera cukup standar (13MP + 5MP)
- ๐ Resolusi layar hanya HD+, belum Full HD+
- ๐ฎ Performa gaming terbatas untuk game berat
- ๐ Ketersediaan global belum jelas
Prediksi Kehadiran di Indonesia
Jika Vivo G3 masuk ke pasar Indonesia, ponsel ini berpotensi besar diminati oleh pengguna entry-level yang mengutamakan baterai besar dan harga terjangkau. Segmen pengguna pelajar, pekerja lapangan, hingga masyarakat di daerah dengan akses listrik terbatas bisa menjadi target utama.
Namun, persaingan dengan Redmi dan Realme di segmen harga Rp3-4 juta akan sangat ketat. Vivo perlu mengandalkan strategi pemasaran agresif dan mungkin menghadirkan promo khusus untuk menarik perhatian konsumen.
Kesimpulan
Vivo G3 adalah smartphone entry-level 5G dengan daya tarik utama pada baterai jumbo 6.000 mAh dan dukungan fast charging 44W. Meski kamera dan resolusi layarnya tidak menonjol, ponsel ini tetap memberikan nilai lebih berkat performa chipset Dimensity 6300 dan harga yang relatif terjangkau.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan ketahanan baterai dibanding kamera atau layar beresolusi tinggi, Vivo G3 bisa menjadi pilihan tepat di tahun 2025.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Vivo G3 akan menjadi salah satu pemain penting di pasar entry-level, terutama jika Vivo memutuskan memboyongnya ke Indonesia dan pasar global lainnya.












