Aplikasi

Google Translate Hadirkan Fitur “Practice”: Belajar Bahasa Interaktif dengan AI, Siap Tantang Duolingo

×

Google Translate Hadirkan Fitur “Practice”: Belajar Bahasa Interaktif dengan AI, Siap Tantang Duolingo

Sebarkan artikel ini
Google Translate Hadirkan Fitur “Practice”: Belajar Bahasa Interaktif dengan AI, Siap Tantang Duolingo

Dexop.com – Google Translate, aplikasi penerjemah yang sudah menjadi andalan pelajar, traveler, hingga profesional di seluruh dunia, kini bersiap melangkah ke level baru. Dalam waktu dekat, Google Translate akan memperkenalkan fitur revolusioner bernama “Practice”, yang memungkinkan pengguna mempelajari bahasa asing secara interaktif langsung di dalam aplikasi.

Fitur ini terungkap melalui APK teardown oleh Android Authority, setelah seorang pengguna Telegram membagikan tangkapan layar yang menunjukkan antarmuka “Practice” lengkap dengan menu latihan, kuis, dan simulasi percakapan berbasis AI. Meski Google belum mengumumkan secara resmi, bukti yang beredar memperlihatkan bahwa pengembangan fitur ini sudah berada di tahap akhir.

Mengubah Google Translate dari Penerjemah Jadi Guru Bahasa Virtual

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2006, Google Translate telah berkembang pesat dari sekadar alat penerjemahan teks menjadi platform multifungsi dengan fitur terjemahan suara, kamera, hingga mode offline. Kini, dengan hadirnya “Practice”, Google Translate akan naik kelas menjadi platform pembelajaran bahasa yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan.

Fitur “Practice” dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif dan personal, memungkinkan pengguna memilih tingkat kesulitan, jenis latihan, dan skenario percakapan yang sesuai dengan tujuan belajar mereka.

Fitur Utama “Practice” di Google Translate

Berdasarkan bocoran yang diungkap Android Authority dan tipster AssembleDebug, berikut adalah fitur-fitur yang akan hadir:

1. Latihan Mendengarkan (Listening Practice)

Pengguna akan mendengar klip audio berisi kalimat atau kosakata, lalu diminta mengetuk kata yang dikenali. Latihan ini melatih kemampuan listening comprehension secara bertahap, dari tingkat pemula hingga lanjutan.

2. Latihan Berbicara (Speaking Practice)

Dengan dukungan AI, Google Translate akan menilai pengucapan dan kelancaran berbicara pengguna. Mode ini menggunakan speech recognition canggih untuk memberikan umpan balik real-time.

3. Kuis Berbasis “Rounds”

Kuis dibagi dalam beberapa putaran dengan tingkat kesulitan yang meningkat. Cocok untuk menguji pemahaman dan mengulang materi yang sudah dipelajari.

4. Skenario Belajar Kustom

Pengguna dapat memilih skenario percakapan yang direkomendasikan atau membuat sendiri melalui fitur “Create Your Own Practice Scenario”. Misalnya, berlatih percakapan di bandara, restoran, atau wawancara kerja.

5. Pilihan Tingkat Kemahiran

Google Translate menyediakan empat level: Pemula, Dasar, Menengah, dan Lanjut, sehingga pembelajaran bisa disesuaikan dengan kemampuan pengguna.

Perbandingan dengan Aplikasi Pembelajaran Bahasa Lain

Hadirnya “Practice” membuat Google Translate masuk ke wilayah kompetitif yang selama ini dikuasai oleh aplikasi seperti Duolingo, Babbel, dan Busuu. Namun, ada beberapa keunggulan strategis yang bisa membuat Google Translate cepat merebut hati pengguna:

  • Basis Pengguna Raksasa – Lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulan sudah memakai Google Translate.
  • Integrasi Lintas Layanan Google – Bisa langsung terhubung dengan Gmail, Google Lens, hingga Chrome.
  • Dukungan Bahasa Luas – Google Translate mendukung lebih dari 130 bahasa, jauh melampaui sebagian besar aplikasi pesaing.
  • Gratis dan Terintegrasi – Tidak perlu berlangganan khusus untuk menikmati sebagian besar fiturnya.

Integrasi AI: Kunci Utama Fitur “Practice”

Google Translate sudah memanfaatkan AI untuk fitur seperti More Translations dan Regional Variants yang dirilis Juni lalu. “Practice” akan membawa integrasi AI ini lebih jauh dengan AI-powered conversations yang mampu:

  • Memahami konteks percakapan.
  • Menyesuaikan respons berdasarkan kemampuan pengguna.
  • Memberikan koreksi langsung untuk kesalahan gramatikal dan pengucapan.

Dengan dukungan AI, Google Translate dapat memberikan pengalaman belajar yang natural seperti berbicara dengan tutor manusia.

Dampak di Dunia Pendidikan dan Profesional

Jika resmi dirilis, “Practice” bisa menjadi game-changer di dunia pendidikan dan bisnis:

  • Sekolah & Universitas – Guru bisa memanfaatkan Google Translate sebagai alat bantu latihan bahasa asing di kelas.
  • Pekerja Migran – Membantu beradaptasi lebih cepat dengan bahasa negara tujuan.
  • Traveler – Memudahkan mempelajari frasa penting sebelum bepergian.
  • Profesional Global – Meningkatkan kemampuan bahasa untuk negosiasi dan komunikasi lintas negara.

Tantangan dan Potensi Kendala

Meskipun potensinya besar, Google Translate juga akan menghadapi sejumlah tantangan:

  1. Persaingan dengan Platform Khusus – Duolingo dan Babbel memiliki sistem gamifikasi yang membuat pengguna betah berlama-lama.
  2. Kualitas Evaluasi AI – Sistem penilaian pengucapan harus sangat akurat agar tidak menyesatkan pembelajar.
  3. Privasi Data – Percakapan suara pengguna harus terlindungi dan tidak disalahgunakan.

Prediksi Jadwal Rilis

Google belum memberikan tanggal resmi peluncuran “Practice”. Namun, melihat bocoran antarmuka yang sudah matang, analis memperkirakan fitur ini bisa muncul dalam pembaruan Google Translate pada akhir 2025 atau awal 2026.

Biasanya, Google akan merilis fitur baru secara bertahap di beberapa negara sebelum peluncuran global. Ada kemungkinan pengguna di AS, Kanada, dan India akan menjadi yang pertama mencobanya.

Penutup: Google Translate Jadi One-Stop Language Platform

Hadirnya fitur “Practice” akan memperkuat posisi Google Translate sebagai aplikasi terjemahan paling lengkap di dunia. Dengan kombinasi terjemahan cepat, dukungan AI, dan pembelajaran bahasa interaktif, Google Translate berpotensi menjadi one-stop solution untuk siapa saja yang ingin menguasai bahasa baru.

Jika Google mampu mengeksekusi fitur ini dengan baik, bukan tidak mungkin Google Translate akan menjadi ancaman serius bagi dominasi Duolingo, Babbel, dan aplikasi sejenis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *