
Harga Minyak Mentah Asia Naik
Harga minyak mentah dunia berbalik naik (rebound) di perdagangan Asia pada Senin, karena para spekulan memburu harga murah setelah penurunan tajam pekan lalu, namun analis mengatakan harga tetap tertekan oleh kelebihan pasokan.
Kontrak acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi 50,96 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman April naik 21 sen menjadi 60,43 dolar AS di perdagangan sore.
WTI turun 4,66 persen dan Brent anjlok 2,1 persen minggu-ke-minggu pada Jumat lalu (20/2), menawarkan pedagang kesempatan untuk membeli kembali.
“Harga jatuh sedikit minggu lalu jadi orang mencoba untuk memasuki posisi sekarang, berpikir bahwa mereka (harga-harga minyak) akan naik lagi,” kata Daniel Ang, seorang analis investasi Phillip Futures di Singapura.
“Ini lebih dari peningkatan spekulatif,” katanya kepada AFP.
Ang mengatakan bahwa bagaimanapun “rebound” tidak mungkin bertahan karena kelebihan pasokan komoditas global, mencatat bahwa produksi minyak mentah AS tetap kuat di atas 9,2 juta barel per hari.
Dia mengatakan pemogokan di kilang-kilang minyak AS telah menyebabkan kelebihan minyak mentah di pasar Amerika karena lebih sedikit produk mereka yang dikirim ke fasilitas-fasilitas untuk penyulingan.
Para pekerja di tiga kilang minyak utama AS yang dioperasikan Royal Dutch Shell mogok pada Sabtu karena sengketa atas ketentuan pekerjaan yang lebih aman, serikat pekerja United Steelworkers (USW) mengatakan.
Sekitar 1.350 karyawan di tiga kilang dan pabrik kimia terpengaruh oleh aksi mogok terbaru, yang mencerminkan pemogokan di lokasi lain yang dilakukan awal bulan ini.
Secara global, pasokan minyak mentah juga sedang meningkat setelah ladang-ladang minyak di Libya timur kembali memompa ke pelabuhan Hariga menyusuk perpabikan jaringan pipanya, Bloomberg News melaporkan.
Dan Oman, produsen minyak terbesar Timur Tengah di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berencana untuk meningkatkan produksinya menjadi 980.000 barel per hari pada tahun ini, menurut Bloomberg.
Harga minyak mentah kehilangan sekitar 60 persen dari nilai mereka menjadi di sekitar 40 dolar AS antara Juni dan akhir Januari karena kelebihan pasokan di pasar dunia, ekonomi global yang lemah dan dolar yang kuat.
Harga telah meningkat di atas posisi terendah multi-tahun di tengah berita bahwa jumlah rig minyak AS yang beroperasi telah jatuh dan raksasa-raksasa energi telah memotong kembali investasi mereka, namun pengamat pasar mengatakan volatilitas kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu.



